BAYI
16 September 2020

Meski Langka, Ini yang Harus Moms Ketahui Tentang Keracunan Air pada Bayi

Keracunan air pada bayi bisa terjadi salah satunya saat tidak waspada saat bermain air
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Fia Afifah R
Disunting oleh Dina Vionetta

Mengetahui betapa pentingnya air bagi tubuh yang sehat, menjadi alasan bagi Moms untuk membiasakan Si Kecil lebih banyak minum banyak air. Ini juga menjadi hal yang wajar saja jika ingin memperkenalkan bayi dengan air segera setelah direkomendasikan oleh dokter anak.

Tetapi, bisakah bayi minum banyak air? American Academy of Pediatrics (AAP) tidak merekomendasikan hal tersebut. AAP bahkan memperingatkan bahwa memberikan air terlalu dini atau memberi bayi terlalu banyak air sebenarnya dapat menyebabkan kondisi berbahaya yang disebut keracunan air.

”Sederhananya, itu adalah kondisi yang dapat terjadi ketika seseorang minum terlalu banyak air. Ketika dikonsumsi berlebihan, air dapat melarutkan konsentrasi elektrolit serum dalam tubuh, seperti natrium, kalium, dan kalsium,” kata Christopher Carrubba, M.D., pendiri dan CEO StudyMed, sebuah perusahaan konsultan pendidikan kedokteran.

Untuk bayi dan anak, terlalu banyak minum air dapat menyebabkan hiponatremia atau penurunan natrium. Hal tersebut dapat menyebabkan sel-sel di dalam tubuh membengkak karena air.

Ketika sel-sel di otak bayi membengkak, hal ini dapat menyebabkan peningkatan tekanan intrakranial yang dapat menyebabkan kerusakan otak jika tidak segera dilakukan tindakan medis dengan cepat.

Baca Juga: Benarkah Minum Air Es Saat Hamil Berpengaruh Pada Janin?

Gejala Keracunan Air pada Bayi

Meski Langka Ini yang Harus Moms Ketahui Tentang Keracunan Air pada Bayi -1

Foto: Orami Photo Stock

Ada beberapa gejala yang ditunjukkan oleh bayi saat mengalami keracunan air.

"Cari gejala lain yang konsisten dengan perubahan neurologis; hal-hal seperti pusing, lesu, kebingungan, dan perubahan perilaku," kata Christoper.

Tanda-tanda keracunan air lainnya dapat meliputi: urin yang benar-benar jernih, banyaknya popok basah yang lebih dari 8 popok per hari, dan pembengkakan pada wajah, lengan atau kaki. Gejala awalnya memang tidak kentara, sehingga kejang mungkin merupakan gejala pertama yang dapat diketahui.

“Tetapi jika seorang anak sebelumnya memiliki riwayat kejang, mungkin ini tidak akan memiliki konsekuensi yang berkelanjutan,” tambahnya kata Dr. Jennifer Anders, seorang dokter darurat anak di Johns Hopkins Children's Center di Baltimore.

Baca Juga: Yuk Terapkan 3 Cara Mudah Ini Supaya Anak Suka Minum Air Putih!

Bagaimana Mencegah Keracunan Air pada Bayi?

Meski Langka Ini yang Harus Moms Ketahui Tentang Keracunan Air pada Bayi -2

Foto: Orami Photo Stock

Walaupun membutuhkan banyak air untuk menyebabkan keracunan air pada bayi, Moms harus ekstra waspada selama waktu mandi dan bermain di kolam renang untuk memastikan bayi tidak menelan air yang berada di sana.

"Bahkan ketika mereka sangat kecil, mereka memiliki refleks haus yang utuh atau dorongan untuk minum," kata Jennifer.

Berikut adalah beberapa tips yang dapat Moms lakukan untuk menjaga asupan air bayi pada tingkat yang aman.

  • Selalu ikuti pedoman AAP tentang kapan memperkenalkan air kepada bayi dan berapa banyak yang haris diberikan berdasarkan usianya.
  • Jangan sekali-kali mencairkan susu formula atau ASI dengan air.
  • Selalu awasi dengan cermat saat bayi sedang mandi atau berenang.
  • Hindari membiarkan bayi bermain dengan cangkir di bak mandi atau kolam renang sampai Si Kecil dapat mengerti untuk tidak meminumnya.

Baca Juga: Minum Air Putih Hangat Setiap Pagi Ternyata Punya 7 Manfaat Menakjubkan untuk Tubuh

Catatan Khusus tentang Susu Formula dan ASI

Meski Langka Ini yang Harus Moms Ketahui Tentang Keracunan Air pada Bayi -3

Foto: Orami Photo Stock

American Academy of Pediatrics (AAP) menekankan bahwa bayi di bawah usia 6 bulan tidak boleh diberi air sama sekali, karena susu formula atau ASI memberikan semua kebutuhan cairan yang dibutuhkan.

Meskipun kelihatannya tidak berbahaya, praktik-praktik seperti pengenceran susu formula atau ASI dengan air dapat menyebabkan kematian akibat keracunan air pada bayi, menurut USA Today.

“Hal ini terjadi karena ginjal bayi belum matang, jadi memberi mereka terlalu banyak air menyebabkan tubuh mereka mengalami hiponatremia dan mengganggu fungsi otak,” kata Carla Laos, MD dari Hazel Health.

Baca Juga: Benarkah Minum Air Hangat Lebih Baik untuk Kesehatan daripada Air Dingin?

Cara Mengobati Keracunan Air pada Bayi

Meski Langka Ini yang Harus Moms Ketahui Tentang Keracunan Air pada Bayi -4

Foto: Orami Photo Stock

Jika tanda keracunan air pada bayi terlihat, tindakan terbaik adalah langsung menuju ke ruang gawat darurat untuk mendapatkan perhatian medis dengan segera. Perawatan keracunan air pada bayi bervariasi berdasarkan pada seberapa rendah kadar natrium bayi.

“Kasus-kasus ringan dapat dikelola hanya dengan menghentikan semua asupan air, karena ginjal yang sehat akan dapat menghilangkan kelebihan air,” kata Christopher.

Dalam kasus yang lebih parah, bayi mungkin memerlukan pengobatan dengan diuretik untuk meningkatkan buang air kecil dan eliminasi air. Pilihan lainnya dengan memberikan larutan garam untuk meningkatkan kadar natrium dalam tubuh bayi.

Perhatikan kemungkinan gejala keracunan air pada bayi agar bisa cepat melakukan tindakan medis.

Baca Juga: 4 Manfaat Minum Air Putih untuk Kesehatan Anak

Artikel Terkait