BAYI
20 September 2019

Kerak Parah Pada Bayi, Waspadai Dermatitis Seboroik!

Tumpukan kulit kering, kulit bersisik, atau kerak parah di kepala bayi
Artikel ditulis oleh Orami
Disunting oleh Carla Octama

Apakah Moms melihat tumpukan kulit kering, kulit bersisik, atau kerak parah di kepala bayi?

Ini mungkin merupakan gejala dermatitis seboroik infantil.

Dermatitis Seboroik Pada Bayi

Kerak Parah Pada Bayi, Waspadai Dermatitis Seboroik! 1.jpg

Foto: amitymama.com

Menurut American Academy of Dermatology (AAD), dermatitis seboroik infantil adalah istilah medis untuk kondisi yang sering disebut cradle cap.

Ini merupakan kondisi yang umum berkembang pada bayi. Di mana tumpukan kulit mati seperti ketombe terbentuk di kulit kepala bayi. Tumpukan ini bisa menjadi tebal dan berkerak, tetapi tidak berbahaya.

Bayi biasanya juga mengalami gejalanya di area popok dan bagian tubuh lainnya. Di area popok, ruam merah bahkan sering disalahartikan sebagai ruam popok.

Tidak sedikit pula bayi yang menderita ruam merah bersisik di sebagian besar tubuhnya.

Namun, tidak peduli di mana pun bagian tubuh yang terkena dermatitis seboroik, gejalanya biasanya cenderung menghilang secara permanen saat bayi berusia antara 6 bulan hingga 1 tahun.

Baca Juga: Apa Dermatitis Atopik Pada Balita Akan Terus Berlanjut Sampai Dewasa?

Apa Penyebab Dermatitis Seboroik Pada Bayi?

Kerak Parah Pada Bayi, Waspadai Dermatitis Seboroik! 2.jpg

Foto: medicalnewstoday.com

“Biasanya disebabkan oleh hormon maternal yang masih ada di dalam tubuh bayi,” jelas Dr. Adnan Mir, Ketua Komite dari Society for Pediatric Dermatology, seperti dikutip dari laman Fatherly.

“Jadi, selama hormon-hormon itu masih ada, tidak banyak yang dapat dilakukan untuk membuatnya lebih baik atau memperburuk kondisinya.”

Pengobatan untuk Dermatitis Seboroik Pada Bayi

Kerak Parah Pada Bayi, Waspadai Dermatitis Seboroik! 3.jpg

Foto: thechampatree.in

Dalam laman National Eczema dikatakan jika dermatitis seboroik yang diderita bayi cukup ringan, krim antijamur topikal atau sampo yang mengandung ketoconazole, selenium sulfide, tar batubara atau seng pyrithione, mungkin cukup untuk mengendalikan gejalanya.

Moms juga dapat membiarkannya tanpa memberikan pengobatan apa pun jika Si Kecil tampak tidak nyaman ketika Moms melakukannya.

Dalam kasus yang lebih parah, konsultasikan lebih lanjut dengan dokter spesialis kulit. Biasanya akan diresepkan steroid topikal atau TCI yang berfungsi menenangkan peradangan. Agen antijamur oral biasanya juga digunakan.

Baca Juga: Penyebab dan Cara Mengatasi Kulit Kepala Bayi Berkerak

Perawatan yang Tepat untuk Meringankan Gejala

Kerak Parah Pada Bayi, Waspadai Dermatitis Seboroik! 4.jpg

Foto: babycenter.com

“Mencuci rambut dan kepala bayi menggunakan sampo secara teratur dapat menghilangkan kerak dermatitis seboroik dengan lebih cepat. Gunakan sikat lembut untuk membersihkan kerak dan penumpukan berlebih,” kata Mackler, MD, asisten profesor klinis di Departemen Kedokteran di Albert Einstein College of Medicine, New York, seperti dikutip dari The Bump.

“Penumpukan keran dapat menyebabkan kondisi dermatitis seboroik menjadi lebih buruk.”

Moms juga dapat melakukan perawatan di bawah ini untuk meringankan gejala dermatitis seboroik pada Si Kecil:

  1. Oleskan baby oil atau petroleum jelly ke kulit kepala bayi sekitar 1 jam sebelum mandi untuk melonggarkan kerak.
  2. Pijat lembut sampo ke kulit kepala bayi selama beberapa menit untuk menghilangkan kerak. Pastikan menggunakan sampo berbahan lembut yang dibuat khusus untuk bayi.
  3. Bilas dengan baik dan keringkan dengan lembut.

Untungnya, dermatitis seboroik pada bayi tidak berbahaya dan tidak selalu memerlukan pengobatan.

Namun, segera hubungi dokter jika bayi tampak tidak nyaman dan kulit kepalanya berdarah atau mengeluarkan cairan berwarna kuning.

(RGW)

Artikel Terkait