3-12 BULAN
24 Maret 2020

4 Kesalahan Memakai Sunscreen untuk Bayi

Cek dulu, mana yang sering Moms lakukan?
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Fia Afifah R
Disunting oleh Intan Aprilia

Saat cuaca panas terik seperti ini, tentu pilihan utama Moms adalah menggunakan sunscreen.

Jangan lupa juga untuk menggunakan sunscreen pada Si Kecil. Ini akan melindungi kulitnya dari sinar matahari, apalagi jika berkegiatan di luar rumah.

Namun, sebagian Moms merasa bingung saat akan memberikan sunscreen untuk bayi.

Sebuah survei dari podcast Parenting Hacks Disney Junior UK mengungkapkan, banyak Moms yang kebingungan tentang kapan, di mana, dan bagaimana cara menggunakan sunscreen pada bayi.

Mereka khawatir melakukan kesalahan yang malah akan membuat kulit Si Kecil terbakar dan malah meningkatkan risiko kanker kulit di kemudian hari.

"Paparan sinar matahari adalah faktor risiko yang paling dapat dicegah untuk kanker kulit, termasuk melanoma," kata dokter kulit anak bersertifikat Sheila Fallon Friedlander, seorang profesor pediatri dan dermatologi di University of California San Diego.

Baca Juga: Kapan Bayi Boleh Menggunakan Sunscreen?

Pemakaian Sunscreen untuk Bayi

Untuk menghindari kesalahan memakai sunscreen pada bayi, Moms bisa mendapatkan jawabannya di artikel ini. Scroll sampai habis ya Moms!

1. Salah Waktu Menggunakan Sunscreen

sunscreen untuk bayi 1.jpg

Foto: todaysparent.com

46% Moms tidak yakin seberapa sering harus menggunakan sunscreen untuk bayi. Padahal secara umum, sunscreen harus digunakan kembali setiap 2 jam jika berada di tempat kering.

Dr Sweta Rai dari British Association of Dermatologists (BAD) mengatakan, oleskan sunscreen setengah jam sebelum pergi ke luar, dan tambahkan 15 menit setelah keluar untuk memastikan menutupi area yang terlewat.

“Jika berenang atau bermain di air, tabir surya itu bisa dicuci dan harus diterapkan kembali lebih cepat. Ini untuk menghindari kemungkinan melewatkan tambalan saat aplikasi pertama yang dapat terbakar jika dibiarkan di bawah sinar matahari tanpa perlindungan,” kata Sweta.

2. Bukan Hanya Masalah Suhu

sunscreen untuk bayi 2.jpg

Foto: drdosal.com

Menuru BAD, 45% Moms berpikir risiko terbakar sinar matahari hanya masalah suhu. Padahal hal tersebut salah.

Kulit yang terbakar disebabkan oleh sinar UV daripada suhu atau cuaca panas, jadi jangan menilai risiko terbakar matahari oleh suhu saja.

Sinar UV paling kuat antara pukul 11.00 dan 15.00, jadi habiskan waktu di tempat teduh dan jangan lupa untuk menggunakan sunscreen saat itu.

Bahkan jika Moms duduk di tempat teduh, sinar UV masih dapat menembus dan memungkinkan kulit terbakar.

Kulit anak-anak lebih tipis daripada kulit orang dewasa, sehingga lebih mungkin terkena sinar matahari di tempat teduh.

Baca Juga: 5 Tips Melindungi Kulit Bayi dari Sinar Matahari Menurut Dermatolog

3. Tidak Menerapkan Cukup Sunscreen

sunscreen untuk bayi 3.jpg

Foto: childsafetyexperts.com

Dokter kulit merekomendasikan setidaknya satu ons tabir surya untuk setiap aplikasi, atau lebih tergantung pada ukuran orang. Jumlah tersebut pada dasarnya cukup untuk beberapa anggota badan yang langsung terpapar matahari.

American Academy of Dermatology mengatakan bahwa kebanyakan orang hanya menggunakan 25-50% dari jumlah yang direkomendasikan.

Jadi, jangan berhemat terutama jika Si Kecil akan bermain air atau bermain di taman. Gunakan kembali sunscreen di kulit bayi minimal setiap dua jam sekali dan lebih sering jika Si Kecil berkeringat.

Gunakan tabir surya olahraga atau kedap air dan pastikan untuk memeriksa label untuk detail yang lebih spesifik.

Meskipun tidak setiap orang tua ingin menggunakan sunscreen berbentuk spray terutama pada anak-anak yang sangat muda, faktor bentuk pasti dapat membantu membuat aplikasi jauh lebih cepat dan mudah. Ingatlah, sunscreen spray biasanya tidak merata ke seluruh kulit.

Sebaiknya Moms menggosok gosok dengan tangan sesudahnya, untuk memastikan anak-anak mendapatkan perlindungan penuh.

4. Terlalu Tergantung dengan Sunscreen

sunscreen untuk bayi 4.jpg

Foto: babycenter.com

Sebenarnya, Moms harus meminimalkan penggunaan sunscreen untuk bayi di bawah 6 bulan. Moms hanya boleh menggunakannya saat benar-benar dibutuhkan.

Jika tempat teduh dan pakaian yang memadai tidak tersedia, Moms dapat menggunakan sunscreen dengan SPF minimal 30 untuk kulit anak-anak.

Sunscreen yang mengandung titanium dioksida atau seng oksida cenderung mengiritasi kulit bayi yang sensitif.

Tetap aman di hari yang panas dengan memastikan bayi tidak terlalu panas dan minum banyak cairan.

Jika bayi rewel, menangis berlebihan atau terlihat merah pada kulit yang terbuka, bawalah segera ke dalam ruangan.

Baca Juga: 5 Cara Mengatasi Kulit Bayi yang Terbakar

"Selalu lindungi diri Anda dan keluarga dari sinar matahari, dan temui dokter kulit bersertifikat jika Anda memiliki pertanyaan tentang cara merawat kulit bayi Anda," tambah Sheila.

Selalu simpan sunscreen di dalam tas jika keluar rumah, terutama untuk bayi Moms ya!

Artikel Terkait