GAYA HIDUP
12 Agustus 2019

Kesepian Menyebabkan Kematian? Begini Penjelasan dari Ahli

Bahkan kesepian lebih buruk dari obesitas!
Artikel ditulis oleh Orami
Disunting oleh Ikhda Rizky Nurbayu

Jika kita termasuk seseorang yang tidak memiliki banyak teman atau buruk dengan koneksi sosial, kita bisa didera rasa kesepian.

Bahkan, menurut sebuah penelitian yang dilansir dari timesofindia.com, kesepian dapat meningkatkan risiko serangan jantung hingga lebih dari 40 persen. Ini juga meningkatkan kemungkinan kematian dini hingga 50 persen.

“Kesendirian memiliki dampak yang sama dengan merokok 15 batang sehari dan dapat menyebabkan kematian, juga menjadikannya lebih berbahaya daripada obesitas," ujar Douglas Nemecek, MD, kepala medis Cigna untuk kesehatan perilaku.

Dikarenakan kesepian sama berbahayanya seperti merokok, mantan Ahli Bedah Jenderal Vivek H. Murthy, MD, mengatakan bahwa kesepian harus ditargetkan dalam kampanye kesehatan masyarakat seperti yang dirancang untuk memerangi merokok, meningkatkan imunisasi, memerangi obesitas, dan mencegah penyebaran virus AIDS.

“Selama bertahun-tahun merawat pasien, patologi paling umum yang saya lihat bukanlah penyakit jantung atau diabetes; itu adalah kesepian,” kata Vivek Murthy.

Baca Juga: Ini yang Harus Dilakukan Ketika Merasa Kesepian Berdasarkan Zodiak

Penyebab Kesepian

Kesepian Sebabkan Kematian

Foto: rd.com

Kesendirian dipicu oleh berbagai hal, termasuk tuntutan pekerjaan, jadwal tidur yang tidak tepat, tidak menghabiskan cukup waktu berkualitas dengan keluarga atau bersosialisasi dengan teman, dan kurangnya me time atau waktu untuk diri sendiri.

Bahkan, tak hanya itu, berkembangnya teknologi juga menjadi faktor kesepian. Turkle, seorang profesor MIT mengklaim bahwa teknologi secara fundamental telah mengubah cara kita berhubungan satu sama lain.

Dalam pandangan Turkle, kita terlibat dalam kesepakatan Faustian, yakni di mana mempertukarkan koneksi virtual yang berarti tidak dengan kesepakatan nyata atau tidak adanya keintiman.

Walau begitu, penyebab kesepian itu rumit dan bervariasi. Seperti yang disebutkan oleh Dr. Leeat Granek PhD, seorang psikolog kesehatan yang mempelajari kesedihan dan kehilangan, “Dalam kasus saya sendiri, kesepian berasal dari sekumpulan sebab yang beragam. Imigrasi, hidup sendiri, dan berduka, misalnya. Ini adalah penjelasan yang masuk akal, tetapi tidak ada yang menangkap tren sosial kesepian.”

Baca Juga: Merasa Kesepian Dalam Pernikahan? Ini 6 Penyebabnya

Kesepian dan Kematian Dini

Kesepian Sebabkan Kematian

Foto: rd.com

Ada beberapa alasan mengapa kesepian bisa mematikan. Pertama, itu mengurangi kekebalan tubuh kita, yang dapat meningkatkan risiko penyakit kita.

Ini juga meningkatkan peradangan dalam tubuh, yang dapat berkontribusi pada penyakit jantung dan kondisi kesehatan kronis lainnya.

Stres juga akan lebih memengaruhi kita jika kesepian. Masalah keuangan, masalah kesehatan, dan hambatan sehari-hari dapat mengambil korban emosi yang lebih besar daripada individu yang tidak memiliki dukungan sosial dan emosional.

Julianne Holt-Lunstad, PhD, seorang psikolog di Universitas Brigham Young yang mempelajari kesepian dan dampak kesehatannya, telah menemukan bahwa kesepian membuat kematian dini lebih mungkin terjadi pada orang-orang dari segala usia.

“Ada bukti kuat bahwa isolasi sosial dan kesepian secara signifikan meningkatkan risiko kematian dini dan besarnya risiko melebihi banyak indikator kesehatan terkemuka,” ucap Julianne Holt-Lunstad.

"Dengan meningkatnya populasi yang menua, efeknya pada kesehatan diperkirakan akan meningkat," tandasnya.

Sehingga, kesepian dikaitkan erat dengan kematian dini karena memicu penyakit kronis yang diawali dari depresi dan stres karena rasa sepi.

Baca Juga: Kasihan, Ini Dia 5 Zodiak yang Mudah Kesepian

Cara Mengurangi Rasa Sepi

Kesepian Sebabkan Kematian

Foto: rd.com

Arthur H. Brand, PhD, seorang psikolog berlisensi di Boca Raton, FL, mengatakan bahwa kesepian bukanlah gangguan klinis.

"Kesendirian adalah perasaan yang mungkin sementara," kata Arthur, “Isolasi atau keterasingan merupakan suatu kondisi yang mungkin merupakan hasil dari kesepian kronis; penarikan diri dari hubungan dan/atau hasil penolakan atau pengucilan oleh orang lain."

Arthur mengatakan hubungan tatap muka dengan orang lain adalah obat terbaik untuk mengurangi kesepian.

Tak hanya itu, memiliki waktu untuk keluarga juga bisa mengatasi rasa sepi. Orang-orang yang melaporkan menghabiskan banyak waktu bersama keluarga lebih cenderung mengatakan bahwa mereka merasa bahagia dan memiliki seseorang yang bersedia membantunya.

Orang yang mengatakan mereka tidur dalam jumlah yang tepat memiliki skor kesepian yang lebih rendah juga sehingga tidur juga mempengaruhi kesepian.

Artikel Terkait