KEHAMILAN
20 Juli 2019

Ketahui 6 Faktor yang memengaruhi kesuksesan IVF

Info penting Moms dan Dads yang berencana melakukan IVF!
Artikel ditulis oleh Orami
Disunting oleh Carla Octama

Salah satu upaya yang dicoba oleh banyak pasangan yang memiliki masalah infertilitas untuk dapat mempunyai keturunan adalah menjalani prosedur in vitro fertilization (IVF).

Tingkat keberhasilan IVF di berbagai negara berbeda-beda karena ada banyak faktor yang memengaruhi kesuksesan IVF.

Sebenarnya, apa saja faktor yang memengaruhi kesuksesan IVF?

1. Kualitas sel telur

Kualitas sel telur seorang perempuan tergantung pada beberapa faktor, di antaranya usia, gaya hidup, dan cadangan ovarium.

Sel telur dengan kualitas baik, yang biasanya terdapat pada perempuan berusia subur, merupakan salah satu faktor yang memengaruhi kesuksesan IVF.

Sekitar 90 persen masalah embrio kromosom terjadi karena kualitas telur yang kurang baik.

2. Kualitas sperma

shutterstock_1053858512.jpg

Selain kualitas sel telur, kualitas sperma pun termasuk faktor yang memengaruhi kesuksesan IVF.

Untuk mewujudkannya, Zaraq Khan, ahli endokrinologi reproduksi dari Mayo Clinic di Rochester, Minnesota, sebagaimana dikutip dari parents.com menganjurkan beberapa cara berikut:

  • Minum multivitamin
  • Menjaga berat badan tetap normal
  • Menggunakan celana dalam model boxer alih-alih model brief
  • Minum obat kesuburan yang dapat meningkatkan jumlah maupun kualitas sperma
  • Berkonsultasi dengan spesialis kesuburan pria untuk memastikan tidak ada abnormalitas pada mani

3. Riwayat kehamilan

Perempuan yang sudah pernah hamil dan melahirkan memiliki peluang keberhasilan IVF yang lebih besar dibandingkan mereka yang belum pernah hamil sama sekali.

Sementara, tingkat keberhasilan IVF pada perempuan dengan riwayat keguguran secara umum lebih rendah.

4. Usia

shutterstock_573172159.jpg

Dalam situs web The Conversation, peneliti Hannah Brown dan Louise Hull mengatakan usia adalah faktor utama yang menentukan keberhasilan IVF.

Alasannya, jumlah dan kualitas sel telur akan berkurang seiring dengan pertambahan usia perempuan.

Perempuan usia 24-34 tahun memiliki peluang keberhasilan tertinggi dalam IVF karena pada rentang usia itulah perempuan paling subur.

5. Jenis infertilitas yang dihadapi

Jenis infertilitas yang dimiliki pasangan juga termasuk salah satu faktor yang memengaruhi kesuksesan IVF.

Infertilitas yang disebabkan oleh tumor fibroid, kelainan pada rahim, disfungsi ovarium, dan kurun waktu pasangan mengalami kesulitan untuk hamil, misalnya, merupakan faktor-faktor yang memperkecil tingkat keberhasilan IVF.

6. Berat badan

shutterstock_564041662.jpg

Kondisi kelebihan ataupun kekurangan berat badan dapat berdampak negatif terhadap keberhasilan IVF.

“Kondisi kelebihan berat badan dapat membuat proses pemantauan terhadap indung telur (ovarium) makin sulit, serta memperbesar risiko komplikasi pada proses pengambilan sel telur,” terang Linnea Goodman, M.D., dosen bidang kebidanan dan kandungan di UNC School of Medicine sebagaimana dikutip dari parents.com.

Jadi, sebelum menjalani prosedur IVF, Moms disarankan untuk mencapai berat badan normal terlebih dahulu. Khan menyarankan calon ibu untuk melakukan penurunan berat badan yang sehat di bawah panduan ahli gizi.

(AN/CAR)

Artikel Terkait