KEHAMILAN
28 Agustus 2019

Ketahui Gejala dan Pengobatan Migrain Saat Hamil Berikut Ini

Meski tidak membahayakan janin, tetapi migrain saat hamil merupakan kondisi yang mengganggu
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Amelia Puteri
Disunting oleh Dina Vionetta

Migrain dapat terjadi selama kehamilan, dan biasanya migrain selama kehamilan paling sering terjadi pada awal kehamilan dan biasanya akan mereda atau berhenti total selama 6 bulan terakhir.

Migrain tidak membahayakan janin, tetapi kondisi ini tentu bisa membuat Moms tidak nyaman dalam melakukan aktivitas sehari-hari.

Mengutip NHS, migrain saat hamil kadang-kadang bisa merupakan gejala pre-eklampsia, biasanya dari sekitar 20 minggu kehamilan atau terjadi segera setelah bayi dilahirkan. Pre-eklampsia dapat menyebabkan komplikasi serius jika tidak diobati.

Normal bila Moms mengalami migrain pertama saat hamil. Beberapa penelitian telah menemukan adanya sedikit korelasi antara migrain dan hormon yang berubah saat hamil.

Baca Juga: Jangan Sampai Sakit, Kenali 4 Pencetus Migrain Ini

Gejala Migrain Saat Hamil

migrain saat hamil-2.jpeg

Mengutip American Pregnancy, migrain biasanya dimulai dengan nyeri sedikit hingga akhirnya menjadi nyeri yang berdenyut, konstan, dan berdenyut di daerah pelipis, di depan kepala, atau pangkal kepala.

Migrain kadang disertai mual dan muntah. Beberapa orang mungkin mengalami adanya sensasi seperti lampu yang berkedip, atau mengalami penglihatan seperti "terowongan" (tunnel vision).

Kadang-kadang, migrain didahului (atau disertai) oleh apa yang oleh dokter disebut "aura", gejala neurologis yang mencakup penglihatan kabur, kilatan cahaya dan mati rasa, atau kesemutan di lengan atau kaki.

Migrain dapat membuat Moms merasa mual di luar morning sickness, dan menjadikan Moms merasa lebih lelah, pusing dan sensitif terhadap cahaya dan suara.

Baca Juga: Sakit Kepala Belakang, 5 Hal Ini Bisa Jadi Penyebabnya

Ciri-ciri Migrain Saat Hamil yang Berbahaya

migrain saat hamil.jpg

Migrain akan mereda dengan perawatan dan pengobatan yang mudah. Tetapi, ada jenis migrain saat hamil yang mungkin merupakan gejala dari kondisi kesehatan yang lain.

Melansir American Pregnancy Association, waspada jika Moms mengalami migrain yang disertai dengan kondisi berikut ini:

  • Sakit kepala disertai demam
  • Sakit kepala berlangsung lebih dari beberapa jam atau sering kambuh kembali
  • Penglihatan dirasa kabur

Penting untuk selalu berkonsultasi dengan ahli medis jika mengalami sakit kepala dan jelaskan gejalanya serta apa yang dirasakan ketika migrain saat hamil menyerang.

Baca Juga: Penyebab Migrain saat Menstruasi

Pengobatan Migrain Saat Hamil

migrain saat hamil

Untuk Moms yang mengalami migrain saat hamil, dokter umumnya akan menyarankan untuk berhenti minum obat kecuali memang benar-benar diperlukan.

Mengutip WebMD, penggunaan obat perlu dipikirkan mengingat efek samping dan dampak potensial yang bisa memengaruhi janin.

Banyak obat anti-migrain yang mengobati atau mencegah migrain yang harus dihindari selama kehamilan. Itu karena efek samping dari obat-obat ini dikaitkan dengan cacat lahir pada bayi.

Obat lain juga bisa menyebabkan komplikasi selama kehamilan. Sebagai contoh, beberapa telah dikaitkan dengan perdarahan, keguguran, atau pembatasan pertumbuhan intrauterin (IUGR), suatu kondisi di mana rahim dan janin tidak tumbuh normal.

Ada beberapa pengobatan rumahan untuk migrain saat hamil, yang meliputi cara-cara sederhana ini:

  • Letakkan handuk dingin di kepala
  • Mandi air dingin
  • Istirahat
  • Olahraga
  • Teknik relaksasi seperti meditasi atau yoga

(AP)

Artikel Terkait