KESEHATAN
9 Maret 2020

Sunat Laser, Ini Kelebihan dan Kekurangannya

Saat ini, proses sunat tak hanya dilakukan dengan teknik biasa, tapi juga terdapat teknik kekinian yaitu sunat laser
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Phanie Fauziah
Disunting oleh Orami

Sunat adalah operasi pengangkatan kulup yang merupakan kulit yang menutupi ujung penis. Prosedur ini biasanya dilakukan pada bayi baru lahir karena alasan pribadi atau agama.

Dilansir dari healthline, sunat pada anak-anak yang lebih tua dan orang dewasa juga dapat dilakukan karena alasan yang sama.

Selain itu, anak-anak yang lebih tua atau orang dewasa mungkin perlu disunat untuk mengobati beberapa kondisi, di antaranya, balanitis (pembengkakan kulup), balanoposthitis (radang ujung dan kulup penis), paraphimosis (ketidakmampuan untuk mengembalikan kulup yang ditarik ke posisi semula), dan phimosis (ketidakmampuan untuk menarik kembali kulup).

Brian Morris, Profesor Emeritus di School of Medical Sciences di University of Sydney, dan rekan-rekannya di Amerika Serikat menemukan bahwa selama masa hidup mereka, setengah dari pria yang tidak disunat akan mengalami kondisi medis yang buruk yang disebabkan oleh kulup mereka.

Pada bayi baru lahir yang sehat, sebenarnya tidak ada alasan medis untuk sunat. Tapi, keluarga bisa memilih untuk menyunat putra mereka karena sejumlah alasan. Salah satu alasan paling umum adalah tradisi keagamaan. Hukum agama baik Yudaisme dan Islam mengharuskan anak laki-laki yang baru lahir untuk disunat.

Saat ini terdapat pilihan sunat yang bisa dilakukan, salah satunya teknik laser yang prosesnya lebih cepat dan kekinian. Kira-kira apa kelebihan dan kekurangan sunat dengan laser ini ya? Simak ulasannya di bawah ini.

Baca Juga: Makanan yang Bisa Meredakan Asam Lambung pada Anak

Kelebihan dan Kekurangan Sunat Laser

kelebihan dan kekurangan sunat laser.jpg

Sunat laser pada prosenya menggunakan electric cauter. Prosesnya pun cepat hanya sekitar lima menit dan tanpa dijahit. Harga dari sunat laser ini juga cukup mahal dari sunat biasa. Adapun proses yang dilakukan sebagai berikut.

  1. Menggunakan bius lokal
  2. Kulit akan dijepit dan ditarik lurus, searah jam 12 dan jam 6 menggunakan klem kecil
  3. Kelebihan kulit kemudian dijepit melintang menggunakan klem besar
  4. Dipotong dengan kawat panas

Baca Juga: Bolehkah Anak Melakukan Veneer Gigi?

1. Kelebihan Sunat Laser

kelebihan dan kekurangan sunat laser 2.jpg

Berbeda dengan sunat konvensional, sunat laser konon punya beberapa kelebihan. Dengan teknologi laser, proses sunat menjadi lebih cepat dan singkat.

Selain itu, pendarahan yang terjadi pun tidak banyak dan karenanya tidak perlu dilakukan penjahitan. Bahkan, menurut penelitian yang diterbitkan International Brazilian Journal of Urology, tidak ditemukan pendarahan atau luka infeksi setelah menjalani prosedur sunat laser pada pasien.

Masyarakat modern saat ini, umumnya mulai beralih dari sunat biasa ke sunat laser. Selain lebih cepat, sunat laser memang dipercaya meminimalisir pendarahan. Anak pun lebih bisa mengatasi rasa takutnya karena dalam prosesnya dilakukan pembiusan.

2. Kekurangan Sunat Laser

kelebihan dan kekurangan sunat laser 3.jpg

Meskipun punya beberapa kelebihan, sunat laser juga ternyata punya kekurangan, antara lain hasil sulit diprediksi, risiko penis terjepit dan glands yang terpotong tinggi, bisa menimbulkan luka bakar, sehingga menyebabkan pembengkakkan, hingga pada area yang terpotong akan terasa panas.

Baca Juga: Tepat Mengobati TBC pada Anak dengan Mengetahui Gejalanya!

Dalam pelaksanaan sunat itu sendiri, bisa Moms sepakati dengan Dads, apakah akan menyunat Si Kecil setelah lahir atau ketika ia sudah masuk usia kanak-kanak. Hal yang paling penting adalah penanganan proses sunat ini dilakukan oleh yang sudah berpengalaman.

Tapi, alangkah lebih baiknya pilihlah tempat sunat laser terpercaya yang di dalamnya terdapat fasilitas medis yang memadai, sehingga meminimalisir risiko yang terjadi.

(PSF/ERN)

Artikel Terkait