DI ATAS 5 TAHUN
9 Desember 2017

Ketika Anak Bertanya Tentang Seks

Jangan menghindar atau mengganti topik pembicaraan
Artikel ditulis oleh -
Disunting oleh -

Suka atau tidak, pembicaraan soal seks dengan anak bisa muncul kapan saja. Ketika tiba-tiba dihadapkan dengan situasi tersebut, Moms bisa membisu dan kehilangan kata-kata karena kaget.

Misalnya, ketika tiba-tiba putri Moms bertanya, “Moms, kenapa punya adik panjang begitu?” sambil menunjuk organ vital adik laki-lakinya. Pasti suatu hari ada saatnya di mana anak mempertanyakan berbagai hal seperti dari mana adik bayi berasal atau mengapa ia belum boleh menonton film yang mengandung adegan dewasa.

Simak panduan dalam memberikan pendidikan seks dan reproduksi bagi anak berikut ini.

Usia 3-4 tahun

Anak sudah belajar berbicara dan memahami arti kata-kata. Maka, ajarkan anak untuk mengenali berbagai anggota tubuhnya sendiri dan orang lain. Sebaiknya hindari menggunakan istilah seperti 'anu' untuk membahasakan penis atau vagina. Nanti anak jadi menganggap bahwa bagian-bagian tubuh tersebut tidak boleh dibicarakan.

Usia 4-5 tahun

Biasanya pada usia ini anak sudah mulai bertanya adik bayi datangnya dari mana. Akan tetapi, mereka belum bisa mencerna apa itu sistem reproduksi dan belum siap menerima pendidikan reproduksi yang rumit.

Maka, ketika anak bertanya soal asal-usul bayi, jelaskan bahwa ada tempat khusus di dalam perut Moms di mana adik bayi tinggal. Setelah 9 bulan hamil, adik bayi akan keluar dari perut Moms lewat vagina.

Baca Juga : Pentingnya Pendidikan Seks bagi Anak

Usia 5-7 tahun

Setelah lepas dari usia balita, anak sudah memahami secara umum bagaimana bayi lahir. Namun, ia mungkin penasaran bagaimana bayi bisa tumbuh di dalam perut Moms.

Jika anak bertanya, jawablah bahwa Dads dan Moms ingin bertemu dengan Si Kecil, maka Dads akan meminjamkan selnya yang bernama sperma ke dalam perut Moms. Dari situlah Si Kecil akan terbentuk.

Usia 7-8 tahun

Di usia ini, anak sudah mulai memahami cinta antara pria dan wanita. Beberapa anak bahkan juga sudah tahu apa itu ciuman. Maka, penting bagi Moms untuk jadi orang pertama yang mengajarkan pada anak apa itu seks. Dengan begitu, anak tidak akan mendapat pemahaman yang salah soal seks dari pergaulan atau media yang tidak mendidik.

Seks terjadi ketika seorang pria dan wanita dewasa yang sudah menikah dan saling mencintai membuat bayi. Caranya adalah penis pria masuk ke dalam vagina untuk menanamkan sperma.

Usia 8-10 tahun

Anak di usia ini sudah tahu cukup banyak soal seks. Mereka biasanya mendapat pendidikan seks dari sekolah lewat mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam. Namun, pendidikan seks anak dari sekolah saja tidak cukup.

Supaya anak tidak mencari tahu lewat sumber yang tidak terpercaya, ajak anak untuk berbincang-bincang soal seks meskipun awalnya canggung. Moms bisa memulainya dengan cara, “Ketika Moms seusia kamu, Moms penasaran soal apa itu menstruasi atau mimpi basah. Kalau kamu bagaimana?” Dari situ, bangun suasana yang hangat supaya anak tidak terlalu tegang.

Usia 10-12 tahun

Inilah masa-masa yang sangat menentukan. Di usia akil balig ini anak pasti punya sejuta pertanyaan soal seks tapi enggan bertanya pada Moms. Jadi Moms harus pandai mencari kesempatan untuk menyelipkan edukasi seksual, misalnya ketika di televisi ada adegan intim antara pria dan wanita. Katakan pada anak, “Kamu tahu, kan, kalau adegan itu tidak seharusnya ditonton anak kecil? Hal seperti itu berbau pornografi dan hanya orang dewasa yang boleh melihatnya.”

Apakah anak pernah bertanya tentang seks kepada Anda? Bagaimana cara Anda menjawabnya?

(IA)

Artikel Terkait