COVID-19
15 September 2020

Tempat Makan Jadi Klaster dengan Risiko Penyebaran Covid-19 Tertinggi, Ini Penjelasannya

Menjadi salah satu tempat penyebaran COVID-19 yang patut diwaspadai.
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Lolita
Disunting oleh Dina Vionetta

Setelah klaster sekolah, perkantoran, dan keluarga, kini klaster rumah makan menjadi salah satu tempat penyebaran COVID-19 yang patut diwaspadai. Sebab, menurut penelitian restoran, kafe, dan bar memiliki risiko tinggi penularan COVID-19.

Baca Juga: Setelah Klaster Perkantoran, Muncul Klaster Sekolah!

Penelitian Terbaru CDC

tempat makan jadi klaster dengan risiko penyebaran covid-19 tertinggi, ini penjelasannya

Foto: Orami Photo Stocks

Menurut studi yang dilakukan oleh Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Amerika Serikat (CDC) dijelaskan bahwa setidaknya orang yang dinyatakan positif COVID-19 dilaporkan sempat menyantap makanan di beberapa restoran, kafe, atau bar di rentang waktu 14 hari sebelum merasakan gejala COVID-19.

Bahkan, mereka yang positif COVID-19 dideteksi lebih sering makan di restoran ketimbang mereka yang dinyatakan negatif COVID-19.

Studi yang dipublikasikan pada Kamis, (6/9/2020) ini menggunakan data dari 314 orang dewasa yang melakukan swab test atau PCR dan rapid test karena mengalami gejala COVID-19.

Dari 314 data, sebanyak 154 orang ditanyakan positif dan 160 orang lainnya negatif COVID-19. Tes ini dilakukan di 11 fasilitas perawatan kesehatan yang berbeda di 10 negara bagian AS: California, Colorado, Maryland, Massachusetts, Minnesota, North Carolina, Ohio, Tennessee, Utah dan Washington.

Para peneliti dari CDC dan institusi lain mencermati bagaimana pasien memakai masker dan berbagai aktivitas secara publik, termasuk apakah mereka baru-baru ini makan di restoran, nongkrong di bar atau pergi ke gym?

Hasilnya, 42% orang yang dinyatakan positif COVID-19 melapor melakukan kontak dengan setidaknya satu orang pengidap COVID-19. Sedangkan 14% orang yang dinyatakan negatif COVID-19 mengaku mereka hanya berkontak dengan orang-orang terdekat, sedangkan 51% lainnya pernah berkontak dengan anggota keluarga.

Para peneliti juga menemukan bahwa 71% orang dengan COVID-19 dan 74% dari mereka yang dites negatif dilaporkan selalu menggunakan penutup wajah saat berada di depan umum. Tidak ada perbedaan yang signifikan antara mereka yang dites positif dan negatif ketika berbelanja, berkumpul dengan kurang dari 10 orang di rumah, pergi ke kantor, pergi ke gym, pergi ke salon, menggunakan transportasi umum atau menghadiri pertemuan keagamaan.

Namun, orang yang dites positif COVID-19 mengaku bahwa mereka makan di restoran dalam dua minggu sebelum merasakan gejala COVID-19.

Meski demikian, studi ini masih membutuhkan lebih banyak penelitian untuk menentukan apakah temuan serupa akan memunculkan pasien COVID-19 yang lebih besar? Dan apakah risiko penularan makan di restoran di ruang tertutup berbeda dengan makan di restoran ruang tersebuk?

"Laporan paparan di restoran telah dikaitkan dengan sirkulasi udara. Arah, ventilasi, dan intensitas aliran udara dapat mempengaruhi penularan virus, bahkan jika tindakan jarak sosial dan penggunaan masker diterapkan sesuai dengan pedoman saat ini," tulis para peneliti.

"Masker tidak dapat dipakai secara efektif saat makan dan minum, sedangkan berbelanja dan banyak aktivitas dalam ruangan lainnya tidak menghalangi penggunaan masker." lanjutnya.

Baca Juga: Fakta Klaster Secapa AD, Sebabkan Lonjakan Kasus Positif Virus Corona di Jawa Barat

Pencegahan

tempat makan jadi klaster dengan risiko penyebaran covid-19 tertinggi, ini penjelasannya

Foto: Orami Photo Stocks

Terkait studi yang dilakukan oleh CDC, Asosiasi Pejabat Makanan dan Obat Amerika Serikat (AFDO) memberikan tanggapan dan pencegahan terkait penyebaran COVID-19 di rumah makan.

"Batasan kesehatan masyarakat yang sehat di kafe, bar, dan restoran bisa dilakukan dengan cara membatasi layanan alkohol, tidak mengizinkan jam buka hingga larut malam, dan membatasi jarak dengan dengan mengatur meja dan kursi agar saling berjauhan. Lebih lanjut , seperti biasa, membungkus makanan (take away) berisiko sangat rendah dalam penularan COVID-19," kata Steven Mandernach, direktur eksekutif AFDO, dalam pernyataan asosiasi.

Tingkat Risiko Penularan COVID-19 di Rumah Makan

tempat makan jadi klaster dengan risiko penyebaran covid-19 tertinggi, ini penjelasannya

Foto: Orami Photo Stocks

CDC memberikan tingkatan risiko makan di restoran mulai dari yang terendah hingga tertinggi, berikut daftarnya:

- Risiko terendah: Layanan makanan terbatas pada drive-through, pengiriman, takeaway, dan penjemputan di tepi jalan.

- Risiko sedang: Makan di restoran dengan pengunjung terbatas dan berada di luar ruangan. Kapasitas tempat duduk dikurangi untuk memungkinkan meja makan ditempatkan terpisah dan setidaknya berjarak minimal 2 meter.

- Risiko tinggi: Makan di dalam ruangan restoran. Kapasitas tempat duduk dikurangi untuk memungkinkan meja makan ditempatkan terpisah dan setidaknya berjarak minimal 2 meter.

- Risiko sangat tinggi: Makan di dalam ruangan restoran. Kapasitas tempat duduk tidak berkurang dan meja makan tidak diberi jarak antar pengunjung.

Baca Juga: Daftar Klaster Perkantoran di Jakarta Semakin Bertambah, Haruskah Kembali WFH?

Kasus Klaster Rumah Makan di Indonesia

tempat makan jadi klaster dengan risiko penyebaran covid-19 tertinggi, ini penjelasannya

Foto: Orami Photo Stocks

Di Indonesia, klaster rumah makan sudah mulai bermunculan sejak Agustus 2020. Baru-baru ini klaster rumah makan kembali ditemukan di Krobokan, Semarang, Jawa Tengah. Akibatnya, sebanyak 20 orang dinyatakan positif COVID-19.

Hal ini pun dibenarkan oleh Kepala Dinas Kesehatan Kota Semarang, Hakam dan saat ini kasus tersebut masih dalam penelusuran dan penanganan lebih lanjut.

Sebelumnya, klaster rumah makan ditemukan di beberapa kota di Indonesia yakni Bogor dan Probolinggo.

Itulah penjelasan mengenai klaster rumah makan yang kini menjadi salah satu klaster dengan tingkat penyebaran COVID-19 tertinggi di Indonesia.

Jika Moms dan keluarga ingin menyantap makanan di restoran kesukaan, lebih baik menggunaan cara dibungkus dan menyantapnya di rumah agar risiko penularan lebih rendah.

Dengan begitu, Moms masih bisa merasakan nikmatnya menu favorit di restoran kesayangan dan keluarga dalam keadaan sehat. Jangan lupa memakai masker dan mencuci tangan saat membeli makanan di restoran.

Artikel Terkait