PERNIKAHAN & SEKS
6 Agustus 2019

Ketika Suami Sakit Parah, Ini 3 Hal yang Harus Dilakukan

Jangan buru-buru panik.
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Dina Vionetta
Disunting oleh Dina Vionetta

Saat mengucap janji sehidup semati, kita berjanji untuk setia menemani pasangan dalam sehat maupun sakit.

Ini merupakan sesuatu yang tak benar-benar kita pikirkan dengan serius karena selama ini pernikahan memang seharusnya membahagiakan, bukan?

Lantas bagaimana rasanya untuk benar-benar memenuhi janji ini?

Ketika suami sakit, ada banyak hal yang bisa terjadi.

Mulai dari sakit demam biasa hingga sakit yang mengancam nyawa pasangan.

Sebagai istri, kita memang sudah seharusnya merawat suami dengan penuh kesabaran dan cinta.

Namun semakin parah sakit yang diderita suami, maka akan semakin susah juga untuk menjalani hidup sehari-hari dengan pasangan.

Entah saat ini Moms & Dads sama-sama dikaruniai kesehatan atau salah satu sedang sakit, ada 3 hal yang perlu diingat ketika suami sakit parah:

Baca Juga: 3 Cara Mendampingi Suami yang Divonis Sakit Parah

Komunikasi yang Tetap Baik

Ketika Suami Sakit Parah, Apa yang Harus Dilakukan 01.jpg

Foto: sonima.com

Menurut Rosalind Kalb, Wakil Presiden dari Professional Resource Center di National Multiple Sclerosis Society, bahkan di pernikahan yang keduanya sama-sama sehat pun jika komunikasi tak dijalani dengan baik maka perlahan akan merusak juga.

Keintiman pasangan akan memudar jika komunikasi tak dilakukan dengan baik.

Temukanlah cara untuk berkomunikasi yang ideal dengan suami karena akan menjadi langkah awal untuk saling mengerti perasaan masing-masing.

Tak hanya itu, jika waktu yang dimiliki hanya untuk membicarakan penyakit yang diderita pasangan, maka itu sudah mulai menjadi masalah.

Menurut Social Work Professor di Boston College, Karen Kayser, membicarakan penyakit yang diderita pasangan memang penting, namun kita juga harus menemukan middle ground di mana semua topik pembicaraan terbagi rata antara perasaan personal dan perasaan suami sakit parah.

Pasangan juga perlu tahu bahwa kita juga manusia biasa yang memiliki keterbatasan dalam kapasitas emosional.

Baca Juga: Merasa Sakit Saat Sedang Berhubungan Seks? Hati-hati Bahaya 5 Penyakit Ini

Jangan Membuat Asumsi Pribadi

Ketika Suami Sakit Parah, Apa yang Harus Dilakukan 02.jpg

Foto: news.wcjt.org

Memiliki suami sakit parah bisa membuat kita menerima pesan-pesan yang salah.

Beri tahu pasangan agar selalu bicara dengan jelas apa saja yang mereka inginkan karena kita bukanlah pembaca pikiran.

Kita hanya akan tahu jika pasangan bisa dengan jelas mengatakan apa yang mereka pikirkan.

Semakin banyak dan tidak seimbang tanggung jawab yang kita emban, maka akan semakin besar pula beban yang kita rasakan.

Tak ada yang bisa dengan mudah untuk melakukan perubahan, namun bukan berarti itu tidak mungkin.

Baca Juga: Memilih Rumah Sakit Bersalin yang Paling Cocok untuk Anda

Berhati-hati dalam Mengalokasikan Dana

Ketika Suami Sakit Parah, Apa yang Harus Dilakukan 03.jpg

Foto: wpr.org

Uang bisa menjadi beban bagi beberapa pasangan, dan penyakit parah bisa menjadi beban finansial yang tak ringan.

Suami sakit parah bisa kehilangan pekerjaan yang menjadi sumber pemasukan rumah tangga sehingga mau tak mau kita harus ikut berkontribusi dalam pemasukan rumah tangga.

Belum lagi ditambah pengeluaran untuk biaya pengobatan yang semakin membengkak untuk kesembuhan pasangan.

Memiliki asuransi kesehatan dan mengalokasikan dana untuk kesehatan sejak menikah adalah salah satu cara yang paling aman untuk kejadian tak terduga seperti pasangan yang sakit parah.

(SN)

Artikel Terkait