KEHAMILAN
14 September 2020

12 Cara Mengatasi Anemia pada Ibu Hamil dan Cara Mencegahnya

Anemia saat hamil bisa berbahaya jika tak ditangani dengan baik.
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Adeline Wahyu
Disunting oleh Dina Vionetta

Saat hamil, Moms mungkin akan mengalami yang namanya anemia. Ketika Moms mengalami anemia, darah dalam tubuh tidak akan memiliki cukup sel darah merah yang sehat untuk membawa oksigen ke jaringan tubuh kita dan ke bayi di dalam kandungan.

Selama kehamilan, tubuh kita menghasilkan lebih banyak darah untuk mendukung pertumbuhan bayi. Jika kita tidak mendapatkan cukup zat besi atau nutrisi tertentu lainnya, tubuh mungkin tidak dapat menghasilkan jumlah sel darah merah yang dibutuhkan untuk membuat darah tambahan ini.

Mengalami anemia ringan saat hamil adalah hal yang normal. Tetapi Moms mungkin mengalami anemia yang lebih parah karena kadar zat besi atau vitamin yang rendah atau karena alasan lain.

Baca Juga: Ketahui Komplikasi yang Terjadi Tiap Trimester Kehamilan

Anemia bisa membuat kita merasa lelah dan lemah. Jika mengalami anemia dalam tingkat yang parah tetapi tidak diobati, dapat meningkatkan risiko komplikasi serius seperti persalinan prematur.

Oleh karena itu, Moms perlu mengetahui lebih lanjut tentang penyebab, gejala, dan pengobatan anemia selama kehamilan.

Jenis Anemia pada Ibu Hamil

jenis anemia pada ibu hamil

Foto: Orami Photo Stock

Beberapa jenis anemia bisa berkembang selama kehamilan, seperti:

  • Anemia selama kehamilan
  • Anemia karena kekurangan zat besi
  • Anemia karena kekurangan folat
  • Kekurangan vitamin B12

Mengapa anemia-anemia ini bisa berkembang? Simak penjelasannya di bawah ini.

1. Anemia Selama Kehamilan

Selama kehamilan, volume darah akan terus meningkat. Ini berarti lebih banyak zat besi dan vitamin dibutuhkan untuk membuat lebih banyak sel darah merah. Jika Moms tidak memiliki cukup zat besi, dapat menyebabkan anemia. Itu tidak dianggap abnormal kecuali jumlah sel darah merah kita turun terlalu rendah.

2. Anemia Defisiensi Zat Besi

Jenis anemia satu ini, sesuai namanya, terjadi ketika tubuh tidak memiliki cukup zat besi untuk memproduksi hemoglobin dalam jumlah yang cukup. Ini adalah protein dalam sel darah merah, yang membawa oksigen dari paru-paru ke seluruh tubuh.

Pada anemia defisiensi besi, darah tidak dapat membawa oksigen yang cukup ke jaringan di seluruh tubuh. Kekurangan zat besi adalah penyebab paling umum dari anemia pada kehamilan.

3. Anemia Defisiensi Folat

Folat adalah vitamin yang ditemukan secara alami dalam makanan tertentu seperti sayuran berdaun hijau. Suatu jenis vitamin B, tubuh membutuhkan folat untuk menghasilkan sel-sel baru, termasuk sel darah merah yang sehat.

Selama kehamilan, wanita membutuhkan folat lebih banyak. Tetapi terkadang mereka tidak mendapatkan cukup asupan ini dari makanan yang dikonsumsi. Ketika hal ini terjadi, tubuh tidak dapat menghasilkan cukup sel darah merah normal untuk mengangkut oksigen ke jaringan di seluruh tubuh. Suplemen folat buatan manusia disebut asam folat.

Kekurangan folat secara langsung dapat menyebabkan beberapa jenis cacat lahir, seperti kelainan tabung saraf (spina bifida) dan berat badan lahir rendah.

Baca Juga: 4 Manfaat Asam Folat untuk Ibu Hamil, Wajib Tahu!

4. Anemia karena Kekurangan Vitamin B12

Tubuh kita membutuhkan vitamin B12 untuk membentuk sel darah merah yang sehat. Ketika seorang ibu hamil tidak mendapatkan cukup vitamin B12 dari makanan yang dikonsumsi, maka tubuhnya tidak dapat menghasilkan cukup sel darah merah yang sehat.

Wanita yang tidak makan daging, unggas, produk susu, dan telur memiliki risiko lebih besar mengalami kekurangan vitamin B12, yang dapat menyebabkan cacat lahir, seperti kelainan tabung saraf, dan dapat menyebabkan persalinan prematur.

Kehilangan darah selama dan setelah melahirkan juga dapat menyebabkan anemia.

Penyebab Anemia saat Hamil

penyebab anemia saat hamil

Foto: Orami Photo Stock

Melansir Womenhealth.gov, hampir 50 persen dari semua perempuan mengalami anemia saat hamil, jadi kemungkinan besar Moms yang saat ini sedang hamil akan enghadapi masalah ini juga meskipun Moms belum pernah menderita anemia sebelumnya dan memiliki pola makan yang baik.

  • Volume darah: Wanita hamil memiliki 25-40 persen lebih banyak cairan yang mengalir melalui pembuluh darah mereka. Tubuh kita mengalirkan darah ke bayi untuk memberinya nutrisi yang diperlukan. Proses ini membutuhkan lebih banyak sel darah merah dan lebih banyak nutrisi, yaitu zat besi, untuk mendukung perkembangannya.
  • Cairan tubuh: Peningkatan cairan dalam tubuh ini akan semakin mengencerkan jumlah sel darah merah.
  • Vegetarian: Protein hewani adalah salah satu sumber zat besi terbaik untuk ibu hamil. Dan meskipun Moms bukan seorang vegetarian, beberapa ibu enggan makan daging selama kehamilan karena suatu alasan.
  • Hamil ganda: Moms berisiko lebih tinggi mengalami anemia selama kehamilan jika Moms mengandung anak kembar, atau jarak kehamilan terakhir kita sangat dekat dengan kehamilan baru saat ini.
  • Mengalami morning sickness: Sering muntah akibat morning sickness membuat Moms berisiko lebih besar terkena anemia.
  • Menstruasi berat: Jika kita mengalami menstruasi yang berat sebelum hamil, maka akan cenderung mengalami anemia juga. Perdarahan hebat berasal dari polip, bisul, atau bahkan darah donor juga menguras jumlah sel darah merah.

Faktor Risiko Anemia pada Kehamilan

anemia pada ibu hamil

Foto: Orami Photo Stock

Semua ibu hamil berisiko mengalami anemia. Hal ini dikarenakan ibu hamil membutuhkan lebih banyak zat besi dan asam folat dari biasanya saat tidak hamil. Tetapi risikonya akan lebih tinggi jika Moms memiliki kondisi berikut ini:

  • Sedang hamil ganda (lebih dari satu anak)
  • Memiliki dua kehamilan dengan jarak yang berdekatan
  • Sering muntah karena mual di pagi hari
  • Hamil di usia yang masih muda
  • Tidak makan cukup makanan yang kaya akan zat besi
  • Sudahn mengalami anemia dari sebelum hamil

Tanda dan Gejala Anemia pada Ibu Hamil

Sering Pusing Saat Hamil Adakah Bahayanya 02.jpg

Foto: Orami Photo Stock

Anemia saat hamil biasanya terjadi karena kekurangan beberapa zat gizi tertentu seperti zat besi, asam folat, atau vitamin B12.

Kondisi ini umumnya terjadi pada ibu yang hamil lebih dari satu bayi, sering muntah atau morning sickness, dan punya siklus haid yang cukup berat sebelum masa kehamilan.

Meski ada beberapa jenis, tanda dan gejala anemia pada ibu hamil tetap sama. Berikut adalah tanda dan gejala anemia saat hamil yang mesti ditangani dengan cepat dilansir dari WebMD:

Baca Juga: Sebelum Terjadi, Ini 7 Cara Mencegah Anemia

Ketika mengalami anemia pertama kali, Moms akan merasakan gejala-gejala ringan dan biasanya jarang disadari. Lama-kelamaan gejala anemia tersebut akan semakin memburuk jika tak ditangani dengan baik.

Untuk memastikan apakah Moms benar-benar mengalami anemia, dokter akan memeriksa darah Moms. Umumnya, Moms akan diminta untuk memeriksa kadar hemoglobin dan hematokrit darah. Tes darah yang biasanya dilakukan meliputi:

  • Tes hemoglobin. Tes ini mengukur jumlah hemoglobin, protein yang kaya zat besi dalam sel darah merah yang membawa oksigen dari paru-paru ke jaringan di dalam seluruh tubuh.
  • Tes hematokrit. Tes ini mengukur persentase sel darah merah dalam sampel darah.

Jika Moms memiliki kadar hemoglobin atau hematokrit yang lebih rendah dari biasanya, maka kita mungkin mengalami anemia defisiensi zat besi. Dokter Moms mungkin memeriksa tes darah lain untuk menentukan apakah kita kekurangan zat besi atau penyebab lain anemia.

Walaupun Moms tidak mengalami anemia pada awal kehamilan, kemungkinan besar dokter akan merekomendasikan agar kita menjalani tes darah lagi untuk memeriksa anemia pada trimester kedua atau ketiga. Bila hasilnya di bawah rata-rata, Moms akan langsung diberikan beberapa pengobatan.

Cara Mengatasi Anemia pada Ibu Hamil

Pixabay_Beri makanan dengan kadar zat besi yang tinggi.jpg

Foto: Orami Photo Stock

Jika dari hasil tes darah Moms terbukti mengalami anemia, langkah pertama yang akan dilakukan dokter biasanya adalah memberikan suplemen zat besi dan/atau asam folat.

Suplemen ini harus diminum setiap hari supaya kadar zat besi atau asam folat Moms kembali normal. Berdasarkan informasi dari NHS, umumnya suplemen ini harus diminum selama 6 bulan saat masa kehamilan agar optimal.

Namun untuk lebih pastinya, Moms haus konsultasi dulu dengan dokter, ya.

Baca Juga: Apa Bahaya Hepatitis C Bagi Ibu Hamil?

Seperti yang dilansir dari Mayo Clinic, Moms juga harus menerapkan diet sehat yang tinggi akan zat besi dan asam folat. Mulai sekarang, Moms harus mengonsumsi sumber zat besi dan asam folat seperti:

  • Daging sapi, ikan, dan ayam
  • Produk susu
  • Telur
  • Hati ayam
  • Kacang-kacangan
  • Sayuran yang berdaun hijau tua seperti bayam dan brokoli

Moms juga dapat mengoptimalkan tubuh menyerap zat besi serta asam folat dengan cara mengonsumsi makanan yang tinggi vitamin C seperti:

Supaya lebih maksimal, Moms sebaiknya makan sumber zat besi dengan sumber vitamin C di waktu yang berdekatan. Misalnya saja, setelah makan daging sapi atau ayam, sebagai penutup Moms lebih baik makan jeruk. Dengan begitu, zat besi akan diserap lebih baik oleh tubuh karena bantuan vitamin C.

Cara lainnya mengatasi anemia pada ibu hamil adalah dengan mengatasinya menggunakan cara rumahan yang alami dan aman. Apa saja cara rumahan yang bisa kita lakukan? Yuk kita intip Moms.

1. Makan Daging Merah

Sudah menjadi rahasia umum bahwa daging merah adalah salah satu sumber zat besi tertinggi dan paling tersedia secara hayati.

Menurut jurnal Beef, Variety Meats and by-products, Liver, Raw Nutrition Facts & Calories, hati sapi mengandung 1,4 mg per ons dan daging giling mengandung 0,6 mg per ons. Meskipun bayam mentah mengandung 0,8 mg zat besi per ons, ini adalah jenis nonheme, jadi lebih sedikit yang diserap.

Bayam juga mengandung polifenol yang mengurangi penyerapan zat besi lebih banyak lagi.

Dan jika Moms bertanya-tanya, satu ons daging sapi hanya seukuran kotak korek api kecil (3 × 5 inci), sedangkan satu ons bayam setara dengan 1 cangkir penuh. Ingat, zat besi daging sapi diserap lebih baik sehingga Moms tidak membutuhkannya sebanyak yang kita butuhkan dengan makanan nabati.

2. Pil dan Suntikan Hati

Hati sapi dan ayam memiliki kandungan zat besi yang sangat tinggi, tetapi rasanya memang agak sulit untuk diterima. Nah, pil hati beku adalah pilihan yang baik bagi mereka yang tidak ingin makan banyak daging atau berjuang melawan penolakan makanan.

Untuk membuat pil hati, sedikit defrost hati beku dan potong menjadi potongan ukuran pil sebelum membekukan kembali. Ini bisa ditelan atau dimasukkan ke dalam blender untuk membuat smoothie. Resep ini bisa Moms gunakan untuk "suntikan" hati mentah, jika Moms tidak siap untuk menelan langsung.

Pastikan untuk menggunakan hati yang telah dibekukan setidaknya selama 14 hari dan dari sumber berkualitas tinggi untuk meminimalkan keberadaan patogen. Jika Moms merasa tidak nyaman, makan pate atau hati dan bawang bombay.

Baca Juga: Ada Kista Ovarium, Masih Bisa Hamil atau Tidak?

3. Tingkatkan Asupan Vitamin C

Anemia cenderung melemahkan sistem kekebalan tubuh kita dan dengan demikian, Moms mungkin lebih rentan terhadap infeksi dan penyakit inflamasi. Dosis vitamin C yang cukup dapat membantu membentengi tubuh kita dari dalam dan pada saat yang sama juga membantu dalam penyerapan zat besi. Konsumsi banyak jeruk atau Moms bahkan bisa minum segelas air lemon setiap hari.

4. Makan Lebih Banyak Sayuran Hijau

Klorofil adalah pigmen hijau yang membantu tanaman menyerap nutrisi, tetapi juga bermanfaat bagi manusia. Karena secara kimiawi mirip dengan hemoglobin, penelitian menunjukkan klorofil meningkatkan kadar oksigen darah.

Klorofil ditemukan di banyak tumbuhan dan sayuran hijau, klorofil bisa kita temukan dalam sayuran-sayuran, seperti:

  • Bayam
  • Alfalfa
  • Kubis hijau
  • Brokoli
  • Asparagus
  • Sejenis sawi
  • Teh hijau matcha

Suplemen klorofil, seperti ini, juga merupakan pilihan. Produk ini umumnya mengandung klorofilin, campuran semi sintetis dari garam natrium tembaga yang larut dalam air yang berasal dari klorofil yang mungkin lebih mudah diserap oleh tubuh.

5. Yogurt dengan Kunyit

Dalam bukunya, 'Ayurvedic Home Remedies', Dr. Vasant Lad menyarankan bahwa mereka yang menderita anemia harus minum yogurt dua kali sehari, pagi dan sore, dengan satu sendok teh kunyit.

Pada anemia tipe kapha, seseorang mungkin mengalami pembengkakan dan kulit menjadi dingin dan lembap. Obat ini membantu menyeimbangkan kapha dosha dalam tubuh.

Baca Juga: Penyebab dan Cara Mengatasi Darah Tinggi Saat Hamil

6. Minum Banyak Cairan

Jus bit atau delima segar berfungsi sebagai pembangun darah yang hebat dan juga pembersih darah. Buah bit kaya akan asam folat, Moms bisa menggabungkannya dengan apel atau wortel.

Delima, di sisi lain, kaya akan zat besi dan juga mineral lain seperti tembaga dan kalium. Kedua jus ini, jika diminum secara teratur, dapat meningkatkan tingkat energi kita dengan mendukung aliran darah yang sehat dan membuat kita merasa lebih aktif.

7. Konsumsi Biji Wijen

Makan biji wijen adalah cara lain yang bagus untuk meningkatkan asupan zat besi dalam tubuh kita, terutama biji wijen hitam. Moms bisa merendam biji wijen di dalam air selama dua hingga tiga jam dan kemudian menggilingnya menjadi pasta. Agar lebih enak, Moms bisa minum campuran ini dengan satu sendok teh madu setiap hari.

8. Makan Buah Kismis dan Kurma

Dua buah kering ini menawarkan kombinasi zat besi dan vitamin C. Hal ini memungkinkan tubuh menyerap zat besi dengan cepat dan juga efektif. Makan segenggam kismis dan satu atau dua kurma untuk sarapan atau sebagai camilan tengah malam. Mereka juga akan memberi tubuh kita energi instan.

9. Konsumsi Ikan

Kerang, termasuk kerang (matang), remis, dan tiram adalah pilihan yang baik untuk mengatasi anemia pada ibu hamil. Begitu juga dengan sarden dan ikan teri.

FDA merekomendasikan wanita hamil untuk makan 8 sampai 12 ons ikan per minggu yang rendah merkuri. Ini termasuk salmon, udang, pollock, cod, tilapia, tuna (kaleng ringan), dan lele. Jangan makan ikan dengan kadar merkuri tinggi, seperti tilefish dari Teluk Meksiko, hiu, swordfish, dan king mackerel. Batasi tuna putih (albacore) hingga hanya 6 ons per minggu.

10. Konsumsi Gula Tetes

Molase tidak hanya tinggi zat besi, tetapi juga mengandung magnesium, kalium, dan B6. Inilah yang membuat roti jahe memiliki rasa ikonik. Rasanya sangat enak di latte roti jahe makanan super ini. Dan jika Moms menggunakan pengganti kopi campuran Dandy ini, Moms akan terhindar dari kafein dan mendapatkan lebih banyak zat besi dari dandelion.

Baca Juga: Kadar Gula Darah Pengaruhi Peluang Hamil?

11. Makan Buah Delima

Buah delima kaya akan zat besi dan vitamin. Mengkonsumsi buah delima atau jusnya saat perut kosong setiap pagi dapat meningkatkan kadar zat besi dalam tubuh kita.

Dalam jurnalExperimental and Therapeutic Medicine, ditemukan bahwa suplementasi jus delima membantu produksi sel darah merah dan meningkatkan konsentrasi hemoglobin pada orang sehat.

Cara mengonsumsinya, Moms bisa sertakan buah delima dalam salad, atau dalam bentuk jus atau smoothie dalam menu makanan harian kita. Moms juga dapat menggunakan suplemen buah delima setelah berkonsultasi dengan dokter dulu.

12. Makan Biji Fenugreek

Makanan satu ini dikenal memiliki khasiat bergizi dan restoratif. Selain itu juga membantu meningkatkan kadar hemoglobin dalam tubuh dan dapat digunakan sebagai suplemen makanan biasa. Oleh karena itu, fenugreek dapat membantu dalam pengobatan dan pencegahan anemia.

Moms bisa mencampur satu sendok daun dan biji fenugreek dengan satu gelas air panas. Biarkan campuran tersebut terendam selama 10 menit dan saring. Tambahkan jus lemon dan madu sesuai selera kita dan minumlah.

Mencegah Anemia saat Hamil

mencegah anemia pada kehamilan

Foto: Orami Photo Stock

Nutrisi pra-kehamilan yang baik tidak hanya membantu mencegah anemia, tetapi juga membantu membangun simpanan nutrisi lain di tubuh kita. Makan makanan yang sehat dan seimbang sebelum dan selama kehamilan membantu menjaga kadar zat besi dan nutrisi penting lainnya yang dibutuhkan untuk pertumbuhan bayi Moms.

Sumber zat besi yang baik meliputi:

  • Daging. Daging sapi, babi, domba, hati, dan jeroan lainnya.
  • Unggas. Ayam, bebek, kalkun, dan hati, terutama daging berwarna gelap.
  • Ikan. FDA merekomendasikan wanita hamil untuk makan 8 sampai 12 ons ikan per minggu yang rendah merkuri. Ini termasuk salmon, udang, pollock, cod, nila, tuna (kaleng ringan), dan lele.
  • Sayuran hijau dari keluarga kubis. Ini termasuk brokoli, kangkung, lobak hijau, dan sawi.
  • Kacang-kacangan. Kacang lima dan kacang hijau; Kacang kering dan kacang polong, seperti kacang pinto, kacang polong hitam, dan kacang panggang kalengan.
  • Roti dan roti gulung gandum beragi.
  • Roti putih yang diperkaya zat besi, pasta, nasi, dan sereal.

Para ahli merekomendasikan semua wanita usia subur dan semua wanita yang sedang hamil mengonsumsi suplemen vitamin dengan setidaknya 400 mikrogram asam folat. Folat adalah bentuk asam folat yang ditemukan dalam makanan. Sumber yang bagus untuk folat pada ibu hamil adalah:

  • Sayuran berdaun hijau tua.
  • Kacang dan kacang polong kering.
  • Buah dan jus jeruk dan sebagian besar beri.
  • Sereal sarapan.
  • Produk biji-bijian.

Baca Juga: 5 Manfaat Ibu Hamil Makan Biji Bunga Matahari, Patut Dicoba!

Makanan yang tinggi vitamin C dapat membantu tubuh kita menyerap lebih banyak zat besi. Ini termasuk:

Cobalah makan makanan itu pada saat yang sama Anda makan makanan kaya zat besi. Misalnya, Anda bisa minum segelas jus jeruk dan makan sereal yang diperkaya zat besi untuk sarapan.

Jangan lupa juga untuk istirahat dan hindari melakukan aktivitas yang berat. Lakukan juga pemeriksaan rutin ke dokter supaya kehamilan Moms terpantau dengan baik.

Artikel Terkait