KEHAMILAN
4 Juni 2020

Keputihan saat Hamil, Berbahaya? Ini Kata Ahli

Keputihan selama hamil ternyata normal terjadi
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Amelia Puteri
Disunting oleh Andra Nur Oktaviani

Tidak hanya bentuk tubuh, beberapa perubahan di masa kehamilan termasuk peningkatan hormon, yang berdampak pada rasa mual, munculnya jerawat, kulit kering, dan sebagainya.

Di masa kehamilan ini, Moms juga akan mengalami keputihan saat hamil sebagai salah satu perubahan pertama yang mungkin dialami.

Ketahui lebih lanjut tentang apa saja yang menjadi penyebab keputihan saat hamil dan cara mengatasinya berikut ini, Moms.

Baca Juga: Keputihan Bisa Jadi Tanda Akan Melahirkan Sudah Dekat

Keputihan saat Hamil Normal Terjadi

keputihan saat hamil-1.webp

Foto: parents.com

Moms tidak perlu khawatir bila mengalami keputihan saat hamil. Kondisi ini bisa menjadi hal yang normal, selama tidak memiliki ciri-ciri tertentu yang memerlukan pemeriksaan lebih lanjut.

"Keputihan saat kehamilan bisa saja merupakan hal yang normal. Tetapi dapat mengganggu jika keputihan sangat banyak, gatal, memiliki bau tidak sedap, warna kekuningan atau kehijauan," jelas dr. M. Charnain Ibrahim, Sp. OG, Dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan RS Pondok Indah – Bintaro Jaya.

Mengutip American Pregnancy Association, keputihan normal selama kehamilan disebut leukorea/leukorrhea. Keputihan ini memiliki ciri-ciri tipis, berwarna putih susu, dan berbau ringan.

Baca Juga: Vagina Nyeri Saat Keputihan, Apa Penyebabnya?

Penyebab Keputihan saat Hamil yang Berisiko

keputihan saat hamil-2.jpg

Foto: medicalnewstoday.com

Jika keputihan berwarna hijau atau kekuningan, berbau kuat, dan/atau disertai kemerahan atau gatal, Moms mungkin mengalami infeksi vagina.

Salah satu infeksi vagina yang paling umum selama kehamilan adalah kandidiasis, juga dikenal sebagai infeksi jamur.

Jika Moms merasa memiliki keputihan saat hamil dengan ciri-ciri yang berisiko, penting untuk berkonsultasi ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

"Sebaiknya, periksakan ke dokter spesialis kebidanan dan kandungan untuk mendapatkan penanganan dan diobati. Penyebab keputihan bisa berasal bakteri, jamur, stres yang berlebih, atau kelainan lainnya," kata dr. Charnain.

Dalam studi pada jurnal Obstetrics and Gynecology International, ditemukan bahwa keputihan berhubungan dengan depresi. Hasil ini diketahui sebanyak 55 persen dari 2.395 wanita yang dikaji melaporkan mengalami depresi selama kehamilan.

"Tingkat depresi lebih tinggi pada wanita yang menghadiri klinik ginekologi, dan studi kualitatif telah menunjukkan hubungan yang kuat antara keputihan, gejala psikosomatik, dan stres," tulis studi tersebut.

Baca Juga: Cari Tahu Penyebab Keputihan pada Bayi Perempuan dan Cara Mencegahnya

Cara Mencegah Keputihan saat Hamil

keputihan saat hamil-3.jpg

Foto: avawomen.com

Lalu, bagaimana cara mencegah keputihan saat hamil dan menjaga kesehatan vagina selama masa kehamilan?

Dr. Charnain menyarankan, agar Moms membersihkan area vagina dengan pembersih, setidaknya tiga kali dalam seminggu.

"Cara mencegah agar keputihan tidak muncul adalah dengan membersihkan area vagina dengan menggunakan pembersih vagina, tetapi tidak terlalu sering, cukup tiga kali dalam seminggu," saran dr. Charnain.

Bila Moms merasa daerah kewanitaan terasa lembap, penting untuk rajin mengganti pakaian dalam.

Itulah beberapa hal yang perlu Moms ketahui tentang keputihan saat hamil. Jika masih belum yakin, segera konsultasikan ya Moms.

Artikel Terkait