KESEHATAN
3 Juli 2019

Kenali Bahaya Hepatitis A yang Mewabah di Pacitan

Penyebarannya terutama melalui makanan dan air yang kita konsumsi
Artikel ditulis oleh Adeline Wahyu
Disunting oleh Andra Nur Oktaviani

Mewabahnya satu penyakit di suatu daerah, tidak dapat diprediksi kapan dan di mana akan terjadi. Kali ini giliran warga Kabupaten Pacitan, di Jawa Timur yang terserang wabah virus Hepatitis A sejak awal Juli lalu.

Dikutip dari Kompas, virus ini pertama kali muncul karena adanya laporan dari Puskesmas Kecamatan Sudimoro, yang saat ini merawat sekitar 24 pasien, dengan gejala penyakit yang sama pada tanggal 14 Juni 2019.

Semakin lama, virus tersebut semakin menyebar dan jumlah pasien yang terjangkit pun semakin bertambah banyak. Selama hampir sebulan terjadi, sebanyak 957 orang terjangkit virus tersebut.

Dikutip dari Cnnindonesia.com, dengan banyaknya jumlah orang yang terjangkit, pemerintah akhirnya menetapkan status KLB (Kejadian Luar Biasa) penyakit hepatitis A di Pacitan.

Setelah dilakukan pemantauan serta penyelidikan epidemiologi setelah banyak pasien yang datang memenuhi ruangan puskesmas, dipastikan bahwa pasien-pasien tersebut memang terjangkit penyakit hepatitis A.

Untuk mengenal virus ini lebih jauh, yuk kita cari tahu lebih lanjut melalui penjelasan di bawah ini Moms.

Baca Juga: Apa Beda Hepatitis A, B, dan C?

Penyebaran Virus Hepatitis A

hep.jpg

Foto: Waterandhealth.org

Menurut World Health Organization (WHO), virus hepatitis A ditularkan melalui sistem fekal-oral, yaitu ketika orang yang tidak terinfeksi menelan makanan atau air yang telah terkontaminasi dengan kotoran orang yang terinfeksi virus hepatitis A.

Dalam keluarga misalnya, kita dapat tertular ketika tangan kotor orang yang terinfeksi virus hepatitis A, menyiapkan makanan untuk anggota keluarga lainnya, tanpa mencuci tangan terlebih dahulu. Wabah yang ditularkan melalui air, meskipun jarang, biasanya dikaitkan dengan air yang terkontaminasi limbah atau tidak diolah dengan baik.

Virus ini juga dapat ditularkan melalui kontak fisik dekat, dengan orang yang tertular, meskipun kontak biasa dengan orang-orang lainnya, tidak akan berefek besar pada kita yang sehat.

Baca Juga: Hati-hati Tifus dan Hepatitis A Jika Anak Sering Makan Sembarangan!

Bahaya Virus Hepatitis A

hepatitis-a.jpg

Foto: Medicalnewstoday.com

Perlu Moms ketahui, hepatitis A adalah penyakit hati yang disebabkan oleh virus hepatitis A juga. Virus ini menyebar ketika orang yang tidak terinfeksi (dan tidak divaksinasi) mengonsumsi makanan atau air yang terkontaminasi dengan kotoran orang yang terinfeksi.

Penyakit ini erat kaitannya dengan air atau makanan yang tidak bersih, sanitasi yang tidak memadai, dan kebersihan dari diri sendiri yang kurang terjaga.

"Virus hepatitis A umum terjadi di lingkungan yang sanitasinya tidak layak. Virus ini menyebar melalui makanan dan air yang terkontaminasi," jelas Deborah Weatherspoon, PhD, RN, CRNA, profesor di bidang keperawatan, seperti dikutip dari Medicalnewstoday.com.

Tidak seperti hepatitis B dan C, infeksi hepatitis A tidak menyebabkan penyakit hati kronis dan penyakit fatal. Namun dapat menyebabkan gejala yang mengurangi tenaga dan hepatitis fulminan (gagal hati akut), yang seringkali berakibat fatal.

Berdasarkan penjelasan dari World Health Organization, hepatitis A terjadi secara sporadis dan epidemi di seluruh dunia, dengan kecenderungan terus berulang. Virus hepatitis A adalah salah satu penyebab paling umum dari infeksi bawaan makanan.

Penyakit ini dapat menyebabkan konsekuensi ekonomi dan sosial yang signifikan di masyarakat. Diperlukan waktu berminggu-minggu, bahkan berbulan-bulan bagi orang yang baru sembuh dari penyakit ini untuk memperoleh kesembuhan total dan beraktivitas seperti biasa. Misalnya kembali bekerja, bersekolah, atau melakukan kegiatan sehari-hari.

Untuk terhindar dari virus ini, semua orang tanpa terkecuali harus memperoleh vaksin hepatitis A, terutama mereka yang memiliki sistem kekebalan tubuh lemah.

“Vaksin Hepatitis A dapat bertahan 20 hingga 30 tahun. Tes darah dapat dilakukan untuk mengkonfirmasi apakah seseorang masih memiliki kekebalan terhadap virus atau tidak,” kata Dr. Vishwas Vanar, profesor di University of Central Florida.

Baca Juga: Kenali Bahaya dan Risiko Jika Ibu Hamil Terkena Hepatitis A

Itulah hal-hal yang perlu Moms ketahui tentang penyakit hepatitis A. Ingat Moms, mencegah lebih baik daripada mengobati.

Artikel Terkait