PROGRAM HAMIL
22 April 2019

Kenali Bahaya dan Risiko Jika Ibu Hamil Terkena Hepatitis A

Infeksi ini bisa berbahaya bagi ibu hamil
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Dina Vionetta
Disunting oleh Dina Vionetta

Setiap ibu hamil tentu menginginkan kehamilan lancar.

Artinya Moms yang sedang hamil sehat dan juga janin yang ada di dalam kandungan.

Sayangnya ada banyak masalah yang berisiko untuk Moms alami, salah satunya adalah hepatitis A.

Penyakit ini menyerang hati yang sangat bisa menular ke orang lain bahkan ke janin.

Penyakit ini disebabkan oleh virus hepatitis A yaitu HAV.

Berbeda dengan hepatitis B dan C, mereka tidak menyebabkan penyakit kronis di hati dan mayoritas tidak bersifat fatal untuk tubuh dan janin.

Penyebaran siklus virus hepatitis A yang terus menyebar akan tersebar dengan cara acak.

Baiknya Moms dan pasangan terus menjaga kondisi kesehatan agar tidak menjadi salah satu korban.

Menurut pusat pengendalian penyakit CDC, sebagian besar penyebaran virus hepatitis A sudah dimulai sejak tahun 1995.

Saat itu di Amerika melakukan penyebaran vaksin hepatitis A yang justru menyebabkan tersebarnya virus hepatitis A tersebut.

Saat tahun 2013 dilaporkan sebanyak 3.473 orang yang terjangkit virus hepatitis A di Amerika.

Lebih lanjut lagi, hepatitis A tidak menunjukan tanda dan karena itu akan lebih sulit ditangani kala itu.

Sederhananya, penyakit ini akan muncul ketika diterpa lingkungan dengan sanitasi yang tidak baik.

Risiko Moms yang sedang hamil terkena hepatitis A jadi lebih tinggi karena mudah terjangkit.

Baca Juga: Cepat Lelah di Trimester Pertama Kehamilan, Ini yang Harus Moms Lakukan

Gejala Hepatitis A

hepatitis 01

Foto: kidspot.com.au

Hepatitis A adalah penyakit dengan keunikan tersendiri.

Awalnya seorang anak tidak akan mengalami tanda apapun, lalu lambat laun akan terasa efeknya.

Menurut WHO sebanyak 70% orang dewasa akan memulai penyakit hepatitis A dengan penyakit kuning.

Durasi penyakit ini bervariasi. Ada yang hanya beberapa minggu, tetapi tidak jarang yang menderita penyakit ini hingga hitungan bulan, baru mendapatkann kesembuhan.

Rachel Friedman, seorang dokter obgyn, mengungkapkan gejala hepatitis A yang mungkin dialami ibu hamil.

Di antaranya adalah kelelahan, mual dan muntah, hingga rasa sakit di daerah hati

Perubahan warna saat buang air besar, kehilangan selera makan, demam ringan, urin gelap dan nyeri pada sendi juga menjadi gejala umum yang wajib diwaspadai.

Baca Juga: Bolehkah Mengecat Tembok Saat Hamil? Adakah Bahayanya Bagi Janin?

Risiko Hepatitis A pada Ibu Hamil

hepatitis 02

Foto: foxnews.com

Moms yang terjangkit hepatitis A saat hamil akan mengalami risiko tinggi lahir prematur.

Apalagi ketika trimester dua dan tiga Moms mulai terkena virus penyakit ini.

Selain kelahiran prematur, Moms kemungkinan besar akan mengalami risiko seperti kontraksi uterus prematur, solusio plasenta, dan pecah ketuban dini

Penanganan medis sangat dibutuhkan dalam hal ini.

Moms wajib mengungkapkan gejala yang dialami kepada dokter sehingga diagnosisnya juga tepat sehingga bisa menyelamatkan kesehatan janin dan Moms sendiri.

Baca Juga: Jatuh Saat Hamil, Apa yang Harus Dilakukan?

Untungnya, memang belum ada kasus yang membuktikan bahwa hepatitis A bisa menyebabkan kematian baik bagi janin maupun ibu hamil..

Umumnya hepatitis A yang terjadi pada ibu hamil tidak berada dalam kadar yang serius dan mengerikan.

Dalam kondisi ini, janin tidak akan tertular dari Moms yang terjangkit virus hepatitis A.

Maka dari itu, penting bagi Moms mengetahui cara mencegahnya terutama memperhatikan kegiatan saat hamil. Hindari aktivitas berisiko tinggi.

Moms perlu mencuci tangan setelah memegang makanan atau sesuatu yang kotor.

Jangan lupa membersihkan toilet di rumah dan membuat lingkungan yang sehat di lingkungan rumah dan sekitarnya.

Pastikan pula Moms mendapatkan vaksin hepatitis sebelum hamil agar terhindar dari penyakit ini.

Apakah Moms pernah mengalami pengalaman terkena hepatitis A saat hamil?

(GSA)

Artikel Terkait