KEHAMILAN
14 Oktober 2019

Ketahui Tanda dan Gejala Anemia Pada Ibu Hamil

Anemia saat hamil bisa berbahaya jika tak ditangani dengan baik.
Artikel ditulis oleh Irene Anindyaputri
Disunting oleh Orami

Salah satu masalah yang berisiko terjadi saat Moms hamil adalah anemia alias kekurangan darah. Anemia saat hamil mesti ditangani dengan cepat supaya tidak menimbulkan masalah lain.

Maka itu, Moms harus tahu beragam tanda dan gejala anemia saat hamil.

Yuk, pahami apa saja tanda dan gejala anemia saat hamil yang harus diwaspadai.

Tanda dan Gejala Anemia Saat Hamil

Sering Pusing Saat Hamil Adakah Bahayanya 02.jpg

Anemia saat hamil biasanya terjadi karena kekurangan beberapa zat gizi tertentu seperti zat besi, asam folat, atau vitamin B12.

Kondisi ini umumnya terjadi pada ibu yang hamil lebih dari satu bayi, sering muntah atau morning sickness, dan punya siklus haid yang cukup berat sebelum masa kehamilan.

Meski ada beberapa jenis, tanda dan gejala anemia pada ibu hamil tetap sama. Berikut adalah tanda dan gejala anemia saat hamil yang mesti ditangani dengan cepat dilansir dari WebMD:

  • Merasa lelah dan lemas setiap saat
  • Pusing dan sakit kepala
  • Napas pendek dan terengah-engah
  • Wajah, bibir, dan kuku, terlihat pucat
  • Detak jantung cepat
  • Dada terasa sakit
  • Sulit untuk konsentrasi
  • Tangan dan kaki dingin

Ketika mengalami anemia pertama kali, Moms akan merasakan gejala-gejala ringan dan biasanya jarang disadari. Lama-kelamaan gejala anemia tersebut akan semakin memburuk jika tak ditangani dengan baik.

Untuk memastikan apakah Moms benar-benar mengalami anemia, dokter akan memeriksa darah Moms. Umumnya, Moms akan diminta untuk memeriksa kadar hemoglobin dan hematokrit darah.

Bila hasilnya di bawah rata-rata, Moms akan langsung diberikan beberapa pengobatan.

Baca Juga: Ada Kista Ovarium, Masih Bisa Hamil atau Tidak?

Cara Mengatasi Anemia Saat Hamil

Pixabay_Beri makanan dengan kadar zat besi yang tinggi.jpg

Jika dari hasil tes darah Moms terbukti mengalami anemia, langkah pertama yang akan dilakukan dokter biasanya adalah memberikan suplemen zat besi dan/atau asam folat.

Suplemen ini harus diminum setiap hari supaya kadar zat besi atau asam folat Moms kembali normal. Berdasarkan informasi dari NHS, umumnya suplemen ini harus diminum selama 6 bulan saat masa kehamilan agar optimal.

Namun untuk lebih pastinya, Moms haus konsultasi dulu dengan dokter, ya.

Baca Juga: Apa Bahaya Hepatitis C Bagi Ibu Hamil?

Seperti yang dilansir dari Mayo Clinic, Moms juga harus menerapkan diet sehat yang tinggi akan zat besi dan asam folat. Mulai sekarang, Moms harus mengonsumsi sumber zat besi dan asam folat seperti:

  • Daging sapi, ikan, dan ayam
  • Produk susu
  • Telur
  • Hati ayam
  • Kacang-kacangan
  • Sayuran yang berdaun hijau tua seperti bayam dan brokoli

Moms juga dapat mengoptimalkan tubuh menyerap zat besi serta asam folat dengan cara mengonsumsi makanan yang tinggi vitamin C seperti:

  • Jeruk
  • Stroberi
  • Tomat

Supaya lebih maksimal, Moms sebaiknya makan sumber zat besi dengan sumber vitamin C di waktu yang berdekatan. Misalnya saja, setelah makan daging sapi atau ayam, sebagai penutup Moms lebih baik makan jeruk.

Dengan begitu, zat besi akan diserap lebih baik oleh tubuh karena bantuan vitamin C.

Baca Juga: Penyebab dan Cara Mengatasi Darah Tinggi Saat Hamil

Jangan lupa juga untuk istirahat dan hindari melakukan aktivitas yang berat. Lakukan juga pemeriksaan rutin ke dokter supaya kehamilan Moms terpantau dengan baik.

(IA/ERN)

Artikel Terkait