KELUARGA
18 Maret 2020

Ketahui Tentang KB Spiral: Jenis, Efek Samping, Keuntungan, dan Prosedur Pemasangannya

Penggunaan KB spiral dapat mencegah kehamilan dengan minim risiko
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Amelia Puteri
Disunting oleh Ikhda Rizky Nurbayu

KB spiral, atau dikenal dengan intrauterine device (IUD) adalah salah satu alat yang dapat mencegah terjadinya kehamilan.

Mengutip U.S. Department of Health & Human Services, IUD merupakan alat berbentuk T kecil yang ditempatkan di rahim. Setelah IUD ditempatkan dalam rahim, Moms tidak bisa merasakannya.

Ketahui lebih lanjut apa saja penjelasan tentang KB spiral berikut ini.

Jenis KB Spiral

IUD-1.jpeg

Foto: hli.org

Perlu diketahui, bahwa ada dua jenis KB spiral, yaitu KB spiral tembaga non-hormon, dan KB spiral hormon. Kedua jenis KB spiral ini memiliki definisi yang berbeda.

1. IUD Non-Hormon atau Tembaga

Sesuai namanya, KB spiral jenis ini tidak mengandung hormon dan dibuat dengan tembaga dan plastik. Tembaga mencegah kehamilan dengan bertindak sebagai spermisida (zat yang membunuh sperma), sehingga mencegah sperma mencapai dan membuahi sel telur.

KB spiral ini mulai dapat mencegah kehamilan segera setelah ditempatkan dalam rahim. Ini adalah metode kontrasepsi darurat yang sangat efektif usai lima hari berhubungan seksual tanpa kondom.

Setelah ditempatkan, KB ini dapat efektif mencegah kehamilan hingga 10 tahun lamanya.

2. IUD Hormonal

KB spiral hormon mengandung hormon progestin levonorgestrel. Progestin menyebabkan lendir serviks menebal dan lapisan rahim menipis. Penggunaan KB spiral ini dapat mencegah sperma mencapai dan membuahi sel telur.

Diperlukan waktu satu minggu bagi KB spiral hormonal untuk mulai bekerja, jadi sebaiknya tanyakan terlebih dahulu pada penyedia layanan kesehatan apakah Moms harus menunggu untuk berhubungan seks atau menggunakan metode kontrasepsi cadangan (seperti kondom) untuk sementara waktu.

Penggunaan KB spiral jenis ini efektif mencegah kehamilan selama 3 hingga 5 tahun, tergantung dari jenisnya.

IUD hormonal memiliki empat merek yang ada di pasaran:

  • Mirena, mencegah kehamilan hingga 6 tahun
  • Kyleena, mencegah kehamilan hingga 5 tahun
  • Liletta, mencegah kehamilan hingga 4 tahun
  • Skyla, mencegah kehamilan hingga 3 tahun

Baca Juga: 7 Mitos KB Spiral dan Faktanya, Wajib Tahu!

Efek Samping Menggunakan KB Spiral

IUD-3

Foto: Orami Photo Stock

Beberapa orang memiliki efek samping setelah menggunakan KB spiral. Namun, efek samping ini biasanya hilang dalam waktu 3-6 bulan, dan tubuh juga akan terbiasa dengan kehadiran KB spiral pada rahim.

Melansir Planned Parenthood, efek sampingnya dapat termasuk beberapa hal berikut ini:

  • Sakit saat IUD dimasukkan
  • Kram atau sakit punggung selama beberapa hari setelah IUD dimasukkan
  • Bercak ketika masa menstruasi
  • Menstruasi bisa tidak teratur
  • Menstruasi yang lebih deras dan kram menstruasi yang lebih buruk

Obat pereda nyeri biasanya dapat membantu mengatasi kram. Jika perdarahan atau kram menjadi sangat buruk dan tidak kunjung berkurang, beri tahu perawat atau dokter tentang kondisi yang dialami.

Sangat jarang penggunaan KB spiral dapat mengakibatkan komplikasi atau efek samping yang serius.

Baca Juga: Mengenal KB Spiral, Apa Keuntungan & Efek Sampingnya?

Keuntungan KB Spiral

IUD-2.jpg

Foto: medicalnewstoday.com

Dalam Journal of Midwifery & Women's Health, disebutkan beberapa keuntungan dalam menggunakan KB spiral:

  • IUD efektif mencegah kehamilan dari 3-10 tahun. Jika ingin hamil atau menggunakan metode kontrasepsi yang berbeda, Moms dapat melepasnya setiap saat.
  • IUD tidak permanen. Peluang Moms untuk hamil akan kembali segera setelah KB spiral dilepas.
  • Moms tidak harus melakukan kontrol untuk mencegah kehamilan saat berhubungan seks.
  • IUD mudah digunakan. Cukup memeriksa string IUD di leher rahim setiap bulan untuk memastikan tetap ada di tempatnya.
  • IUD aman digunakan saat sedang menyusui dan tidak akan memengaruhi suplai ASI.
  • IUD hormonal dapat membantu mengobati perdarahan hebat selama periode, periode kram, dan endometriosis dengan membuat aliran menstruasi lebih ringan.

Prosedur Penanaman KB Spiral

IUD-3.jpg

Foto: besthealthmag.ca

KB spiral dapat dipasang kapan saja selama siklus menstruasi, dan selama Moms tidak sedang hamil.

Sebelum dipasang, dokter umum atau perawat akan memeriksa bagian dalam vagina untuk memeriksa posisi dan ukuran rahim. Moms mungkin diuji jika ada infeksi menular seksual, dan diberi antibiotik.

Janji temu dengan dokter memakan waktu sekitar 20-30 menit, dan pemasangan KB spiral harus tidak lebih dari 5 menit. Berikut ini prosedur pemasangannya, menurut National Health Service:

  • Vagina dalam posisi terbuka, seperti saat tes smear (skrining serviks)
  • KB spiral dimasukkan melalui serviks dan ke dalam rahim
  • Proses pemasangan IUD bisa terasa tidak nyaman, tetapi dapat dilakukan bius lokal. Diskusikan dengan dokter atau perawat sebelumnya.

Usai dipasang, mungkin ada rasa kram seperti saat menstruasi, tetapi obat penghilang rasa sakit dapat meredakan kram tersebut. Selain itu, Moms bisa mengalami pendarahan selama beberapa hari setelah pemasangan.

Setelah KB spiral dipasang, harus diperiksa oleh dokter setelah 3-6 minggu untuk memastikan semuanya baik-baik saja. Beri tahu dokter jika Moms memiliki masalah setelah pemeriksaan awal, atau jika ingin melepas KB spiral.

Baca Juga: Apa IUD Bisa Berpindah Tempat?

Melepaskan KB Spiral

IUD-4.jpg

Foto: coach.nine.com.au

KB spiral punya tanggal kedaluwarsa. Dalam American Academy of Family Physicians, kondisi lain yang membuat KB spiral harus dilepas termasuk ketika ada kontraindikasi (kondisi dimana pasien tidak dapat menggunakan), efek samping tidak kunjung selesai, atau atas permintaan pasien sendiri.

Mengeluarkan KB spiral cukup cepat dan sederhana. Penyedia layanan kesehatan menarik tali dengan lembut, dan lengan pada KB spiral akan terlipat dan terlepas. Usai dikeluarkan, mungkin akan kram selama satu menit.

Ada kemungkinan kecil bahwa KB spiral tidak akan keluar dengan mudah. Jika ini terjadi, perawat atau dokter dapat menggunakan instrumen khusus untuk melepasnya. Sangat jarang diperlukan tindakan pembedahan.

Biaya Pemasangan KB Spiral

IUD-5.jpg

Foto: khn.org

Jika Moms ingin memasang kontrasepsi berupa KB spiral, perlu dipahami bahwa harganya memang lebih mahal dibandingkan KB suntik dan pil. Tetapi, biaya yang dikeluarkan ini hanya sekali saja untuk pemakaian dalam jangka 5-10 tahun.

Di rumah sakit, harga IUD bisa di atas Rp500.000, biaya ini belum termasuk konsultasi dokter. Namun, Moms dapat memasang KB spiral di bidan atau puskesmas yang lebih murah bahkan gratis, tergantung dari kebijakan pemerintah daerah.

Artikel Terkait