TREN
9 September 2018

Kerja Kantoran Vs Freelancer, Pilih Mana?

Mana yang lebih baik?
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Carla
Disunting oleh Carla

 

Menjawab pertanyaan mana yang lebih baik antara menjadi pekerja kantoran atau feelancer? Jawabannya tidaklah sederhana.

Ini tergantung pada karakteristik kepribadian Anda, dan cara bekerja yang seperti apa yang lebih Anda suka. Maka dari itu, untuk Anda yang ingin memulai berkarir berikut beberapa poin yang perlu menjadi pertimbangan.

    

Keleluasaan Waktu

jam kerja

Kerja Kantoran :

Bagi Anda yang merasa tidak terbebani bekerja dari jam sembilan sampai jam lima, sebenarnya kerja kantoran tidak terlalu buruk, ditambah saat ini banyak perusahaan yang memberikan waktu libur pada hari Sabtu dan Minggu.

Namun, jika Anda terikat pada peraturan kontrak tentang ketentuan hari cuti yang menyulitkan, harus ‘siap siaga’ ketika diluar jam kantor. Mungkin Anda akan merasa hidup Anda hanya untuk bekerja, bekerja, dan bekerja.

Freelancer :

Tujuan utama seseorang memilih menjadi freelancer yaitu fleksibilitas waktu yang lebih banyak. Anda bisa mengatur jam berapa Anda mulai bekerja, seberapa banyak pekerjaan yang Anda ambil, dan mengatur jadwal liburan dengan leluasa.

Namun ingat! Pastikan Anda memiliki kedisiplinan diri yang tinggi untuk mengatur semua jadwal Anda. Alih-alih ingin menyelesaikan banyak project, tetapi karena kurang disiplin, banyak deadline yang tidak dituntaskan dan berakibat buruk pada karir Anda.

   

Politik Kantor

politik kantor

Kerja Kantoran :

Memang tidak semua kantor memiliki persaingan yang tidak sehat. Tapi jika Anda sebagai pegawai kantoran yang bekerja di perusahaan besar, sudah dapat dipastikan persaingan merebut kekuasaan sangatlah ketat.

Maka dari itu jika Anda pun ingin jenjang karir Anda terus meningkat, mau tidak mau Anda harus terlibat dalam politik kantor yang sebenarnya akan menambah pekerjaan Anda lebih complicated. Ini sangat cocok bagi Anda seorang petarung handal, dan gigih dalam mencapai tujuan.

Freelancer :

Menjadi freelacer tidak perlu terikat dalam politik kantor apapun, Anda tidak terikat dengan regulasi politik kantor yang mengikat. Anda hanya perlu mentaati isi kontrak Anda sebagai freelancer.

Menjalin banyak hubungan dengan berbagai macam watak bos akan memperkaya pengetahuan Anda tentang bagaimana menyikapi karakter seseorang. Jika Anda harus pergi ke kantor pun, itu hanya berurusan seputar pekerjaan yang harus Anda selesaikan.

Sangat dianjurkan bagi Anda yang tidak terlalu suka dengan atmosfer persaingan dan mengedepankan kualitas pekerjaan bukan sekedar jabatan semata.

 

Penghasilan

penghasilan

Kerja Kantoran :

Penghasilan menjadi pegawai kantoran tentu sudah dijamin setiap bulannya. Anda sudah tahu tanggal berapa dan berapa banyak nominal yang akan Anda terima secara teratur. Mendapat insentif serta tunjangan lainnya tentu akan menjamin hidup Anda dalam hal kepastian finansial yang stabil.

Freelancer :

Jika Anda mendapatkan banyak project dalam sebulan, bukan tidak mungkin penghasilan Anda lebih besar dari pekerja kantoran. Namun satu hal yang harus diingat, kebijakan Anda dalam mengatur penghasilan Anda perlu lah Anda ketahui.

Keterlambatan pembayaran gaji, sepinya tawaran pekerjaan freelance adalah hal yang sangat ditakuti pekerja freelance. Mengakibatkan kondisi finansial Anda mungkin akan tidak stabil.

 

Semua keputusan memulai karir kembali lagi pada keputusan Anda. Beberapa poin diatas semoga menjadi bahan pertimbangan untuk Anda. Menjadi freelancer atau pegawai kantoran sebenarnya sama saja, tergantung apa prioritas Anda dalam bekerja.

Kira-kira apa yang menjadi prioritas utama Anda dalam bekerja? Sekedar untuk mendapatkan penghasilan, atau proses mengembangkan passion?

 

(LMF)

    

Foto : SHUTTERSTOCK

Artikel Terkait