3-5 TAHUN
30 September 2019

Kenali Gejala Anemia pada Balita yang Bisa Menyerang Sang Buah Hati

Jangan sampai kondisi kekurangan darah mengganggu pertumbuhan si Kecil!
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Dina Vionetta
Disunting oleh Dina Vionetta

Kurang darah atau lazim disebut anemia adalah suatu kondisi ketika tubuh kekurangan sel darah merah yang sehat. Sel darah merah sendiri berfungsi mengangkut oksigen ke seluruh organ di tubuh.

Dikutip dari situs web Duke Health, lembaga kesehatan dunia WHO memperkirakan sepertiga dari populasi dunia memiliki jumlah sel darah merah yang rendah akibat kekurangan zat besi.

Kebutuhan Zat Besi dalam Tubuh Balita

Kenali gejala anemia pada balita (1).jpg

Foto: momjunction.com

Sumsum tulang membutuhkan zat besi untuk memproduksi hemoglobin, yaitu molekul protein yang terdapat di dalam sel darah merah. Tanpa zat besi yang cukup, tubuh tidak dapat memproduksi hemoglobin yang cukup untuk sel darah merah.

Di Amerika Serikat, sekitar 5% balita berusia 12−36 bulan menderita anemia. Sebanyak 40% dari anemia pada balita tersebut disebabkan oleh kekurangan zat besi.

Dalam situs web Duke Health, Jennifer Rothman, M.D., ahli hematologi pediatri dan direktur rekanan Duke Pediatric Sickle Cell Clinic menjelaskan, WHO mendefinisikan anemia pada balita bila jumlah zat besi di tubuh si Kecil kurang dari 11 gm/dL.

Zat besi merupakan mikronutrien penting bagi tubuh dan merupakan nutrisi esensial bagi pertumbuhan balita.

“Anak yang suka pilih-pilih makanan dan yang menjalani diet ketat karena alergi terhadap makanan tertentu biasanya berisiko paling tinggi [kekurangan zat besi],” kata Sarah Krieger, R.D., juru bicara American Dietetic Association yang berbasis di St. Petersburg, Florida.

Baca Juga: Ketahui Gejala dan Langkah Mencegah Anemia Pada Anak

Gejala Anemia pada Balita

Kenali gejala anemia pada balita (2).jpg

Foto: momjunction.com

Moms, yuk kenali gejala anemia pada balita akibat kekurangan zat besi:

  • Kulit, bibir, atau tangan terlihat pucat
  • Terlihat kelelahan atau mengantuk
  • Tidak berselera makan
  • Detak jantung cepat
  • Lidah terlihat lebih merah dari biasanya
  • Ujung bibir pecah-pecah
  • Kuku rapuh
  • Si Kecil ingin memakan benda-benda yang bukan makanan, seperti es, kertas, kotoran, cat, bantal sofa

Gejala yang paling menonjol, menurut Frank Greer, M.D., ketua American Academy of Pediatrics Committee on Nutrition, adalah anak menjadi sangat mudah lelah. “Dia jadi tidak bersemangat untuk bermain dan lebih ingin tidur,” kata dokter Greer.

Bila Moms melihat ada salah satu dari gejala tersebut, segera bawa si Kecil ke dokter. Jangan biarkan anemia pada balita berlangsung terlalu lama.

Baca Juga: Anemia Aplastik Pada Bayi, Bagaimana Gejala dan Pengobatannya?

Anemia pada Balita bisa Menurunkan Performa Anak

Kenali gejala anemia pada balita (3).jpg

Foto: armadahospital.com

Dikutip dari situs web Web MD, berdasarkan sebuah studi, kekurangan zat besi dapat mempengaruhi performa anak di sekolah.

Para peneliti menemukan bahwa anak-anak, terutama anak perempuan, dengan jumlah zat besi rendah mempunyai performa [belajar] yang lebih buruk dalam ujian terstandardisasi dibandingkan teman-teman sebayanya yang tidak kekurangan nutrisi.

Peneliti studi tersebut, Andrew Aligne, M.D., dosen bidang pediatri dari University of Rochester School of Medicine di New York mengatakan, “Banyak data yang menunjukkan anemia dapat memicu timbulnya masalah pada perilaku dan pembelajaran. [Melalui studi ini] kami ingin mengetahui apakah kekurangan zat besi pada tingkat yang lebih rendah juga menjadi sumber masalah.”

Itulah gejala anemia pada balita dan bahayanya. Harus selalu waspada dan cepat melihat gejalanya!

Baca Juga: Merasa Lemas Karena Kurang Zat Besi, Ini 4 Makanan untuk Penderita Anemia

(AN)

Artikel Terkait