2-3 TAHUN
9 Oktober 2020

Kenali Gejala dan Penyebab Terjadinya Rasa Takut Berlebih pada Anak

Simak ya Moms penjelasannya!
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Orami
Disunting oleh Ikhda Rizky Nurbayu

Setiap anak memiliki jenis fobianya sendiri. Seperti fobia pada unggas, laba-laba, ruang gelap, atau ruang sempit. Namun, ada juga beberapa anak yang justru mengalami rasa takut berlebih saat ia harus berada di tempat terbuka.

“Orang dengan agoraphobia khawatir bahwa sesuatu yang buruk akan terjadi jika mereka keluar rumah. Saat berada di luar, mereka merasa bahwa dunia adalah tempat yang tidak aman, tidak dapat melarikan diri, dan tidak akan ada orang yang dapat membantu mereka," jelas dokter Jamie Howard, PhD, seorang psikolog anak di Child Mind Institute, Amerika.

Penyebab Rasa Takut Berlebih Pada Anak

agoraphobia pada anak, anak mengalami agoraphobia

Foto: mindyra.com

Dikutip dari Mayo Clinic, agoraphobia adalah jenis gangguan kecemasan di mana penderita merasa takut dan menghindari tempat atau situasi yang dapat menyebabkan ia panik dan membuatnya merasa terjebak, tidak berdaya atau malu.

Penderita takut pada situasi aktual atau yang diantisipasi, seperti menggunakan transportasi umum, berada di ruang terbuka atau tertutup, berdiri dalam antrean, atau berada di tengah orang banyak.

Penyebab utama rasa takut berlebih pada anak tidak dapat dipastikan. Namun, pada anak bisa terjadi secara sadar atau tidak sadar. Sayangnya, tidak jarang seorang anak yang menderita agoraphobia memiliki gangguan kecemasan lainnya.

Baca Juga: Apa Penyebab Trypophobia?

“Kecemasan sosial adalah kekhawatiran bahwa Anda akan mempermalukan diri sendiri melakukan hal-hal sehari-hari. Untuk seorang anak yang memiliki kecemasan sosial dan agorafobia, itu akan membuatnya merasa ia akan mempermalukan diri sendiri dan kemudian saya tidak akan bisa kemana-mana," ungkap dokter Jamie.

Gejala Anak yang Mengalami Agoraphobia

agoraphobia pada anak, anak mengalami agoraphobia

Foto: kinzoo.com

Anak yang menderita agoraphobia umumnya akan merasa cemas dan stres ketika mereka memikirkan atau berada di tempat atau situasi dimana bantuan mungkin tidak tersedia. Inilah yang membuat mereka sulit keluar dan merasa sangat malu.

Mereka juga bisa merasa bahwa terdapat ancaman untuk mereka jika mereka berada di luar rumah. Anak-anak akan menghindari situasi yang memicu perasaan seperti ini.

Namun, untuk gejala fisik yang terkait dengan rasa takut berlebih pada anak seperti agoraphobia dapat mencakup gejala serangan panik, seperti:

  • Detak jantung yang cepat
  • Keringat berlebihan
  • Kesulitan bernapas
  • Merasa goyah, mati rasa, atau kesemutan
  • Nyeri dada
  • Sakit kepala ringan atau pusing
  • Tubuh tiba-tiba memerah atau menggigil
  • Sakit perut atau diare
  • Tidak bisa mengontrol diri
  • Takut akan kematian

Baca Juga: Inilah 9 Jenis Fobia yang Paling Banyak Diderita Orang, Salah Satunya Kotoran!

Mengatasi Rasa Takut Berlebih pada ANak

Dikutip dari Parenting, ada tiga hal yang dapat Moms dan Dads lakukan untuk membantu Si Kecil yang mengalami rasa takut berlebih. Berikut ini tindakan yang bisa Moms dan Dads coba.

1. Bantu Ia Merasa Aman dari Rasa Takutnya

agoraphobia pada anak, anak mengalami agoraphobia

Foto: thriveworks.com

"Cari tahu apa yang dikatakan pikiran mereka kepada mereka. Apakah ia takut jika seekor anjing menggigitnya, ia akan mati atau kehilangan anggota tubuh?" ungkap Tamar Chansky, Ph.D., seorang psikolog klinis dan penulis Freeing Your Child from Anxiety.

Anak-anak dapat memiliki ide-ide yang agak tidak realistis tentang apa yang akan terjadi, dan tugas Moms adalah untuk dengan lembut memperbaiki kesalahpahaman mereka.

Cobalah mengatakan sesuatu seperti, “Oh, jika kamu berpikir seekor anjing dapat menggigit kakimu, tidak heran jika kamu takut!”.

Cari tahu dengan spesifik ketakutan mereka pada anjing tertentu atau semua anjing, kegelapan atau malam hari.

2. Paparkan Pada Anak

agoraphobia pada anak, anak mengalami agoraphobia

Foto: thriveworks.com

Bukan memaksa mereka menghadapi rasa takut berlebih pada anak secara ekstrem, melainkan berikan informasi sebanyak mungkin mengenai apa yang ia takutkan dan lakukan hal ini secara bertahap. Tujuannya adalah untuk mengekspos anak pada pemikiran bahwa hal itu tidak menakutkan. Dengan demikian, diharapkan anak bisa mengganti responsnya dan jadi lebih tenang serta rasional.

Jika hal ini sulit dilakukan, Moms bisa meminta bantuan terapis. Jika ia mengalami kemajuan jangan lupa berikan pujian, ya.

Baca Juga: Sering Bergidik Melihat Pola Gambar Ini? Mungkin Mom Alami Trypophobia

3. Tuntun Pikiran Anak ke Arah Positif

agoraphobia pada anak, anak mengalami agoraphobia

Foto: understood.org

Daripada bertanya, "Nanti takut nggak kalau ditinggal di sekolah?" ada baiknya Moms menuntun pikiran anak yang mengalami rasa takut berlebih pada anak ke arah yang lebih positif.

Gunakan kalimat seperti, "Semoga hari ini menyenangkan di sekolah, ya!" Dengan demikian anak pun akan menangkap perasaan positif yang Moms berikan padanya.

Kenyamanan dan rasa cinta yang orang tua berikan tentu dapat membantu anak yang merasakan rasa takut berlebih dapat menghadapi situasi lebih baik lagi.

Artikel Terkait