2-3 TAHUN
5 Juli 2019

Ketahui Pentingnya Melakukan Aktivitas Midline Crossing Bagi Perkembangan Balita

Penting untuk membantu Si Kecil beraktivitas.
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Dina Vionetta
Disunting oleh Dina Vionetta

Bila diperhatikan, rupanya masih banyak orang tua yang belum tahu pentingnya melakukan aktivitas midline crossing bagi perkembangan balita. Bagaimana dengan Moms?

Sebelum membahas lebih lanjut, coba Moms bayangkan sebuah garis tengah imajiner yang membelah tubuh balita menjadi bagian kiri dan kanan.

Nah, seperti disebutkan oleh Child Development Center Hong Kong, midline crossing atau crossing the midline adalah kemampuan untuk menjangkau ke arah sisi lain tubuh dengan melewati bagian tengah vertikal tubuh.

Untuk melakukan aktivitas midline crossing, balita harus sudah bisa menggunakan dan mengendalikan kedua sisi tubuh, memiliki kesadaran tubuh, serta kemampuan memutar tubuh bagian atas.

Baca Juga: 5 Aktivitas Eksperimen Sederhana untuk Melatih Otak Balita

Tanda Balita Kesulitan Dalam Midline Crossing

Ketahui Pentingnya Melakukan Aktivitas Midline Crossing Bagi Perkembangan Balita 1.jpg

Foto: theinspiredtreehouse.com

Aktivitas midline crossing balita memang akan berkembang seiring dengan pertambahan usia, tapi balita berusia diatas 3 tahun yang mengalami kesulitan dalam midline crossing biasanya akan menunjukkan tanda seperti:

  • Harus berganti tangan saat menggambar garis lurus panjang dari kiri ke kanan.
  • Menggunakan tangan kiri untuk melakukan aktivitas di sisi kiri tubuh dan tangan kanan untuk melakukan aktivitas di tangan kanan tubuh.
  • Memutar seluruh tubuh saat akan menjangkau sesuatu di arah yang berlawanan dengan tangannya.
  • Menggunakan kaki yang berbeda untuk menendang bola.

Menurut Children’s Therapy Works, tidak bisa melakukan midline crossing juga menjadi tanda kalau otak kanan dan kiri balita tidak berkomunikasi satu sama lain secara efisien.

Baca Juga: Selain Menggambar, 4 Aktivitas Balita Ini Juga Bisa Dilakukan Dengan Crayon

Pentingnya Melakukan Aktivitas Midline Crossing

Ketahui Pentingnya Melakukan Aktivitas Midline Crossing Bagi Perkembangan Balita 2.jpg

Foto: lilbudschildcareandpreschool.com

Melatih kemampuan midline crossing sangatlah penting untuk mendukung perkembangan balita, terutama untuk membantu mengembangkan kekuatan tangan dominan.

Nah, memiliki satu tangan dominan yang kuat itu penting sekali untuk melakukan berbagai keterampilan yang mendukung kelancaran belajar buah hati kelak, seperti menulis atau membaca.

Pentingnya melakukan aktivitas midline crossing bagi perkembangan balita akan semakin terasa saat Si Kecil mulai belajar berbagai kecakapan hidup, seperti memakai baju dan sepatu sendiri atau membantu mengerjakan tugas rumah tangga.

Sedangkan menurut Kid Sense Child Development, kemampuan midline crossing juga bisa membantu meningkatkan kemampuan motorik kasar balita, seperti berlari atau menendang bola.

Baca Juga: Sebelum Tidur, Lakukan 4 Aktivitas Mendidik dan Menyenangkan Ini untuk Balita

Aktivitas Midline Crossing yang Bisa Dilakukan di Rumah

Ketahui Pentingnya Melakukan Aktivitas Midline Crossing Bagi Perkembangan Balita 3.jpg

Foto: momsguidetosandiego.com

Setelah tahu pentingnya melakukan aktivitas midline crossing bagi perkembangan balita, sekarang adalah waktunya bagi Moms untuk melatih buah hati.

Nah, inilah beberapa aktivitas midline crossing yang bisa Moms lakukan di rumah bersama Si Kecil:

  • Melakukan aktivitas di permukaan vertikal, seperti menggambar, menempel stiker di kaca, atau menempel huruf magnet di kulkas.
  • Mencoba mandi dengan menggunakan waslap basah.
  • Melakukan tugas rumah tangga seperti melap meja, menyapu, atau membersihkan debu dengan kemoceng dengan satu tangan.
  • Menggambar angka 8 besar di papan tulis atau lantai, lalu minta Si Kecil untuk menyusurinya dengan mobil mainan.
  • Memegang wadah air dengan kedua tangan saat menyiram bunga.
  • Memberikan tantangan fisik sederhana, seperti menyentuh lutut kiri dengan siku kanan sambil berdiri.
  • Meletakkan mainan di sisi tubuh Si Kecil, baik di kanan atau kiri secara bergantian.

Kalau setelah usia 6 tahun anak masih belum menunjukkan sisi dominan atau kesulitan melakukan aktivitas midline crossing, ada baiknya Moms coba berkonsultasi dengan terapis okupasi.

Apa lagi ya Moms, aktivitas midline crossing yang bisa dijadikan bagian dari rutinitas harian balita?

(WA)

Artikel Terkait