PARENTING
17 Juli 2020

Kendala dan Dampak Pembelajaran Jarak Jauh pada Anak, Ini Pro-Kontranya!

Pandemi COVID-19 memengaruhi banyak sektor kehidupan masyarakat, tak terkecuali sektor pendidikan.
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Lolita
Disunting oleh Dina Vionetta

Pandemi COVID-19 memengaruhi banyak sektor kehidupan masyarakat, tak terkecuali sektor pendidikan.

Siswa yang berada di zona kuning, oranye, dan merah terpaksa menjalani pembelajaran jarak jauh (PJJ) atau belajar di rumah melalui gadget sebagai usaha memutus tali penyebaran COVID-19 yang bisa menular di lingkungan sekolah.

Baca Juga: Yuk Coba! Ini 7 Cara Membantu Anak Disgrafia Belajar Di Rumah

Kendala Pembelajaran Jarak Jauh

Kini, tahun ajaran baru telah dimulai sejak 13 Juli 2020. Para siswa kembali berkutat dengan gadget-nya dan mengikuti PJJ secara online.

Meski begitu, metode PJJ ini juga memiliki kendala tersendiri bagi siswa. Berikut ini kendala PJJ yang dialami siswa yang perlu Moms ketahui.

1. Metode Pembelajaran yang Tidak Fleksibel

kendala dan dampak pjj

Foto: Orami Photo Stocks

Metode PJJ dinilai tidak fleksibel karena beberapa pelatihan hingga praktik harus dilakukan secara online.

Sehingga banyak siswa tidak bisa merasakan pengalaman seperti ketika melangsungkan praktik secara langsung atau bertatap muka.

Sementara itu, bagi mahasiswa yang mengharuskan ke laboratorium atau praktikum juga merasa kesulitan karena harus berpindah ke intruksi online.

2. Membutuhkan Kontrol Diri yang Tinggi dari Gangguan Eksternal

kendala dan dampak pjj

Foto: Orami Photo Stocks

Karena PJJ berlangsung secara online dan di rumah, tak jarang banyak anak yang menjadi tidak disiplin saat belajar.

Selain itu, tak adanya pengawasan dari guru dan mengharuskan siswa untuk mempelajari materi secara online, mengerjakan tugas mandiri, hingga mengunduh materi sendiri juga jadi kendala yang harus dihadapi.

Mengatasi rasa bosan dengan kontrol diri sendiri bukanlah hal mudah bagi siswa, sehingga diperlukan pengawasan orang tua ketika PJJ.

Selain itu, siswa juga harus menghadapi gangguan eksternal lainnya selama di PJJ di rumah misalnya ketika orang tua meminta bantuan mengerjakan pekerjaan rumah, atau membantu orang tua berjualan.

Hal juga bisa membuat anak sulit fokus pada materi pelajaran.

Baca Juga: Mendikbud Adakan Program "Belajar dari Rumah" di TVRI Nasional, Berikut Faktanya

3. Jaringan dan Fasilitas

kendala dan dampak pjj

Foto: Orami Photo Stocks

PJJ dilakukan secara online sehingga membutuhkan jaringan internet hingga fasilitas elektronik lainnya seperti handphone dan laptop.

Keduanya tak hanya digunakan sebagai alat berkomunikasi antara siswa dengan guru, namun juga sebagai media menyampaikan dan mengirimkan tugas.

Hal ini menjadi kendala karena tak semua siswa memiliki fasilitas tersebut.

Hal ini dialami oleh siswa di SMAN Bali Mandara, Buleleng, Bali. Sebelum pandemi, siswa diharuskan tinggal di asrama sekolah.

Namun, semenjak pandemi, metode pembelajaran dilakukan di rumah masing-masing.

Menurut Kepala Sekolah SMAN Bali Mandara, I Nyoman Darta, masih banyak siswanya yang tidak memiliki ponsel maupun laptop karena hidup dalam keterbatasan dan kemiskinan.

Karenanya, banyak siswa yang tak memiliki gadget harus meminjam tetangga hingga mencari sinyal di puncak gunung agar bisa mengunduh dan mengunggah materi belajar.

Terkait berbagai kendala yang dihadapi siswa, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) menyebut bahwa hingga kini pemerintah dan masyarakat masih belum memiliki pilihan metode pembelajaran lain selain PJJ.

Menteri Nadiem juga meminta kepada setiap instansi untuk mencari jalan keluar terkait kendala yang dihadapi selama PJJ.

Meski demikian, Menteri Nadiem menyebut bahwa PJJ hanya dilakukan sementara sampai COVID-19 berakhir.

Dampak Pembelajaran Jarak Jauh

PJJ tak hanya menimbulkan kendala, namun juga memiliki dampak bagi para siswa. Berikut ini beberapa dampak yang dihadapi siswa selama PJJ.

1. Kesehatan Mental

kendala dan dampak pjj

Foto: Orami Photo Stocks

Kehilangan akses secara langsung terhadap orang-orang yang dipercaya seperti guru dan teman bisa berdampak buruk pada kesehatan mental.

Gangguan semacam ini juga bisa berpengaruh pada perkembangan otak seperti meningkatkan stres, tidak ada kestabilan emosi dan dalam jangka panjang akan berpengaruh terhadap kesehatan fisik.

Beberapa cara yang bisa dilakukan untuk meminimalisir dampak tersebut ialah mengurangi jumlah siswa yang hadir selama kelas online dan meningkatkan kolaborasi bersama teman sekelas.

2. Perasaan Cemas dan Khawatir

kendala dan dampak pjj

Foto: Orami Photo Stocks

Anissa Lestari Kadiyono, seorang dosen Fakultas Psikologi Unpad, mengatakan menurut penelitian yang melibatkan 867 orang tua, siswa dan guru di Kota Bandung, sebanyak 19,6% responden mengaku cemas dan khawatir, 12,5% merasa bosan, 9% merasa kehilangan kemampuan belajar dan menguasai materi, 8,3% merasa butuh hiburan jika PJJ diperpanjang.

Kurangnya interaksi dan sulitnya penyesuaian pembelajaran jadi penyebab munculnya perasaan negatif pada siswa.

Jika hal ini tak segera diatasi maka akan berdampak buruk pada perkembangan belajar anak.

Baca Juga: 3 Tips agar Anak Fokus Belajar di Rumah, Yuk Coba!

3. Keterlambatan Belajar

kendala dan dampak pjj

Foto: Orami Photo Stocks

Kerugian dan keterlambatan mungkin saja terjadi.

Sebab, menurut penelitian yang dilakukan oleh Boots, J berjudul How COVID-19 Regular School Closures Could Impact DC Student Proficiency in 2020-21, menyebut bahwa butuh bertahun-tahun bagi siswa untuk memulihkan kebiasaan hingga mengembalikan pengalaman pembelajaran yang telah hilang.

Itulah kendala dan dampak PJJ pada anak.

Pengawasan dan perhatian orang tua diperlukan untuk mendampingi anak belajar selama proses PJJ berlangsung.

Meskipun Moms tidak bisa sepenuhnya berada 24 jam bersama anak ketika PJJ, setidaknya Moms bisa menanyakan kesulitan yang apa yang anak hadapi dan berusaha menyelesaikannya berdua.

Artikel Terkait