PROGRAM HAMIL
31 Juli 2020

Program Hamil Anak Kedua, Ini Hal yang Harus Moms Pertimbangkan

Ketahuilah penyebab dan cara mengatasinya
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Adeline Wahyu
Disunting oleh Dina Vionetta

Memiliki anak adalah harapan setiap pasangan. Terkadang memiliki satu anak saja dirasa belum cukup, apalagi untuk Moms dan Dads yang memang berencana ingin memiliki keluarga besar atau banyak anak.

Nah, apakah saat ini Moms sedang berusaha untuk hamil anak kedua? Jika pada kehamilan pertama terasa begitu mudah, kenapa susah hamil anak kedua? 

“Setiap kehamilan pada dasarnya unik dan tidak pernah sama, meski dari rahim yang sama sekalipun," ujar dr. Bambang Fadjar, Dokter Kandungan. Kesulitan untuk hamil anak kedua itu disebut infertilitas sekunder.

Namun jika Moms berencana untuk mencoba program hamil anak kedua, perhatikan beberapa hal di bawah ini dulu yuk, Moms.

Baca Juga: 9 Pertanyaan yang Wajib Ditanyakan Ke Dokter Kandungan Saat Program Hamil

Persiapan Program Hamil Anak Kedua

program hamil anak kedua

Untuk ikut program hamil anak kedua tidak semudah itu. Ada berbagai faktor yang dapat menyebabkan Moms menjadi sulit hamil anak kedua. Oleh karena itu, lakukan beberapa persiapan untuk hamil anak kedua di bawah ini dulu yuk.

1. Tunggu Pulih dari Melahirkan

Untuk ikut program hamil anak kedua, Moms harus tunggu hingga tubuh benar-benar pulih secara optimal terlebih dahulu. Hal ini dikarenakan jika hamil lagi, ada banyak perubahan lagi yang akan terjadi pada tubuh Moms. Apalagi jika Moms belum terlalu lama melahirkan.

Setidaknya Moms perlu menunggu sampai tubuh benar-benar pulih dan sehat sebelum kembali hamil anak kedua untuk mencegah risiko komplikasi yang mungkin terjadi.

Berdasarkan penelitian dalam JAMA Internal Medicine, ditemukan bahwa kehamilan kedua yang berjarak kurang dari 18 bulan dari waktu melahirkan berkaitan dengan peningkatan risiko seperti kelahiran prematur, bayi lahir dengan ukuran yang lebih kecil, hingga lahir mati.

Baca Juga: Kenapa Susah Hamil Anak Kedua?

2. Miliki Siklus Menstruasi Teratur

Selain menunggu tubuh benar-benar pulih dari kondisi hamil sebelumnya, memiliki siklus menstruasi yang teratur juga merupakan faktor penting lainnya yang perlu diperhatikan jika Moms ingin program hamil anak kedua.

Bahkan meskipun Moms tidak menggunakan alat kontrasepsi, menstruasi yang terlambat tidak selalu berarti bahwa Moms mungkin hamil.

Namun, setelah melahirkan anak pertama biasanya siklus menstruasi cenderung berjalan tidak teratur sehingga Moms perlu memantaunya secara rutin untuk mengetahui waktu yang optimal dalam merencanakan kehamilan.

3. Konsultasi dengan Dokter Kandungan

Hal pentingnya yang harus dilakukan adalah berkonsultasi dengan dokter kandungan seperti saat Moms dan Dads akan memiliki anak pertama.

Konsultasi dengan dokter diperlukan untuk mengetahui risiko-risiko apa saja yang akan terjadi atau masalah apa yang mungkin akan menghambat program hamil anak kedua ini.

Mary Jane Minkin, profesor klinis di Departemen Obstetri, Ginekologi, dan Ilmu Reproduksi di Yale University School of Medicine, mengungkapkan bahwa beberapa kondisi medis dapat mempengaruhi kemampuan seorang wanita untuk hamil.

Termasuk sindrom ovarium polikistik (PCOS), endometriosis, gangguan tiroid, dan penyakit menular seksual yang dapat menyebabkan infertilitas sekunder. Selain itu, masalah pada jumlah, motilitas, atau morfologi sperma juga dapat mempersulit kehamilan.

Baca Juga: Melahirkan Normal Tanpa Jahitan, Mungkinkah? Ini Kata Dokter Kandungan

4. Konsumsi Suplemen dan Vitamin

Sama halnya saat hamil pertama, untuk mempersiapkan program hamil anak kedua ini, Moms juga harus mulai mengonsumsi suplemen asam folat sejak enam bulan sebelum mencoba untuk hamil.

Hal ini sangat penting dilakukan karena asam folat mampu membantu mengurangi risiko cacat tabung saraf dan beberapa cacat lahir lainnya pada janin ketika sudah lahir. Jangan lupa untuk konsumsi vitamin prenatal juga ya Moms. Namun untuk hal ini perlu didiskusikan dengan dokter kandungan dulu.

5. Gaya Hidup Sehat

Gaya hidup sehat tidak hanya harus dijalankan oleh Moms, namun juga Dads jika sedang dalam proses program hamil anak kedua. Harus mengonsumsi makanan yang sehat dan diperlukan tubuh untuk hamil, lalu istirahat yang cukup dan jangan suka begadang, rutin olahraga agar tubuh aktif.

Hal ini hanya bisa Moms dapatkan jika mengikuti gaya hidup sehat yang dianjurkan. Jadi pastikan Moms dan Dads melakukannya jika sedang merencanakan kehamilan anak kedua ya.

Baca Juga: Apa yang Harus Dipersiapkan untuk Program Hamil di Usia 32 Tahun?

Cara Alami Cepat Hamil Anak Kedua

program hamil anak kedua

Foto: Orami Photo Stock

Moms ingin cara alami untuk hamil anak kedua? Kalau begitu ikuti 5 cara cepat hamil yang alami berikut ini yuk!

1. Konsumsi Makanan yang Kaya akan Antioksidan

Kandungan antioksidan seperti asam folat dan seng dipercaya bisa meningkatkan kesuburan bagi Moms dan Dads. Kandungan ini bisa mencegah berbagai macam radikal bebas yang masuk ke dalam tubuh yang bisa merusak sel sperma dan telur.

Nah, untuk memperoleh makanan dengan kandungan antioksidan ini, Moms harus perbanyak konsumsi buah, sayur, dan kacang-kacangan ya, Moms.

Baca Juga: Sedang Program Hamil? Konsumsi 8 Makanan Ini!

2. Diet Karbohidrat

Diet karbohidrat sangat disarankan untuk Moms yang sedang merencakan kehamilan kehamilan kedua, tetapi mengalami sindrom ovarium polikistik atau Polycystic Ovary Syndrome (PCOS).

Menurut jurnal Reproductive Biology and Endocrinology , wanita dengan PCOS yang menjalani gaya hidup sehat memiliki siklus menstruasi yang lebih teratur, yang semakin memperbesar peluang kehamilan.

Diet karbohidrat ini dipercaya mampu membantu mempertahankan berat badan Moms yang sehat, mengurangi kadar insulin dalam tubuh, dan mendorong penurunan lemak.

3. Rutin Olahraga

Moms yang sedang program hamil anak kedua disarankan untuk aktif bergerak. Moms bisa luangkan waktu untuk berolahraga meski hanya sebentar saja. Mengapa? Karena olahraga dipercaya bisa membuat tubuh Moms lebih sehat dan cepat hamil.

Menurut Kate Shkodzik, dokter kandungan sekaligus Medical Doctor and Advisor untuk Flo, mempertahankan berat badan yang ideal adalah bagian penting untuk memiliki kehamilan yang sehat. Kelebihan berat badan nyatanya bisa mengurangi kemungkinan Moms untuk hamil.

Jika ingin hamil anak kedua, Moms bisa mulai berolahraga dari sekarang. Jalan pagi atau sore, bersepeda, berenang, yoga untuk program hamil, dan ada banyak olahraga lainnya yang bisa Moms lakukan.

4. Jangan Minum Alkohol dan Merokok

Mulai dari merokok hingga minum alkohol, sebaiknya dihindari jika Moms sedang program hamil anak kedua. Kebiasaan-kebiasaan buruk ini bisa merusak tubuh kita. Ketika merokok, secara tidak langsung Moms menghirup racun, seperti nikotin dan karbon monoksida. Keduanya bisa merusak fungsi sistem reproduksi.

Efek yang sama juga bisa Moms dapatkan jika terlalu banyak minum alkohol. Kedua kebiasaan buruk tersebut bisa menurunkan peluang Moms dan Dads untuk memiliki keturunan lagi.

Baca Juga: Ini Kekhawatiran yang Biasanya Dihadapi Pasangan Saat akan Memulai Program Hamil

Program Hamil Anak Kedua setelah KB

program hamil anak kedua

Foto: Orami Photo Stock

Moms tidak perlu menghentikan program Keluarga Berencana (KB) hingga benar-benar siap untuk hamil anak kedua. Tubuh tidak akan membutuhkan waktu lama untuk "membersihkan" hormon KB sebelumnya.

Bahkan, mungkin Moms bisa saja langsung hamil dalam satu atau dua bulan setelah menghentikan program KB yang diambil. Jika Moms ingin mematikan kontrasepsi hormonal tetapi belum siap untuk hamil, gunakan metode lain, seperti kondom, sampai Moms siap. Berapa lama untuk bisa program hamil anak kedua setelah lepas KB? Yuk kita cek.

1. Menggunakan Kondom atau Diafragma

Jika Moms menggunakan penghalang, seperti kondom atau diafragma, mungkink akan segera hamil segera setelah Moms dan Dads berhubungan seks tanpa alat tersebut. Sebagian besar wanita dapat hamil beberapa bulan setelah mereka menghentikan kontrasepsi yang memiliki hormon, seperti pil, patch, atau alat kontrasepsi (IUD).

Tetapi kesehatan Moms termasuk kebiasaan gaya hidup berperan penting dalam berapa lama waktu yang dibutuhkan.

Baca Juga: Program Hamil untuk Anak Laki-laki? Ketahui Hal-hal Berikut Ini

2. Pil KB

Moms mungkin bisa hamil dalam waktu 1-3 bulan setelah menghentikan pil KB, yang berarti mereka yang memiliki estrogen dan progestin. Tetapi kebanyakan wanita bisa hamil dalam waktu setahun.

Sebuah penelitian bahkan menemukan bahwa wanita yang minum pil KB selama lebih dari 4 atau 5 tahun lebih subur daripada mereka yang menggunakannya selama 2 tahun atau kurang.

Jika Moms menggunakan pil progestin saja, disebut "pil mini," mungkin untuk hamil beberapa hari atau minggu setelah berhenti. Itu karena pil ini tidak secara konsisten menghentikan ovulasi seperti halnya pil dengan estrogen. Sebaliknya, itu menipiskan lapisan rahim kita.

Lapisan mulai menebal lagi segera setelah Moms berhenti minum pil mini, sehingga memungkinkan bagi Moms untuk program hamil anak kedua.

3. Intrauterine Device (IUD)

Moms akan mungkin hamil segera setelah dokter melepas AKDR yang dipasang. Wanita biasanya mulai berovulasi dalam 1 bulan setelah pengangkatan. Bagi sebagian besar wanita, kehamilan terjadi dalam 6 bulan hingga satu tahun.

4. Mencangkok

Seperti IUD, Moms akan bisa segera program hamil anak kedua setelah dokter melepas perangkat tersebut. Kebanyakan wanita mulai berovulasi lagi di bulan pertamanya.

Baca Juga: Jangan Lupakan 4 Checklist Prakehamilan Untuk Membantu Kelancaran Program Hamil

5. Tambalan Kendali Kelahiran

Moms akan mulai berovulasi 1-3 bulan setelah berhenti menggunakan alat kontrasepsi. Namun hal ini tidak menjamin Moms akan hamil, tetapi harus berovulasi untuk hamil.

6. Cincin Vagina

Kebanyakan wanita dapat berovulasi 1-3 bulan setelah mereka mengeluarkan cincin vaginanya.

7. Pengendali Kelahiran dengan Suntik (Depo-Provera)

Tidak seperti bentuk lain dari kontrol kelahiran hormonal, mungkin lebih sulit untuk hamil setelah Moms berhenti mengambil suntikan ini.

Mungkin perlu waktu 10 bulan atau lebih sebelum berovulasi lagi. Untuk beberapa wanita, akan membutuhkan waktu hingga 18 bulan untuk memulai lagi. Itu sebabnya para ahli tidak merekomendasikan metode ini untuk wanita yang berharap memiliki anak setalah setahun menggunakan kontrasepsi.

Baca Juga: 4 Tips Perawatan Kecantikan Saat Menjalani Program Hamil

Jarak Ideal Punya Anak ke-2

program hamil anak kedua

Foto: Orami Photo Stock

Jika Moms ingin memiliki anak kedua, Moms harus tahu terlebih dahulu berapa jarak kehamilan yang tepat. Mengatur jarak kehamilan penting untuk dilakukan karena hal ini dapat memengaruhi kondisi kesehatan Si Kecil maupun Moms sendiri.

Ditambah lagi Moms pasti akan sedang sibuk-sibuknya merawat bayi kecil yang baru keluar dan mencurahkan semua perhatian pada anak.

Jarak kehamilan yang ideal adalah 24 bulan, bila terlalu cepat atau dibawah 12 bulan maka akan terjadi beberapa hal seperti risiko mengelupasnya plasenta, baik sebagian atau seluruhnya dari dinding rahim sebelum proses persalinan.

Bila Moms pernah menjalani operasi caesar maka terdapat risiko menempelnya plasenta di bagian bawah uterus menjadi lebih besar. Tak hanya itu, pada anak kedua yang nantinya lahir pun akan meningkatkan risiko autisme.

Jangan lupakan juga faktor keuangan ya Moms. Keuangan memainkan peran penting dalam perencanaan anak kedua, karena biayanya pasti akan menjadi berlipat ganda.

Apakah Moms dan Dads sama-sama bekerja? Apakah ada rencana untuk mengirim kedua anak Moms bersekolah ke luar negeri untuk pendidikan tinggi di masa depan? Pertanyaan-pertanyaan semacam itu perlu dipikirkan jauh-jauh hari sebelum merencanakan kehamilan kedua.

Baca Juga: Haruskah Mengunjungi Dokter untuk Program Hamil dalam 6 Kondisi Ini?

Artikel Terkait