PERNIKAHAN & SEKS
8 Februari 2020

8 Alasan Kenapa Korban KDRT Sulit Meninggalkan Rumah

Meski sudah disakiti berkali-kali, tetapi sulit bagi korban KDRT untuk meninggalkan rumah tangganya
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Serenata Kedang
Disunting oleh Intan Aprilia

Memiliki kehidupan rumah tangga yang harmonis tentu menjadi impian semua orang ketika memutuskan untuk menikah, akan tetapi dalam praktiknya tak jarang terdapat kekerasan dalam rumah tangga.

Kapolri Jenderal, Idham Azis melaporkan bahwa selama 2019 terdapat 6.574 kasus KDRT di Indonesia.

Bagi orang yang tidak pernah mengalami kekerasan dalam sebuah hubungan akan sedikit sulit untuk berempati dan mungkin memiliki pertanyaan mengapa kebanyakan korban KDRT tidak memilih untuk pergi saja meninggalkan rumah dan memulai hidup baru.

Alasan Korban KDRT Sulit Meninggalkan Rumah

Apakah Moms juga pernah memiliki pertanyaan demikian? Yuk, mari kita telusuri beberapa alasan para korban KDRT tidak mau meninggalkan rumah.

1. Rasa Takut

8 Alasan Kenapa Korban KDRT Tidak Mau Pergi dari Rumah 1.jpg

Foto: Pixabay.com

Pertama, rasa takut menjadi momok utama korban KDRT tidak pernah meninggalkan pasangan mereka yang abusif.

National Domestic Violence Hotline menjelaskan bahwa pergi begitu saja dari rumah saat seseorang mengalami KDRT bukanlah hal yang mudah dilakukan dan bisa lebih membahayakan keamanan korban.

Karena, tak jarang ketika korban memutuskan untuk pergi, pelaku kekerasan akan nekat dan melakukan tindakan yang lebih berbahaya lagi kepada korban dan bahkan bisa berujung hingga kematian.

2. Malu pada Keluarga Besar dan Lingkungan Sekitar

8 Alasan Kenapa Korban KDRT Tidak Mau Pergi dari Rumah 7.jpg

Foto: Freepik.com

Moms, beberapa korban memilih untuk tetap tinggal bersama pelaku kekerasan karena mereka malu mengakui bahwa mereka telah dianiaya.

Menjaga citra dan martabat keluarga besar lebih penting daripada harus mengakui bahwa mereka memiliki pasangan abusif dan mendapatkan sindiran dari lingkungan sekitar.

3. Rasa Percaya Diri yang Rendah

8 Alasan Kenapa Korban KDRT Tidak Mau Pergi dari Rumah 8.jpg

Foto: Freepik.com

Pelaku kekerasan kerap memberikan hinaan dan cacian serta menyalahkan korban.

Hal ini membuat korban KDRT memiliki rasa percaya diri yang sangat rendah jika dilakukan terus-menerus.

Kemudian pada akhirnya korban pun akan memercayai pasangan mereka yang abusif bahwa semua kekerasan yang terjadi memang karena kebodohan dan kesalahan korban dan membenarkan perilaku abusif tersebut.

Baca Juga: Jadi Korban Kekerasan dalam Rumah Tangga? Ini 6 Cara Menghadapinya

4. Tidak Pernah Memiliki Contoh Hubungan yang Sehat

8 Alasan Kenapa Korban KDRT Tidak Mau Pergi dari Rumah 2.jpg

Foto: Pixabay.com

Salah satu alasan mengapa korban tidak meninggalkan rumah karena korban percaya bahwa perilaku abusif pasangan adalah hal yang normal.

Hal ini terjadi karena sejak kecil korban tidak pernah hidup dalam lingkungan yang dapat menunjukkan sebuah hubungan yang sehat dan cenderung menganggap kekerasan dalam hubungan adalah hak yang sangat wajar.

5. Karena Rasa Cinta

8 Alasan Kenapa Korban KDRT Tidak Mau Pergi dari Rumah 3.jpg

Foto: Pixabay.com

Nah, alasan lainnya ialah karena cinta, Moms. Cinta dapat menjadi alasan korban KDRT memilih untuk tidak berpisah.

Dari beberapa kasur, korban mengatakan mereka mencintai pasangan mereka yang abusif. Pasangan yang abusif biasanya memiliki pesona tersendiri yang membuat korban jatuh cinta.

Meski kerap mendapatkan perilaku kasar dari pasangannya, korban merasa pasangannya bisa berubah dan akan berubah suatu hari nanti.

Saat pasangan mereka yang abusif meminta maaf dan memohon agar korban kembali, tak jarang korban memilih untuk kembali percaya dan pulan ke rumah.

6. Karena Kehadiran Si Kecil

8 Alasan Kenapa Korban KDRT Tidak Mau Pergi dari Rumah 4.jpg

Foto: Pixabay.com

Tak jarang kehadiran anak dalam hubungan membuat korban ingin mempertahankan hubungan rumah tangga.

Dari hasil penelitian yang dilakukan Institute of Family Studies (IFS), dilaporkan bahwa beberapa wanita korban KDRT tidak meninggalkan rumah karena mereka menginginkan yang terbaik untuk Si Kecil. Mereka menginginkan anak-anak tetap memiliki sosok ayah.

Beberapa korban tetap memilih tinggal dan mendapatkan perlakuan kasar dari pasangan karena tak ingin meninggalkan Si Kecil dan tak ingin Si Kecil menjadi korban.

Baca Juga: 5 Dampak Kekerasan dalam Rumah Tangga terhadap Anak, Bahaya!

7. Masalah Finansial

8 Alasan Kenapa Korban KDRT Tidak Mau Pergi dari Rumah 5.jpg

Foto: Pixabay.com

Alasan lainnya yang sangat sering terjadi adalah korban takut meninggalkan pasangan mereka yang abusif karena masih ketergantungan secara finansial.

Beberapa wanita korban KDRT seringkali takut pergi dari rumah karena mereka tidak memiliki mata pencaharian dan sumber penghasilan.

Mereka takut jika suatu saat mereka keluar dari rumah mereka tidak lagi bisa memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Perasaan tak berdaya ini akan sangat memengaruhi keputusan mereka untuk tidak pernah meninggalkan rumah, Moms.

8. Perasaan Terisolasi

8 Alasan Kenapa Korban KDRT Tidak Mau Pergi dari Rumah 6.jpg

Foto: Pixabay.com

Dilansir dari The Woman’s Community, beberapa korban tak pernah pergi karena tidak adanya dukungan dari orang di sekitar mereka karena sejak awal hidup korban sudah diisolasi oleh pasangan mereka yang abusif.

Meminta tolong adalah hal yang mustahil untuk dilakukan jika mereka sama sekali tidak me miliki akses untuk hal apapun.

Baca Juga: Tanpa Sadar, 6 Tindakan Ini Juga Termasuk Kekerasan dalam Rumah Tangga

Demikian 8 alasan kenapa korban KDRT tidak pergi meninggalkan rumah dan memilih untuk tinggal, Moms.

Dengan mengetahui beberapa alasan ini kita dapat menjadi lebih empati dan mengerti bahwa meninggalkan bukanlah hal yang mudah dilakukan bagi para korban.

Apabila Moms mengetahui ada kerabat, teman atau keluarga yang menjadi korban KDRT, baiknya berikan dukungan yang diperlukan agar mereka dapat keluar dari hubungan rumah tangga tersebut.

Artikel Terkait