NEWBORN
1 April 2019

Ketahui Risiko Penyakit Yang Mengintai Bayi Dehidrasi

Jangan sepelekan masalah bayi dehidrasi yang dapat mengancam nyawa.
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Carla Octama
Disunting oleh Carla Octama

Setiap hari, bayi akan kehilangan cairan saat buang air kecil, buang air besar, berkeringat, menangis, hingga bernafas.

Cairan ini akan tergantikan saat Moms memberi bayi makan, minum dan menyusui.

Namun, saat cairan yang masuk pada tubuh lebih sedikit dibandingkan cairan yang keluar, maka hal ini rentan menyebabkan bayi dehidrasi.

“Tubuh manusia terdiri dari 75% air, sehingga kekurangan cairan dapat mengganggu tubuh untuk menjalankan semua fungsinya,” tulis perawat terdaftar Jennifer L.W. Fink di laman thebump.com.

Apa saja penyakit yang mungkin timbul jika bayi dehidrasi? Cek infonya berikut ini beserta rekomendasi jumlah asupan cairan yang tepat untuk bayi agar tidak mengalami dehidrasi.

Baca Juga : Bayi di Bawah 6 Bulan Makan Pisang, Bahaya!

Risiko Penyakit Saat Bayi Dehidrasi

Foto: data2caretech.com

Penyebab paling umum terjadinya bayi dehidrasi adalah karena muntah dan diare.

Namun jika bayi dehidrasi tidak ditangani dengan baik, maka beragam risiko penyakit lainnya dapat mengintai bayi dehidrasi.

Berikut ini beberapa komplikasi penyakit pada bayi dehidrasi adalah:

1. Cedera panas

Saat bayi berada di bawah sinar terik sinar matahari dan disertai dengan dehidrasi, karena kurangnya asupan cairan, maka cedera panas mengintai.

Kondisi ini akan disertai dengan kram, kelelahan, dan heat stroke yang mengancam nyawa pada bayi dehidrasi.

2. Kejang

Elektrolit, seperti kalium dan natrium membantu membawa sinyal dari satu sel ke sel lainnya.

Jika asupan elektrolit tidak seimbang saat bayi dehidrasi, maka sinyal akan terganggu. Hal ini dapat menyebabkan kontraksi otot dan kehilangan kesadaran.

3. Infeksi saluran kemih dan ginjal

Dehidrasi yang berlarut-larut atau berulang dapat mengganggu efektivitas organ tubuh dalam menjalankan fungsinya, termasuk menyebabkan infeksi saluran kemih, batu ginjal, bahkan gagal ginjal.

4. Hypovolemic shock

Ini adalah komplikasi penyakit paling serius saat dehidrasi, karena dapat mengancam nyawa.

Kondisi ini muncul saat jantung tidak mampu memasok darah yang cukup ke seluruh tubuh akibat volume darah yang kurang.

Saat dehidrasi, terjadi pengurangan jumlah cairan tubuh, sehingga volume cairan di dalam sel tubuh dan pembuluh darah juga berkurang.

Baca Juga : Ini Bahayanya Jika Bayi Dibawah Usia 6 Bulan Diberi Minum Air Putih

Beri Asupan Cairan Yang Cukup Jika Bayi Mengalami Dehidrasi

Foto: thebump.com

Untuk itu, jangan anggap sepele saat bayi dehidrasi. Berikan asupan cairan yang cukup dan sesuai dengan pedoman usianya agar ia tidak mengalami dehidrasi.

“Bayi di bawah usia enam bulan tidak membutuhkan air, cukup memberikannya susu,” ungkap ahli gizi anak dan pendiri Nutrition4KIDS, Bridget Surtees, seperti dikutip dari livingandloving.co.za.

Sedangkan bayi antara usia tujuh hingga 12 bulan memerlukan asupan air sekitar 0,8 liter per hari.

Selain memberi asupan cairan yang cukup agar tidak mengalami bayi dehidrasi, atasi juga penyebab dari bayi dehidrasi.

Misalnya karena bayi diare. Maka atasi masalah diare pada bayi dengan berkonsultasi pada Dokter dan beri asupan cairan lebih agar terhindar dari dehidrasi.

(GS/CAR)

Artikel Terkait