KESEHATAN
14 November 2019

Disfungsi Seksual pada Perempuan, Ketahui Penanganan dan Pengobatannya

Memunculkan hasrat berhubungan seksual bisa dengan meningkatkan stimulasi lewat tontonan erotis
Artikel ditulis oleh Amelia Puteri
Disunting oleh Andra Nur Oktaviani

Disfungsi seksual merupakan suatu suatu problema yang terjadi selama fase siklus respons seksual. Hal ini yang dapat menghambat individu atau pasangan untuk mengalami kepuasan dalam kegiatan seksual.

Selama ini, kasus disfungsi seksual selalu dikaitkan dengan pria. Namun, kenyataannya tidak demikian. Perempuan juga ternyata bisa mengalami disfungsi seksual lho Moms.

DIkutip dari jurnal bertajuk Diagnosis and Treatment of Female Sexual Dysfunction yang diterbitkan American Family Physician, disfungsi seksual perempuan adalah hal yang umum terjadi dan dialami oleh sekitar 40 persen perempuan.

Dalam diskusi media "Disfungsi Seksual pada Wanita" yang diadakan oleh RS Pondok Indah pada Selasa (13/8/2019) lalu, Dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan RS Pondok Indah-Puri Indah, dr. Grace Valentine, Sp.OG, menjelaskan lebih dalam tentang disfungsi seksual pada perempuan.

"Penyebab disfungsi seksual ini multidimensi, meliputi gangguan hasrat seksual, gairah, orgasme, dan nyeri," jelas dr. Grace.

Ia menambahkan, disfungsi seksual adalah topik yang banyak orang ragu atau malu untuk membahasnya. Padahal, sebagian besar kasus disfungsi seksual dapat diobati. "Penting untuk berbagi kekhawatiran Anda dengan pasangan dan dokter," tegas dr. Grace.

Kaum pria atau perempuan bisa mengalami disfungsi seksual. Lebih lanjut, dr. Grace menjelaskan, masalah difungsi seksual terjadi pada orang dewasa dari segala usia. "Saat ini, dilaporkan semakin banyak pasangan usia muda mengalami hal ini," ungkapnya

Baca Juga: Kaitan Hernia dan Disfungsi Seksual, Benarkah Memicu Kemandulan pada Pria?

Pendekatan Penyembuhan Disfungsi Seksual pada Perempuan

iritasi-konsultasi dokter.jpg

Dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan RS Pondok Indah-Puri Indah, dr. Ni Komang Yeni Dhana Sari, Sp.OG, menjelaskan beberapa pengobatan yang bisa dilakukan bagi perempuan yang memiliki disfungsi seksual.

"Kerja sama tim yaitu pasien, tim dokter, dan terapis terlatih, bisa menyembuhkan sebagian besar jenis masalah seksual dengan mengobati masalah fisik atau psikologis yang mendasarinya," jelas dr. Ni Komang.

Adapun beberapa strategi pengobatan lainnya, fokus kepada hal-hal berikut ini:

  • Memberikan pendidikan. Terkait anatomi manusia, fungsi seksual, dan perubahan normal yang terkait dengan penuaan, serta perilaku seksual dan respons yang sesuai, dapat membantu wanita mengatasi kecemasannya tentang fungsi dan kinerja seksual.
  • Meningkatkan stimulasi. Ini mungkin termasuk penggunaan materi erotis (video atau buku), masturbasi, dan perubahan dalam rutinitas seksual.
  • Memberikan teknik pengalih perhatian. Fantasi erotis atau non-erotis; latihan dengan hubungan intim; musik, video, atau televisi dapat digunakan untuk meningkatkan relaksasi dan menghilangkan kecemasan.
  • Meminimalkan rasa sakit. Dengan posisi seksual yang memungkinkan wanita untuk mengontrol kedalaman penetrasi sehingga dapat meringankan rasa sakit. Bisa juga menggunakan pelumas vagina, dan mandi air hangat untuk membantu relaksasi.

Baca Juga: Cara Mengungkapkan Fantasi Seksual pada Suami

Pengobatan Disfungsi Seksual pada Perempuan

Ada beberapa pengobatan dan bisa dilakukan untuk mengatasi disfungsi seksual pada perempuan. Berikut daftarnya.

1. Temukan Arti Libido Bagi Diri Sendiri

Pura-Pura Orgasme - 3 Rahasia Seks Wanita yang Disembunyikan dari Pria 01.jpg

Cari cara baru untuk mengembalikan hasrat dan momentum yang menyenangkan saat berhubungan seksual: pelvic physical therapy atau laser vagina rejuvenation atau terapi seksual (mengubah rutinitas seksual, fokus pada foreplay, penggunaan sex toys).

"Libido adalah aspek yang sangat kompleks dari seksualitas. Seringkali kita tidak nyaman mendiskusikannya," kata dr. Ni Komang.

Ia menambahkan, karena ada perubahan gaya hidup saat ini, tentunya dengan peningkatan pengobatan medis dan teknologi secara bersamaan akan memberikan hasil yang maksimal.

2. Melakukan Persiapan Pendukung Lainnya

disfungsi seksual

Pada fase ini, mungkin dibutuhkan lebih dari 1 dukungan profesional, lebih dari 1 macam terapi, bila terjadi disfungsi seksual yang disebabkan oleh menopause. Karena hal ini bukan hanya sematar tentang perubahan fisik.

Kecemasan, stres, dan depresi juga mengarah pada terjadinya penurunan hasrat seksual dan gangguan seksual dengan pasangan.

"Mind and body activity, self relief technique, dikatakan mampu mengurangi keluhan disfungsi seksual. Misalnya dengan melakukan yoga, tai chi, dan akupuntur," jelas dr. Ni Komang.

Baca Juga: 6 Pose Yoga untuk Membantu Relaksasi

3. Tidak Malu Mencari Pengobatan

disfungsi seksual

Kadangkala, hasrat seksual pada menopause masih cukup kuat, tetapi gejala fisik yang muncul menyebabkan sulitnya melakukan aktivitas seksual.

Seperti adanya kondisi vaginal atrophy (vagina sempit dan memendek), prolapsus dasar panggul, vagina kering dan nyeri, sering buang air kecil, atau mengompol.

Hal ini dapat diobati dengan skrining yang menyeluruh terlebih dahulu (pap smear, USG, mamografi, deteksi tanda kanker, tes laboratorium untuk fungsi hati, ginjal, faktor pembekuan darah).

"Bila terjadi kontra indikasi pada terapi hormonal, bisa digunakan terapi alami dengan preparat kandungan kedelai, semanggi, dan black cohosh," terang dr. Ni Komang.

Dokter Grace mengatakan, keberhasilan pengobatan disfungsi seksual pada perempuan tergantung pada penyebab masalah yang mendasarinya.

"Hasil terbaik untuk disfungsi seksual yang terkait dengan kondisi fisik dapat diobati atau reversibel," katanya.

Nah, itulah beberapa fakta mengenai disfungsi seksual pada perempuan dan penanganannya. Nah, jika Moms mengalami hal tersebut, jangan anggap remeh. Segera hubungi dokter untuk mendapatkan penanganan.

Ingat, seks adalah salah satu kunci pernikahan langgeng dan bahagia yang perlu terus dijaga.

Artikel Terkait