NEWBORN
4 Juli 2019

Ketahui 5 Fakta Penting tentang Bayi Interseks

Tidak semua bayi interseks memiliki kondisi yang sama
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Orami
Disunting oleh Andra Nur Oktaviani

Interseks adalah istilah umum yang digunakan untuk menyatakan berbagai kondisi di mana seorang bayi dilahirkan dengan anatomi reproduksi atau seksual yang tidak sesuai dengan definisi tipikal perempuan atau laki-laki.

Kondisi alami yang terjadi pada manusia dan bukan masalah medis. Dilansir dari berbagai sumber, berikut merupakan beberapa fakta bayi interseks yang perlu Moms ketahui.

Ada Banyak Variasi Interseks yang Berbeda

Bayi Interseks Ketahui XX Fakta Penting Ini 1.png

foto: bundoo.com

Beberapa bayi interseks memiliki ambiguitas genitalia atau organ seks internal, seperti misalnya lahir dengan jaringan ovarium tetapi memiliki testis.

Sementara bayi lain lahir dengan kombinasi kromosom berbeda dari XY (pria) dan XX (wanita), seperti contohnya memiliki kromosom XXY yang menjadikannya interseks.

Selain itu, tidak jarang bayi dengan kondisi interseks terlahir dengan alat kelamin ganda, tetapi organ atau hormon internal mereka tidak cocok dengan salah satu kelamin ketika mereka dewasa.

“Ketika bayi terbentuk di dalam rahim, ada serangkaian hal rumit yang terjadi agar mereka terlahir dengan alat kelamin yang benar-benar sesuai,” kata Daniel Metzger, ahli endokrinologi pediatri di BC Children’s Hospital di Vancouver, seperti dikutip dari Todaysparent.com.

Baca Juga: Ternyata Bayi Bisa Stres Juga Lho

Kondisi Interseks Tidak Selalu Terlihat Segera setelah Bayi Lahir

Bayi Interseks Ketahui XX Fakta Penting Ini 2.jpg

foto: dnaindia.com

Beberapa kondisi interseks menyebabkan bayi dilahirkan dengan alat kelamin yang tidak dapat dengan mudah diklasifikasikan sebagai laki-laki atau perempuan (ambiguous genitalia). Kondisi interseks ini biasanya dikenali saat lahir.

Hiperplasia adrenal kongenital, defisiensi 5-alpha-reductase, sindrom insensitivitas androgen parsial, dan agenesis penis termasuk dalam kondisi ambigous genitalia.

Kondisi interseks lainnya termasuk ketidakpekaan androgen lengkap, sindrom Klinefelter, sindrom Turner, dan agnesis vagina. Di mana kondisi ini biasanya tidak menyebabkan ambigous genitalia dan tidak dikenali saat lahir.

Bayi Interseks Tidak Selalu Harus Segera Dioperasi

Bayi Interseks Ketahui XX Fakta Penting Ini 3.jpg

foto: theswaddle.com

Kebanyakan dokter justru menganjurkan agar orang tua menunda operasi, kecuali jika secara medis memang diperlukan. Sebagian besar ahli juga mengatakan bahwa operasi yang dilakukan terlalu dini untuk menentukan kelamin bayi interseks harus dihindari.

“Mengapa melakukan sesuatu yang mungkin tidak dapat diubah dan tidak sesuai dengan anak di kemudian hari (setelah pubertas),” kata Tiger Devore, Ph.D., seorang psikologis klinis yang berspesialisasi dalam bidang terapi seksual, seperti dikutip dari Parents.com.

“Orang tua tidak perlu memaksakan anak menjadi identitas (perempuan atau laki-laki) yang mungkin tidak cocok di kemudian hari,” tambah dia.

Menurut American Academy of Pediatrics (AAP), penentuan jenis kelamin pada bayi interseks harus dilakukan dengan mempertimbangkan berbagai faktor, seperti diagnosis, penampilan genital, opsi pembedahan, kebutuhan terapi penggantian seumur hidup, potensi kesuburan, pandangan keluarga, dan keadaan yang berkaitan dengan praktik budaya.

Baca Juga: Bayi Ngeces, Tanda Gangguan Kesehatan?

Kondisi Interseks Tidak Selalu Mempengaruhi Orientasi Seksual

Bayi Interseks Ketahui XX Fakta Penting Ini 4.jpg

foto: today.com

Kebanyakan bayi yang lahir dengan kondisi interseks tumbuh menjadi heteroseksual, tetapi beberapa bayi dengan kondisi interseks spesifik diketahui memiliki kemungkinan lebih besar untuk tumbuh menjadi orang dewasa dengan orientasi seksual gay, lesbian, atau biseksual.

Meskipun demikian, sebagian besar bayi interseksual juga memiliki kemungkinan yang besar untuk tumbuh secara normal menjadi individu heteroseksual.

Tanpa Dukungan, Masalah Psikologis Dapat Mengancam Pertumbuhan Bayi Interseks

Bayi Interseks Ketahui XX Fakta Penting Ini 5.jpg

foto: smithsonianmag.com

Para psikolog mengatakan bahwa perasaan malu dan penolakan dapat berdampak negatif terhadap kesehatan mental bayi interseks. Sementara perasaan didukung, diakui, dan dipahami dapat membantu mereka tumbuh dengan baik.

Dengan kata lain, menciptakan lingkungan yang penuh kasih dan dukungan untuk bayi yang lahir dengan kondisi interseks akan membantu mereka tumbuh dengan percaya diri dan bahagia.

Konsultasikan dengan tim DSD tentang tantangan apa yang mungkin muncul dalam membesarkan bayi interseks. Berkonsultasilah dengan seorang profesional kesehatan mental tentang cara terbaik untuk mendukung dan berbicara dengan Si Kecil dengan kondisi interseks.

Baca Juga: Manfaat Tes Glukosa Pada Bayi Baru Lahir

Nah, itulah beberapa fakta penting yang perlu Moms ketahui terkait bayi interseks. Apakah orang-orang terdekat Moms punya pengalaman mengasuh atau membesarkan bayi dengan kondisi interseks?

(RGW)

Artikel Terkait