BALITA DAN ANAK
3 Juni 2020

Kenali Tanda dan Gejala Strabismus Pada Balita

Strabismus atau mata juling pada balita ternyata bisa disembuhkan, lho Moms!
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Dona Handayani
Disunting oleh Ikhda Rizky Nurbayu

Strabismus atau istilah umum yang kita kenal dengan mata juling adalah kondisi dimana kedua bola mata tidak dapat melihat pada arah atau titik yang sama. Kondisi ini merupakan masalah pada penglihatan dan sering ditemukan pada anak usia balita.

Bayi yang baru lahir biasanya memiliki fokus mata yang tidak stabil, tetapi hal ini normal terjadi. Ketika mereka menginjakkan usia 4 – 6 bulan, barulah bayi mulai belajar untuk melihat suatu objek secara fokus. Namun, jika Si Kecil tidak menunjukkan hal demikian, bisa jadi hal itu merupakan tanda dan gejala dari strabismus.

Mengutip Eugene M. Helveston, Ophthalmologist, dalam jurnal pada ncbi.nlm.nih.gov, “Untuk mencapai penglihatan normal, mata harus melihat dengan baik, disejajarkan kearah yang sama, dan difokuskan dengan benar pada objek yang sama. Untuk mempertahankan keselarasan, mata juga harus bergerak secara terkoordinasi. Ini adalah suatu proses yang melibatkan dua belas otot yang berbeda, enam di setiap mata”.

Hal inilah yang tidak terjadi pada kondisi mata juling. Pada balita yang mengalami strabismus, otot-otot mata tidak bekerja dengan benar untuk mengontrol pergerakan mata sehingga tidak berfungsi semestinya. 

Baca Juga: 3 Masalah Mata yang Umum Dialami Bayi

Tanda Strabismus pada Balita

Seperti dilansir dalam Stanford Health Care, terdapat beberapa tanda strabismus yang bisa Moms lihat pada balita, antara lain:

1. Memiliki Fokus Mata yang Berbeda

strabismus1.jpg

Foto: visionforlifeworks.com

Mata dalam kondisi normal memiliki arah pandang yang sama. Sementara itu, balita dengan kondisi strabismus memiliki beberapa jenis arah pandangan yang berbeda, yakni esotropia (mengarah ke dalam), exotropia (mengarah ke luar), hypertropia (mengarah ke atas), dan hypotropia (mengarah ke bawah).

2. Mata yang Tidak Bergerak Bersamaan

strabismus2.jpg

Foto: healthjade.com

Tanda lain yang paling kentara dari strabismus ada mata yang tidak bergerak bersamaan. Balita dengan mata juling biasanya akan kesulitan melihat satu objek secara fokus.

Seringkali juga, mata balita yang juling tidak akan bergerak secara bersamaan dan bisa mengarah ke beberapa fokus dalam satu waktu.

Baca Juga: Mengenal Strabismus, Mata Juling pada Bayi

3. Sensitif Terhadap Cahaya yang Terang / Silau

strabismus3.jpg

Foto: rebuildyourvision.com

Mata balita tidak kuat menangkap cahaya yang terlalu terang / silau dan cenderung menutup mata atau memalingkan pandangannya pada objek lain. Hal ini disebabkan oleh sensitivitas yang berbeda antara satu mata dengan yang lainnya.

Tanda ini memang sulit dibedakan dengan balita yang memiliki mata normal. Namun, Moms bisa coba mengonsultasikan pada dokter anak apabila melihat tanda atau gejala aneh yang berhubungan dengan sensitivitas anak terhadap cahaya.

4. Perlu Memiringkan atau Memutar Kepala untuk Melihat Suatu Objek

strabismus4.jpg

Foto: doctorsofoptometry.ca

Anak tampak kesulitan untuk melihat suatu objek dengan posisi tertentu karena kemampuan visual kedua mata yang berbeda. Jadi, mereka akan cenderung memiringkan atau memutar kepalanya ketika melihat suatu objek.

Baca Juga: Mata Bayi Kuning, Apa yang Salah?

5. Lemahnya Penglihatan Balita

strabismus5.jpg

Foto: toledovisiontherapy.com

Balita dengan kondisi mata juling biasanya memiliki kualitas penglihatan yang lebih buruk dibanding dengan mata normal.

Balita yang mengalami strabismus biasanya akan memiliki penglihatan yang kabur saat melihat objek. Mereka akan kesulitan melihat objek yang ada di depannya secara jelas sehingga besar kemungkinan untuk terjatuh atau menabrak sesuatu.

Pengobatan strabismus saat ini semakin berkembang, berbagai cara seperti penggunaan kacamata, penutup mata, sampai operasi otot mata pun dapat dilakukan oleh tenaga medis untuk mengembalikan fungsi dan kondisi mata menjadi normal.

Baca Juga: Mata Juling pada Bayi, Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya

Tanda dan gejala strabismus pada setiap balita bisa berbeda-beda. Jika Moms menemukannya pada Si Kecil, kami sarankan untuk segera lakukan konsultasi ke dokter ya supaya dapat dilakukan pengobatan untuk memaksimalkan fungsi penglihatannya.

Artikel Terkait