PASCA MELAHIRKAN
30 Maret 2020

4 Penyebab Postnatal Depression pada Ayah dan Gejalanya, Catat!

Jika Moms bisa terkena postpartum depression, Dads bisa terkena postnatal depression lho
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Phanie Fauziah
Disunting oleh Orami

Jam tidur tidak teratur, kebiasaan yang tak biasa, tangisan bayi, menumpuknya pekerjaan rumah, dan berbagai masalah yang membebani Moms setelah melahirkan biasanya menjadi faktor penyebab postpartum depression.

Selama ini yang kita ketahui depresi pascamelahirkan hanya terjadi pada Moms. Padahal ternyata depresi pascamelahirkan atau adanya anggota baru dalam pernikahan juga bisa terjadi pada Dads lho. Kondisi tersebut dikenal dengan istilah Postnatal Depression.

Sebuah laporan dalam Journal of American Medical Association menemukan bahwa 10 persen pria di seluruh dunia menunjukkan tanda-tanda depresi sejak trimester pertama kehamilan istri mereka hingga enam bulan setelah anak itu lahir.

Jumlah itu meningkat hingga 26 persen selama periode tiga hingga enam bulan setelah kedatangan bayi.

Penyebab Postnatal Depression pada Ayah

Kenali Posnatal Depression yang Terjadi pada Dads.jpg

Seperti apa postnatal depression yang dialami Dads setelah kehadiran Si Kecil? Seperti apa tanda-tanda dan gejalanya? Yuk simak ulasannya di bawah ini.

Baca Juga: 7 Sifat dan Fakta Anak Pertama yang Belum Banyak Diketahui

1. Fluktuasi Hormon

Secara alami, depresi pascapersalinan yang dialami seorang ibu sebagian besar dipicu oleh fluktuasi hormon. Tapi ternyata penelitian menunjukkan bahwa hormon lelaki juga berubah-ubah selama kehamilan dan setelah kelahiran, dengan alasan yang masih belum diketahui.

Tingkat testosteron turun, estrogen, prolaktin, dan kortisol naik. Beberapa pria bahkan mengalami gejala seperti mual dan penambahan berat badan.

Dilansir dari laman Parents, Will Courtenay, PhD, LCSW, juga dikenal sebagai "The Men's Doc," penulis Dying to Be Men (Routledge, 2011), sekaligus pendiri SadDaddy.com, memaparkan bahwa, ahli biologi evolusi menduga, fluktuasi hormon merupakan cara alami untuk memastikan bahwa ayah tetap tinggal dan terikat dengan bayi mereka.

2. Kelelahan dan Kurang Tidur

Rasa lelah dan kurang tidur mungkin adalah penyebab terbesar saat depresi, tapi terdapat beberapa penyebab lainnya, termasuk riwayat penyakit, hubungan yang kurang baik antara Dads dengan Moms, masalah keuangan atau stres, bayi yang sakit, kolik, hingga bayi prematur.

3. Masa Lalu yang Kurang Baik

Pria yang pernah mengalami kehilangan orang-orang yang dicintai baik sebelum menjadi orang tua atau saat tumbuh dewasa juga sangat berisiko lebih tinggi untuk mengalami depresi.

Bahkan Sara Rosenquist, Ph.D., seorang terapis di Chapel Hill, North Carolina menegaskan bahwa, setiap orang tua yang menghadapi emosi yang tidak terkontrol dan hubungan sosial yang kurang baik saat ia kecil, maka berisiko terkena depresi.

Baca Juga: Kadang Bikin Bingung, Ternyata Ini Perbedaan Baby Blues dan Postpartum Depression

4. Kesedihan yang Terpendam

Laki-laki memang dikenal memiliki jiwa yang tangguh dan tidak rapuh, padahal menurut Dr Courtenay, ketika pria mulai merasa cemas, kosong, atau tidak terkendali, tidak ada yang memahaminya, mereka tentu saja tidak meminta bantuan tapi memendam kesedihannya.

Sedangkan perempuan, di sisi lain, cenderung memiliki teman untuk berbagi keluh kesah lebih banyak termasuk di jejaring sosial, sehingga ketika kehamilan berlangsung ia akan tetap tenang.

Sementara hampir semua suami diam-diam selalu menganggap mereka sendirian dalam perasaan sedih atau takut menjadi seorang ayah.

Gejala Postnatal Depression pada Dads

Kenali Posnatal Depression yang Terjadi pada Dads 3.jpg

Foto: Orami Photo Stock

Postpartum Depression berbeda dengan Postnatal Depression ataupun Daddy Blues, yang dapat dialami banyak ayah baru. Hal ini dikarenakan pria akan merasa lebih baik ketika ia melakukan kegiatan yang bisa membuat pikirannya tenang. Misalnya, mendapat sedikit tidur tambahan, pergi ke gym, atau makan siang dengan teman-teman.

Tetapi karena ini merupakan depresi hal-hal ini tidak akan membuatnya merasa lebih baik, bahkan gejalanya lebih parah dan lebih lama. Jika 'blues' bertahan lebih dari dua atau tiga minggu, itu bisa dikatakan depresi.

Tapi beberapa pria juga menunjukkan gejala klasik kesedihan mendalam, mudah tersinggung, gelisah, atau marah, bahkan Dads mungkin akan mengalami sesak napas, jantung berdebar, atau serangan panik.

Dads mungkin merasa tidak berharga; kehilangan minat pada seks atau aktivitas yang biasanya membuat mereka senang, bahkan hal yang lebih buruknya Dads terlibat dalam perilaku berisiko, seperti menyalahgunakan alkohol atau narkoba, hingga perjudian.

Baca Juga: Jangan Menyapih Anak Saat Alami 4 Kondisi Ini

Bagi Moms dan Dads yang hendak akan memiliki bayi, ketahui dan pelajari akan hal ini agar bisa mengantisipasi kemungkinan terjadinya postnatal depression pada Dads.

(PSF/ERN)

Artikel Terkait