DI ATAS 5 TAHUN
9 Maret 2019

Kenali Diskalkulia, Gangguan yang Membuat Anak Sulit Belajar Matematika

Jangan marah dulu kalau Si Kecil tidak pandai berhitung, Moms
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Intan Aprilia
Disunting oleh Intan Aprilia

Anak kesulitan belajar matematika bukan berarti tidak pintar atau lambat berpikir lho, Moms.

Kalau sudah coba diterangkan dengan berbagai cara tapi masih saja sulit mengerti konsep matematika, bisa jadi Si Kecil memiliki kondisi diskalkulia.

Bila disleksia adalah gangguan belajar yang berkaitan kemampuan baca tulis, maka diskalkulia pada anak adalah gangguan belaja yang berkaitan dengan angka dan konsep matematika.

Walau penyebabnya belum diketahui secara pasti, gangguan belajar pada anak ini diduga dipengaruhi oleh beberapa faktor, seperti keturunan, perkembangan area otak, kondisi saat lahir, serta cedera otak.

Dari berbagai hasil riset juga diketahui bahwa sekitar 5 persen sampai 7 persen anak usia sekolah dasar memiliki kondisi diskalkulia.

Yuk Moms, baca informasi di bawah ini untuk tahu lebih banyak tentang diskalkulia pada anak!

Baca Juga: 8 Kiat Agar Homeschooling Balita Berjalan Lebih Efektif

Tanda Diskalkulia Pada Anak

diskalkulia, gangguan belajar yang membuat anak kesulitan belajar matematika 1

Moms, tanda diskalkulia pada anak sebenarnya sudah bisa terlihat sejak usia balita, seperti:

- Bila dibandingkan anak seumurnya, dia kesulitan belajar berhitung dan sering melompat angka saat berhitung.

- Sulit menghubungkan angka dengan objek.

- Sulit mengenali pola, seperti dari kecil ke besar atau dari tinggi ke pendek.

- Kesulitan menghubungkan simbol dan lisan, seperti simbol angka 3 dengan ucapan kata “tiga.”

Setelah memasuki sekolah dasar dan belajar matematika berdasarkan kurikulum, tanda diskalkulia anak akan semakin terlihat jelas, seperti:

- Anak kesulitan belajar konsep matematika sederhana, seperti 3+4=7.

- Tidak bisa menghitung secara abstrak dan masih menggunakan jari tangan untuk menghitung.

- Kesulitan membedakan tanda matematika seperti + (tambah) dan - (kurang), serta menggunakannya dengan benar.

- Kesulitan memahami kalimat matematika seperti lebih besar dari dan kurang dari.

Jadi kalau anak tidak kunjung mengerti konsep matematika sederhana, jangan langsung dimarahi apalagi dicap bodoh ya, Moms. Sebaiknya perhatikan dulu berbagai tanda diatas agar tahu akar masalahnya.

Baca Juga: Ikuti 5 Cara Seru Ini Untuk Bantu Anak Belajar Matematika

Efek Samping Diskalkulia

diskalkulia, gangguan belajar yang membuat anak kesulitan belajar matematika 2

Yang menarik, kondisi diskalkulia pada anak ternyata tidak hanya berhubungan dengan pelajaran matematika di sekolah saja lho, Moms.

Anak yang memiliki diskalkulia juga mengalami kesulitan dalam beberapa hal, seperti kesulitan dalam mengingat nomor telepon, menghitung uang kembalian, mengukur jarak, mengingat arah, ataupun membaca jam.

Walau diskalkulia membuat anak kesulitan belajar matematika, bukan berarti dia tidak menguasai pelajaran lain lho, Moms.

Bisa saja dia memiliki prestasi yang cemerlang dalam pelajaran bahasa Inggris, olahraga, atau kesenian.

Baca Juga: 5 Cara Membantu Anak Kinestetik Belajar di Rumah

Membantu Anak Dengan Diskalkulia

diskalkulia, gangguan belajar yang membuat anak kesulitan belajar matematika 3

Bila melihat berbagai tanda di atas dan mencurigai kalau anak memiliki diskalkulia, Moms bisa berkonsultasi dengan dokter dan spesialis untuk mengetahui lebih jelas kondisinya.

Walau tidak ada pengobatan untuk diskalkulia, ada beberapa profesional yang bisa Moms datangi untuk membantu meringankan gangguan belajar anak, seperti guru pendidikan khusus, terapis pendidikan, psikolog anak, atau neuropsikolog anak.

Anak kesulitan belajar matematika karena diskalkulia bukan akhir dari pencapaian akademisnya ya, Moms. Terus dukung dan gali kemampuannya di bidang lain agar dia terus semangat belajar.

Kira-kira, cara apa yang bisa dilakukan agar Si Kecil semakin mudah belajar matematika ya, Moms?

(WA)

Artikel Terkait