2-3 TAHUN
3 Desember 2020

Ketahui Penyebab Feses Bayi Tidak Cocok Susu Formula Berikut Ini

Kandungan protein pada susu formula membuat bayi lebih sering mengedan saat BAB
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Dresyamaya
Disunting oleh Amelia Puteri

Karena alasan tertentu, Moms mungkin belakangan ini mulai memberikan susu formula pada Si Kecil. Susu formula dapat menjadi selingan konsumsi Si Kecil apabila ia sedang tidak minum ASI.

Sayangnya, setelah minum susu formula Moms menemukan bahwa fesesnya menjadi lebih keras atau berbeda dari biasanya. Apakah Si Kecil mengalami konstipasi karena minum susu formula?

Penting bagi ibu untuk mengenali tekstur feses bayi tidak cocok susu formula. Ada beberapa kasus ditemukan anak yang tidak cocok dengan susu formula, akibatnya pencernaan terganggu.

Menurut Northwestern Medicine, normalnya warna feses bayi adalah kuning dan coklat gelap dalam beberapa hari awal mengonsumsi susu formula.

Memang, setiap bayi bentuk fesesnya berbeda-beda. Ini tergantung pada makanan dan minuman yang dikonsumsi, dan itu semua adalah hal yang normal.

Warna feses hijau pada bayi mungkin akan mengejutkan untuk sebagian Moms.

Namun tenang saja, warna feses ini menunjukkan bahwa bayi mengonsumsi susu formula yang mengandung banyak zat besi, ini menurut penjelasan dari studi Pregnancy Birth Baby.

Baca Juga: Ini Penyebab Bayi Muntah Setelah Minum Susu Formula

Bentuk Feses Bayi Tidak Cocok Susu Formula

Feses bayi keras akibat minum susu formula

Foto: Orami Photo Stock

Biasanya bayi yang diberi susu formula, dapat buang air besar hingga lima kali sehari setelah lahir. Namun ini masih berubah-ubah, mungkin menjadi sekali sehari.

Frekuensi BAB pada bayi bervariasi. Pada awal bayi lahir adalah normal bila bayi BAB sehari sampai 8 kali, namun ada bayi yang tidak BAB sampai 3 hari tapi hanya buang air kecil.

Jika bayi tidak menunjukan gejala sakit perut dan tidak nyaman di perut maka hal ini tidak perlu dicemaskan.

Bayi yang terasa masih lapar setelah mengonsumsi ASI, boleh dilanjutkan dengan minum susu formula yang aman dikonsumsi bayi.

Namun tak semua bayi cocok minum susu formula, beberapa gangguan pencernaan terjadi seperti diare, gatal-gatal, mudah rewel, demam, hingga masalah serius lainnya.

Baca Juga: Waspadai Tanda-tanda Bayi Alergi Susu Formula

Masalah pencernaan seperti sakit perut, muntah, diare, konstipasi hingga feses berdarah perlu Moms ketahui dan segera kunjungi dokter untuk mendapatkan perawatan.

Bentuk feses bayi tidak cocok susu formula biasanya terasa lebih keras dan berbau yang awalnya didahului dengan gangguan pencernaan.

Bayi yang mengonsumsi susu formula lebih rentan mengalami konstipasi jika dibandingkan bayi yang minum ASI. Hal ini karena pada susu formula mengandung banyak protein, sehingga kesulitan buang air besar sering terjadi pada bayi.

“Kandungan protein pada susu formula sering kali membuat feses bayi menjadi lebih keras sehingga bayi kerap mengedan saat buang air besar,” ujar , dr. Rifan Fauzie, Sp.A dari RSAB Harapan Kita.

Proses pencernaan pada bayi yang mengonsumsi susu formula lebih padat dibandingkan konsumsi ASI. Maka, ini menyebabkan penyerapan kembali air feses di dalam usus lebih tinggi, sehingga menyebabkan feses bayi lebih keras saat minum susu formula.

Apabila Moms ingin tetap memberikan susu formula, carilah susu formula yang cocok dikonsumsi bayi, atau konsultasikan dengan dokter terlebih dahulu.

Baca Juga: Nutrisi Penting dalam Susu Formula Kedelai bagi Tubuh

Penyebab Feses Keras Akibat Susu Formula

Penyebab Feses Bayi Keras karena Susu Formula Tidak Cocok

Foto: Orami Photo Stock

Ada bentuk feses bayi tidak cocok susu formula yang keras. Lantas ada beberapa penyebab lain yang menyebabkan feses keras pada bayi jika diberikan susu formula.

Berikut ini adalah penyebab feses keras pada bayi akibat susu formula:

1. Baru Pertama Kali Minum Susu Formula

Bukan hal yang aneh bagi bayi yang pertama kali minum susu formula, setelah sebelumnya mengonsumsi ASI eksklusif, mengalami konstipasi atau fesesnya cenderung lebih keras untuk waktu yang singkat karena sistem pencernaannya sedang beradaptasi dengan susu formula.

Apalagi jika susu formula yang dikonsumsi Si Kecil memiliki kandungan tambahan tertentu. Hal ini bisa menjadi penyebab yang memengaruhi feses bayi tidak cocok susu formula.

Healthy Children bahkan menyebutkan bahwa bayi yang diberi susu formula biasanya BAB setidaknya sekali sehari, tetapi bisa saja tidak BAB selama 1 sampai 2 hari.

Jadi, Moms tidak perlu khawatir lagi jika beberapa hari ke depan Si Kecil masih kembali ke frekuensi BAB dengan tekstur yang tergolong normal.

Baca Juga: Kenapa Feses Bayi Berlendir Hijau?

2. Konsumsi Susu Formula Berlebihan

Susu formula dapat membuat feses bayi lebih keras

Foto: Orami Photo Stock

“Susu formula lebih kental dari ASI, sehingga bisa memakan waktu lebih lama untuk melewati saluran pencernaan bayi,” kata Katherine Williamson, seorang dokter anak bersertifikat di CHOC Children’s di Orange, Canada.

Kadang-kadang molekul di dalam susu formula lebih sulit dicerna, yang dapat menyebabkan masalah saluran pencernaan lainnya selain feses keras pada bayi.

Apakah Moms sudah tahu berapa banyak susu yang dibutuhkan oleh bayi sesuai usianya?

3. Susu Formula Tidak Diseduh Dengan Baik

Kebanyakan orang tua sering kali tergoda untuk membuat susu formula yang lebih kental dengan tujuan agar buah hatinya lebih kenyang.

Banyak orang tua juga berpikir susu formula dapat menambah berat badan bayi.

Padahal, dalam studi Bladder and Bowel UK disebutkan bahwa proses penyiapan susu formula pada petunjuk kemasan kerap kali tidak sesuai.

Terlalu pekat atau kurang air justru dapat menyebabkan feses bayi tidak cocok susu formula menjadi keras.

Bukannya membuat Si Kecil lebih kenyang, menambahkan terlalu banyak bubuk susu formula dapat membuat bayi mengalami dehidrasi, yang kemudian menyebabkan konstipasi.

Baca Juga: 5 Kesalahan dalam Menyiapkan Susu Bubuk Formula

4. Alergi Pada Protein Susu Sapi atau Kedelai

Penyebab susu formula membuat feses bayi keras

Foto: Orami Photo Stock

Jika Moms mencoba memberikan susu formula berbahan utama susu sapi atau kedelai, maka penyebab feses bayi tidak cocok susu formula yang berbentuk keras yang paling mungkin adalah alergi terhadap kandungan tersebut.

Bayi yang mengalami alergi susu sapi atau kedelai dapat mengalami sembelit, kembung, dan ketidaknyamanan lainnya. Sehingga ini juga menyebabkan feses bayi megeras akibat tidak cocok susu formula tertentu.

Baca Juga: Anak Alergi Susu Sapi, Bagaimana Cara Mengatasinya?

5. Gejala Masalah Medis Pada Bayi

Meskipun mengetahui bahwa sembelit atau feses keras pada bayi dapat menjadi pertanda kondisi medis, seperti masalah dengan sistem pencernaan.

Mengetahui penyebab pasti feses keras pada bayi bukanlah hal yang mudah. Salah menduga bisa jadi membuat Moms semakin khawatir atau justru keliru memberikan perawatan.

Maka dari itu, segera hubungi dokter jika Moms mendapati kondisi yang mengkhawatirkan pada Si Kecil seperti feses bayi tidak cocok susu formula berbentuk keras.

Cara Mengatasi Feses Keras

Cara mengatasi feses keras tidak cocok susu formula

Foto: Orami Photo Stock

Feses bayi tidak cocok susu formula yang keras memang membuat Moms atau Dads mengerinyit dahi karena tidak tega dengan pencernaan anak.

Anak menjadi lebih banyak mengeluarkan energi untuk mengejan. Namun ada beberapa cara untuk mengatasi feses keras seperti berikut ini.

1. Memijat Lembut

Pijat lembut di bagian perut bawah bayi secara perlahan. Ini agar pencenaan bayi dalam memproses susu formula lebih mudah dan ringan.

Dengan gerakan memijat, ini juga mendorong feses bayi dari usus agar lebih mudah untuk dikeluarkan.

Tapi ingat, pijatlah di saat bayi tidak sedang mengonsumsi susu atau setelah minum susu, karena ini akan menyebabkan bayi muntah.

Pijatlah di jam-jam tertentu seperti setelah mandi atau ketika ingin tidur.

Baca Juga: Sudah Tahu Moms, Bahaya Menghangatkan Susu Formula?

2. Susu Formula Khusus

Memberikan Susu Formula Tertentu untuk Bayi Tidak Cocok Susu Formula

Foto: Orami Photo Stock

Feses bayi keras karena tidak cocok dengan susu formula tertentu, maka pilihlah susu formula merek lain.

Ketika Moms mengganti susu formula Si Kecil dengan merek yang lain, ini sangat mungkin menyebabkan fesesnya keras atau konstipasi untuk sementara waktu.

Namun ini adalah proses adaptasi pencernaan bayi ketika beralih ke susu formula lain.

Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), hal ini terjadi karena usus beberapa bayi cenderung lebih sensitif terhadap merek susu formula tertentu. Kandungan lemak dan protein pada susu formula memang tidak se eksklusif ASI.

Maka apabila bayi tidak cocok dengan susu formula, Moms bisa mencoba merek susu lainnya seperti susu bebas laktosa atau susu formula tertentu.

3. Berikan Jus Buah

Menurut studi Mayo Clinic, apabila feses bayi tidak cocok susu formula dengan bentuk keras, dapat dibantu dengan mengonsumsi air atau jus buah.

Setidaknya buah yang mengandung banyak air seperti apel atau pir. Namun cara ini tidak direkomendasikan untuk bayi usia di bawah enam bulan, ya Moms.

Konsultasi ke dokter terlebih dahulu cara terbaik untuk mengatasi feses bayi keras akibat tidak cocok susu formula.

Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) membolehkan pemberian susu formula pada bayi baru lahir dengan kondisi khusus tertentu. Seperti ASI memang tidak boleh dikonsumsi bayi, atau diperlukan tambahan susu formula disamping ASI eksklusif.

Namun, setiap keputusan pemberian susu fomula pada bayi perlu dipertimbangkan lagi agar menghindari feses bayi terlalu keras dan masalah pencernaan.

Artikel Terkait