KESEHATAN
23 Januari 2020

Ketahui 8 Jenis Penyakit Menular Seksual, Tak Hanya HIV/AIDS!

Selain HIV/AIDS, masih banyak jenis-jenis penyakit menular seksual yang bisa menyerang pria maupun wanita

Sumber: pixabay.com

Artikel ditulis oleh Sabrina
Disunting oleh Dina Vionetta

Apa saja ya, Moms, jenis penyakit menular seksual yang wajib diwaspadai?

Sexually Transmitted Diseases (STD) atau penyakit menular seksual (PMS) adalah infeksi yang ditularkan dari satu orang ke orang lainnya melalui kontak seksual. Penyebab PMS dilansir dari US National Library of Medicine, termasuk bakteri, parasit dan virus.

Kebanyakan PMS memengaruhi pria dan wanita, tetapi dalam banyak kasus masalah kesehatan yang ditimbulkan lebih parah pada wanita.

Terutama wanita hamil yang menderita PMS, kondisi ini bisa menyebabkan masalah kesehatan serius bagi bayi dalam kandungan.

Umumnya, PMS yang disebabkan oleh bakteri atau parasit bisa disembuhkan dengan antibiotik. Sedangkan, PMS akibat virus masih belum ada obatnya. Tetapi, obat-obatan yang diresepkan bisa membantu mengurangi gejalanya.

Sebenarnya penggunaan kondom lateks dapat melindungi tubuh dari PMS, tetapi tidak sepenuhnya menghilangkan risiko tertular penyakit tersebut.

Adapun jenis-jenis penyakit menular seksual (PMS) yang paling umum seperti dilansir dari Centers of Disease Control and Prevention, antara lain:

Jenis Penyakit Menular Seksual

1. Klamidia

jenis PMS - Klamidia (pixabay).jpg

Foto: Pixabay

Klamidia adalah jenis penyakit menular seksual yang paling umum. Tetapi, banyak orang tidak mengalami gejala apapun ketika menderita klamidia.

Namun, gekala klamidia bisa berupa rasa sakit saat berhubungan seks atau buang air kecil dan sakit perut bagian bawah.

Jika tak diobati, klamidia bisa menyebabkan infeksi pada saluran kencing, kelenjar prostat atau testis, penyakit radang panggul, infertilitas.

Apabila wanita hamil yang menderita klamidia, penyakit ini bisa menular ke bayinya. Setelah lahir, bayi bisa berisiko pneumonia, infeksi mata dan kebutaan. Biasanya kondisi ini cukup diberi antibiotik.

Baca Juga: Ini Gejala Penyakit Klamidia, si Silent Killer yang Sulit Dideteksi

2. HPV (Human Papillomavirus)

jenis PMS - HPV (pixabay).jpg

Foto: Pixabay

Human Papillomavirus (HPV) adalah virus yang dapat ditularkan dari satu orang ke orang lain melalui kontak intim kulit-ke-kulit atau seksual. Gejala HPV yang paling umum adalah kutil pada alat kelamin, mulut atau tenggorokan.

Beberapa jenis infeksi HPV dapat menyebabkan kanker, termasuk kanker mulut, serviks, vulva, penis dan dubur. Menurut National Cancer Institute, sebagian besar kasus kanker terkait HPV di Amerika Serikat disebabkan oleh HPV 16 dan HPV 18. Kedua jenis HPV ini menyumbang 70 persen dari semua kasus kanker serviks.

Baca Juga: Berapa Biaya Vaksin HPV untuk Mencegah Kanker Serviks dan Kapan Harus Dilakukan?

3. Sifilis

jenis PMS - sifilis (pixabay).jpg

Foto: Pixabay

Sifilis adalah infeksi bakteri lain yang sering tidak diperhatikan pada tahap awal. Gejala pertama yang muncul adalah luka bulat kecil atau juga dikenal sebagai chancre.

Penyakit ini bisa berkembang di alat kelamin, dubur, atau mulut. Penyakit ini memang tidak menyakitkan, tapi bersifat sangat menular.

Gejala-gejala sifilis pun meliputi ruam, kelelahan, demam, sakit kepala, nyeri sendi, penurunan berat badan, dan rambut rontok.

Jika tidak diobati, sifilis bisa menyebabkan kehilangan penglihatan, pendengaran, ingatan, kejiwaan, dan infeksi pada otak atau sumsum tulang belakang.

Apabila sifilis didiagnosis lebih awal, maka penyakit ini bisa diatasi dengan antibiotik. Namun, infeksi sifilis pada bayi baru lahir dapat berakibat fatal. Karena itu, semua wanita hamil perlu melakukan skrining tentang kesehatan.

Baca Juga: 4 Tahap Perkembangan Sifilis pada Anak

4. HIV

jenis PMS - hiv (pixabay).jpg

Foto: Pixabay

HIV adalah penyakit yang dapat merusak sistem kekebalan tubuh dan meningkatkan risiko tertular virus atau bakteri lain dari kanker tertentu. Jika tidak diobati, penyakit ini bisa menyebabkan HIV tahap 3 yang dikenal sebagai AIDS.

Pada tahap awal atau akut, gejala HIV sering dikira gejala flu seperti demam, panas dingin, sakit dan nyeri, pembengkakan kelenjar getah bening, sakit tenggorokan dan kepala.

Gejala-gejala awal ini biasanya hilang dalam satu bulan atau lebih. Sejak saat itu, seseorang dapat mengidap HIV tanpa mengalami gejala serius atau persisten selama bertahun-tahun.

Baca Juga: Pelaku Video Vina Garut HIV Positif, Ketahui 4 Cara Mencegah HIV/AIDS dari Pasangan

5. Gonore

jenis PMS - gonore (pixabay).jpg

Foto: Pixabay

Gonore adalah jenis penyakit menular seksual yang paling umum. Gejala gonore sendiri bisa termasuk keputihan, kuning, krem atau berwarna hijau dari penis atau vagina.

Selain itu, rasa sakit atau ketidaknyamanan saat berhubungan seks atau buang air kecil, lebih sering buang air kecil dari biasanya dan gatal di sekitar alat kelamin.

Gonore juga bisa menyebabkan infeksi pada saluran kencing, kelenjar prostat atau testis, penyakit radang panggul, infertilitas. Ibu yang menularkan gonore ke bayi baru lahir dapat menyebabkan masalah kesehatan serius pada bayi.

Baca Juga: Waspada Selalu, Ini Penjelasan Penyakit Gonore dan Dampaknya pada Kesuburan Pria

6. Kutu Kemaluan

jenis PMS - kutu kemaluan (pixabay).jpg

Foto: Pixabay

Kutu kemaluan adalah serangga kecil yang berkembang di rambut kemaluan Anda. Seperti kutu kepala dan kutu tubuh, kutu kemaluan juga memakan darah manusia.

Gejala umum kutu kemaluan termasuk gatal di sekitar alat kelamin atau anus, benjolan merah muda atau merah kecil di sekitar alat kelamin atau anus, demam ringan dan kekurangan energi.

Jika tidak diobati, kutu kemaluan dapat menyebar ke orang lain melalui kontak kulit-ke-kulit atau pakaian, tempat tidur atau handuk bersama. Gigitan yang tergores juga bisa terinfeksi.

Baca Juga: Organ Intim Bisa Terkena Kutu Kemaluan, Kenali Penyebab dan Cara Mengatasinya!

7. Trikomoniasis

jenis PMS - trikomoniasis (pixabay).jpg

Foto: Pixabay

Trikomoniasis disebabkan oleh organisme protozoa kecil yang dapat ditularkan dari satu orang ke orang lain melalui kontak genital.

Menurut Sumber Tepercaya CDC, kurang dari sepertiga orang dengan penyakit ini mengalami gejala, seperti rasa gatal di sekitar vagina atau penis, sakit atau tidak nyaman saat buang air kecil atau berhubungan seks dan sering buang air kecil.

Baca Juga: Penyebab Gatal Setelah Mencukur Bulu Kemaluan dan Cara Mengatasinya

8. Herpes

jenis PMS - herpes (pixabay).jpg

Foto: Pixabay

Herpes adalah nama singkat untuk virus herpes simpleks (HSV). Ada dua strain utama virus, HSV-1 dan HSV-2, keduanya dapat ditularkan secara seksual.

HSV-1 terutama menyebabkan herpes oral, yang bertanggung jawab untuk luka dingin. Namun, HSV-1 juga dapat ditularkan dari mulut satu orang ke alat kelamin orang lain selama seks oral. Ketika ini terjadi, HSV-1 dapat menyebabkan herpes genital.

Baca Juga: Waspada! Bayi Bisa Terkena Herpes Hanya Karena Dicium

HSV-2 terutama menyebabkan herpes genital. Gejala herpes yang paling umum adalah luka lepuh. Dalam kasus herpes genital, luka ini berkembang di atau sekitar alat kelamin.

Artikel Terkait