KESEHATAN
14 Juni 2019

Ketahui 7 Gejala Bisul yang Perlu Diwaspadai Ini

Segera periksakan ke dokter
Artikel ditulis oleh Carla Octama
Disunting oleh Carla Octama

Tanya :

Aku punya teman yang awalnya menderita penyakit seperti gejala bisul pada salah satu bagian tubuhnya, pada saat pecah meninggalkan lubang yang selalu bernanah.

Kira-kira kenapa? Dan apa penyebabnya?

Jawab :

Bisul adalah benjolan kemerahan pada kulit yang berisi nanah. Pada kulit terdapat folikel (akar rambut), bisul muncul akibat infeksi bakteri pada folikel akar rambut ini.

Bagian yang sering tumbuh bisul adalah bagian yang sering terjadi gesekan dan berkeringat, seperti ketiak, bokong, leher, punggung.

Bisul tidaklah berbahaya dan dapat sembuh dengan sendirinya. Oleh sebab itu sangat tidak dianjurkan untuk memencet bisul atau sengaja menusuknya.

Baca Juga: Kenali Penyebab Bisul Pada Anak dan Cara Mengobatinya

Yang perlu diwaspadai dan sebaiknya periksakan pada dokter bila disertai gejala bisul berikut:

1. Disertai demam/meriang.

2. Terus membesar dan sangat nyeri.

3. Berjumlah lebih dari satu buah di lokasi yang sama. Jenis ini dikenal dengan bisul sabut atau karbunkel, dan kondisi ini tergolong infeksi yang lebih serius.

4. Tumbuh di dalam hidung, di wajah, atau tulang belakang.

5. Tidak kunjung sembuh selama lebih dari 14 hari.

6. Sering kambuh.

7. Memiliki masalah dengan sistem imun atau dalam pengobatan yang menganggu sistem imun dan muncul bisul.

Baca Juga: 6 Mitos Soal Perawatan Kulit Wajah yang Selama Ini Dipercaya

Seperti disebutkan diatas dimana adanya bisul dalam jangka waktu lama yang tidak sembuh, menyebar lebih dari satu, dan disertai adanya demam, maka sebaiknya periksakan langsung pada dokter.

Dokter akan memberikan pengobatan antibiotik yang sesuai baik itu melalui obat oles (topikal) ataupun minum.

Beberapa penanganan bisul yang dapat dilakukan antara lain:

1. Kompres hangat tiga kali sehari.

2. Bersihkan bisul yang pecah dengan antiseptik.

3. Gunakan kassa steril bila bisul pecah untuk membersihkan nanah yang keluar.

4. Konsumsi obat pereda nyeri seperti paracetamol atau ibuprofen bila tidak ada kontraindikasi misal alergi obat tersebut.

Dijawab oleh : dr. Ayu Andrian Putri

Sumber : meetdoctor.com

Artikel Terkait