KESEHATAN
31 Mei 2019

Kesehatan Ani Yudhoyono Dikabarkan Memburuk, Ini 5 Pengobatan yang Harus Dilalui Penderita Kanker Darah

Perlu dilakukan berbagai pengobatan khusus untuk mengobati kanker darah
placeholder

Foto: instagram.com/aniyudhoyono

placeholder
Artikel ditulis oleh Adeline Wahyu
Disunting oleh Intan Aprilia

Setelah sempat membaik, kini kondisi kesehatan Ani Yudhoyono dikabarkan mengalami penurunan.

Mengutip dari Kompas, istri dari mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono ini harus dirawat di Intensive Care Unit ( ICU) National University Hospital (NUH) Singapura.

Sebelumnya Ani Yudhoyono telah dirawat di NUH Singapura selama tiga bulan terakhir ini karena divonis mengidap penyakit kanker darah.

Penyakit ini tumbuh akibat terjadinya sel-sel darah abnormal mulai tumbuh di luar kendali dan mengganggu fungsi sel darah normal.

"Beberapa kanker darah dapat menyebabkan gejala seperti kelelahan parah, penurunan berat badan, keringat malam, atau pembengkakan kelenjar getah bening," ujar Scott Frederick Huntington, ahli hematologi Yale Medicine dan asisten profesor kedokteran di Yale School of Medicine.

Karenanya penderita kanker darah atau leukemia harus diberikan perawatan khusus, agar tidak terinfeksi virus dan bakteri yang dapat mengganggu proses pengobatan. Lalu apa saja proses pengobatan yang harus dilalui penderita kanker darah?

Baca Juga: Ani Yudhoyono Mendapatkan Donor Sumsum Tulang Belakang. Apa Kriteria Menjadi Pendonor dan Bagaimana Sistemnya?

1. Kemoterapi

proses pengobatan kanker darah

Proses pengobatan kanker darah yang paling awal harus dilakukan adalah kemoterapi. Bentuk pengobatan ini dilakukan dengan menggunakan bahan-bahan kimia untuk membunuh sel-sel kanker darah yang bersarang di dalam tubuh.

Kemoterapi yang diberikan pun berbeda-beda tergantung dari jenis kanker darah yang diderita. Banyak obat yang harus dikonsumsi penderita juga berbeda-beda, ada yang diberi pil, suntikan langsung ke pembuluh darah, ada juga kombinasi.

2. Terapi Biologis

Selanjutnya proses pengobatan kanker darah dapat dilakukan melalui terapi biologis.

Cara ini bekerja dengan menggunakan perawatan yang membantu sistem kekebalan tubuh kita mengenali dan menyerang sel-sel leukemia yang tumbuh.

Baca Juga: Selain Denada, 3 Artis Ini Juga Memiliki Keluarga yang Mengidap Leukemia

3. Terapi yang Ditargetkan

pengobatan kanker darah

Adalah terapi yang ditargetkan menggunakan obat-obatan yang menyerang kerentanan spesifik dalam sel kanker kita.

Sebagai contoh, obat imatinib (Gleevec) menghentikan aksi protein dalam sel-sel kanker darah orang-orang dengan leukemia myelogenous kronis. Ini dapat membantu mengendalikan penyakit ini.

4. Terapi Radiasi

Sesuai namanya, proses pengobatan kanker darah ini menggunakan sinar-X atau sinar berenergi tinggi lainnya untuk membunuh sel-sel leukemia dan menghentikan pertumbuhannya.

Selama terapi radiasi, kita diharuskan berbaring di meja sementara sebuah mesin besar bergerak di sekitar kita, mengarahkan radiasi ke titik-titik yang tepat pada tubuh kita.

Dengan terapi ini, kita mungkin akan menerima radiasi di satu area spesifik tubuh, di mana ada kumpulan sel-sel leukemia, atau bisa juga menerima radiasi di seluruh tubuh. Terapi radiasi dapat digunakan untuk mempersiapkan transplantasi sel induk.

Baca Juga: Dari Pestisida Hingga Cat Dinding, Ini 5 Faktor Penyebab Leukemia Pada Anak

5. Transplantasi Sel Induk

pengobatan kanker darah

Transplantasi sel induk adalah prosedur untuk menggantikan sumsum tulang yang terinfeksi dengan sumsum tulang yang sehat.

Sebelum transplantasi sel induk, melalu proses pengobatan kanker darah ini kita akan menerima kemoterapi dosis tinggi atau terapi radiasi untuk menghancurkan sumsum tulang yang terinfeksi.

Kemudian menerima infus sel induk pembentuk darah yang membantu membangun kembali sumsum tulang kita.

Menurut Vimal D. Patel, MD, ahli onkologi medis dalam Program Transplantasi Darah dan Sumsum di Rutgers Cancer Institute of New Jersey, proses pengobatan ini bisa jadi yang terbaik atau satu-satunya yang memberikan kesempatan sembuh.

Itu dia beberapa proses pengobatan khusus yang harus dilalui oleh para penderita kanker darah. Cukup rumit dan kompleks, agar sel-sel darah yang tumbuh bisa benar-benar mati.

Artikel Terkait