NEWBORN
7 Agustus 2019

Kepercayaan Diri dan Afirmasi Positif untuk Sukses Menyusui

Meski terdengar sepele, menyusui bukanlah hal yang mudah
Artikel ditulis oleh Adeline Wahyu
Disunting oleh Intan Aprilia

Kegiatan menyusui memiliki banyak manfaat, bukan hanya untuk si bayi, namun bagi ibu yang menyusui juga. Kegiatan ini merupakan salah satu kegiatan paling penting bagi ibu dan anak, hingga dirayakan selama seminggu penuh di Indonesia, bahkan di seluruh dunia. Perayaan ini dinamakan sebagai Pekan ASI.

Semua ibu memiliki pengalaman menyusui yang berbeda-beda. Ada yang lancar-lancar saja, ada juga yang mungkin harus melalui berbagai macam hambatan.

Padahal ASI sejatinya merupakan cara terbaik untuk Si Kecil mendapatkan nutrisi-nutrisi penting yang tubuhnya butuhkan.

Selain itu, kegiatan menyusui juga merupakan proses penting untuk ibu dan anak, salah satunya menumbuhkan keintiman satu sama lain. Lalu apa yang harus Moms lakukan agar sukses menyusui?

Baca Juga: 18 Perlengkapan Menyusui yang wajib dimiliki Mama

Kepercayaan Diri dan Afirmasi Positif

sukses menyusui

Foto: shutterstock.com

Selain pengetahuan mengenai laktasi, faktor utama yang juga juga menjadi kunci utama untuk sukses menyusui dengan ASI eksklusif adalah kepercayaan diri Moms sendiri. Banyak ibu baru yang mungkin bertanya-tanya, cukupkah ASI saya? Mengapa bayi menangis terus jika ASI cukup?

Bahkan seringkali Moms juga mengeluhkan puting payudara yang lecet dan sakit akibat proses menyusui. Hal-hal seperti ini tentu dapat menurunkan kepercayaan diri ibu. Padahal, kuantitas dan kualitas ASI sangat dipengaruhi oleh kesehatan fisik dan mental ibu.

Baca Juga: Pentingnya Dukungan Suami, Keluarga, dan Lingkungan Sekitar untuk Sukses Menyusui

“Ibu menyusui itu harus selalu memiliki pemikiran dan afirmasi yang positif, harus selalu bahagia. Kebahagiaan itu akan memicu keluarnya hormon oksitosin yang melancarkan ASI,” ucap dr. Fransiska Farah, dokter spesialis anak dan konselor laktasi RS Pondok Indah – Bintaro Jaya.

Menurut dr. Farah, kondisi Moms yang tenang, relaks, dan sabar, sangat disukai bayi saat ia ingin menyusu. Jadi, inilah kunci utama dalam menyusui. Sebagai informasi, bayi bisa merasakan hal ini, lho. Jadi, Moms harus hilangkan segala rasa khawatir, panik, serta pikiran-pikiran negatif selama menyusui.

Perlu kita ketahui, konsep ASI adalah supply and demand. Begitu ‘wadahnya’ kosong, ASI akan segera diproduksi dan terisi kembali. Maka itu, penting memastikan pengosongan payudara dilakukan sesering mungkin.

Semakin sering disusui, maka ASI akan semakin terus diproduksi. Sebaliknya, semakin jarang dan semakin panjang interval waktu antara menyusui ke menyusui berikutnya, maka akan menyebabkan waktu pengisian ASI akan semakin lambat dan volume ASI berkurang.

Baca Juga: Bagaimana Cara Mengurangi Sakit Punggung saat Menyusui?

Dikatakan oleh dr. Farah bahwa ASI akan terproduksi dengan baik, jika pengosongan ASI di payudara juga baik.

Pengosongan baik dapat terpenuhi jika bayi bisa melekat atau menghisap dengan baik di payudara. Posisi dan pelekatan bayi ke payudara menjadi kunci dasar kesuksesan menyusui dan produksi ASI.

Nah Moms, dr. Farah memberikan beberapa teknik mengosongkan payudara agar produksi ASI semakin optimal:

  1. Selalu upayakan payudara terasa kosong atau habis sebelum Anda memberikan ASI dari payudara di sisi lainnya.
  2. Habiskan waktu setidaknya 10 menit sebelum berpindah memberikan ASI dari payudara di sisi lainnya.
  3. Pastikan bayi menyusu di kedua payudara Anda setiap waktu menyusu agar produksi ASI di kedua payudara seimbang.
  4. Bila bayi terlihat kenyang sebelum ASI di payudara Anda terasa kosong, sebaiknya Anda lanjutkan dengan memompa payudara setelah selesai menyusui.

Sudah tahu kan Moms, apa hal yang diperlukan agar sukses menyusui? Kepercayaan diri dan afirmasi positif adalah kuncinya.

Artikel Terkait