KESEHATAN
4 Mei 2020

Ketahui 6 Manfaat Donor Darah, Tingkatkan Kesehatan Jantung hingga Hindari Kanker

Rutin melakukan donor darah bisa memberikan banyak manfaat kesehatan pada tubuh
placeholder

Foto: pixabay.com

placeholder
Artikel ditulis oleh Sabrina
Disunting oleh Dina Vionetta

Manfaat donor darah sebenarnya tidak hanya membantu orang lain yag membutuhkan, tetapi juga memberikan banyak faedah pada tubuh sendiri.

Menurut Philip DeChristopher, MD, Ph.D, direktur bank darah Sistem Kesehatan Universitas Loyola dilansir dari health.com, donasi darah berulang dapat membantu aliran darah lebih lancar tanpa merusak lapisan pembuluh darah dan lebih sedikit penyumbatan arteri.

Karena itu, American Journal of Epidemiology menemukan bahwa orang yang rutin melakukan donor darah 88 persen lebih kecil untuk menderita serangan jantung.

Manfaat Donor Darah untuk Kesehatan

Sebenarnya belum jelas manfaat kesehatan jangka panjang terkait dengan aliran darah yang lebih baik. Tetapi, orang yang rutin donor darah jarang sekali menjalani perawatan di rumah sakit.

"Yang jelas pendonor darah nampaknya tidak terlalu sering menjalani perawatan di rumah sakit. Mereka cenderung berisiko lebih rendah terkena serangan jantung, stroke dan kanker," jelas dr. DeChristopher.

Berikut ini beberapa manfaat kesehatan jika Moms atau Dads rutin mendonorkan darah.

1. Membakar Kalori

donor darah - bakar kalori (pixabay).jpg

Foto: pixabay.com

Rutin mendonorkan darah membantu membakar kalori. Karena itu, Moms atau Dads hanya perlu menggunakan energi untuk berbaring mendonorkan darah.

Sebenarnya belum jelas seberapa banyak kalori yang terbakar setelah donor darah. Tetapi, jangan jadikan pembakaran kalori ini alasan utama melakukan donor darah.

Baca Juga: 12 Aturan Sehat Mengonsumsi Makanan Sebelum dan Setelah Donor Darah

2. Meningkatkan Kesehatan Jantung

donor darah - jantung (pixabay).jpg

Foto: pixabay.com

Sebuah penelitian dalam jurnal Transfusion menemukan bahwa orang dengan hipertensi yang menyumbangkan darahnya mengalami penurunan tekanan darah hingga 4 kali.

Karena itu, donor darah dianggap sebagai aktivitas yang menyehatkan tubuh. Meski begitu, seseorang tidak boleh mengabaikan perawatan lain utnuk mengontrol tekanan darah.

3. Mengurangi Kadar Zat Besi

donor darah - kurangi zat besi (pixabay).jpg

Foto: pixabay.com

Umumnya, orang yang menderita hemochromatosis memiliki kadar zat besi tinggi yang akhirnya bisa merusak organ. Sebenarnya masalah kadar zat besi yang tinggi bukan masalah umum.

Tetapi, rutin donor darah dianggap bisa mendorong perawatan hemochromatosis karena membantu menurunkan kadar zat besi dalam tubuh.

Menurut OneBlood, setiap donor darah menghilangkan 225 hingga 250 mg zat besi. Artinya, pasien cukup mendapatkan manfaat luar biasa dari mendonorkan darah.

Baca Juga: Fakta dan Mitos Seputar Donor Darah yang Harus Moms Ketahui

4. Pemeriksaan Kesehatan Gratis

donor darah - pemeriksaan kesehatan (pixabay).jpg

Foto: pixabay.com

Sebelum donor darah pasti Moms atau Dads menjalani pemeriksaan fisik, termasuk tekanan darah, denyut nadi, suhu tubuh dan kadar hemoglobin hingga kolesterol.

Dengan begitu, Moms dan Dads juga bisa mendapatkan informasi mengenai kondisi kesehatan diri sendiri secara gratis ketika donor darah. Karena informasi tersebut sangat berguna bagi Moms dan Dads dalam menjaga kesehatan.

5. Mendeteksi Anemia

donor darah - anemia (pixabay).jpg

Foto: pixabay.com

Tes hemoglobin juga dibutuhkan sebelum seseorang melakukan donor darah. Pemeriksaan ini akan memberi informasi seseorang menderita anemia atau tidak. Jika iya, artinya seseorang bisa mengetahuinya lebih cepat dan mencari tahu penyebabnya berasal dari kondisi kronis atau kekurangan vitamin.

Baca Juga: 12 Aturan Sehat Mengonsumsi Makanan Sebelum dan Setelah Donor Darah

6. Menurunkan Risiko Kanker

donor darah - turunkan kanker (pixabay).jpg

Foto: pixabay.com

Melansir dari Florida Health, rutin donor darah membantu mengurangi simpanan zat besi dalam tubuh. Zat besi telah dikaitkan dengan kanker yang menyebabkan radikal bebas.

Sebuah studi yang diterbitkan dalam Journal of National Cancer Institute mengikuti 2 kelompok pria selama 4 setengah tahun. Kelompok yang menyumbangkan darahnya beberapa kali dalam setahun mengalami penurunan tingkat zat besi. Karena itu, risiko mereka terkena kanker lebih rendah daripada mereka yang tidak mendonorkan darahnya.

Artikel Terkait