Kok Suami Sering Marah Tanpa Alasan? Hadapi dengan Cara Ini

Karakter suami yang mudah marah tanpa alasan bisa diatasi dengan cara ini
Artikel ditulis oleh Orami
Disunting oleh Orami

Mungkin Moms merasa suami sering marah. Suami yang Moms cintai jadi mudah tersinggung, temperamental, dan kesal.

Rasanya, jika bisa, mungkin suami ingin membentak semua orang di sekitarnya. Lantas bagaimana Moms menghadapi suami yang kerap marah tanpa alasan ini?

Kenali Penyebabnya

Suami Sering Marah Tanpa Alasan 01.jpg

Mungkin ada banyak penyebabnya. Namun satu penjelasan yang penting adalah bahwa suami memiliki batasan yang lemah.

Terkadang suami ingin mengatakan ya padahal dalam diri mengatakan tidak. Artinya ada konflik antara apa yang terjadi dengan apa yang suami pikirkan.

Julie de Azevedo Hanks, Ph.D, LCSW, pemilik Wasatch Family Therapy mengatakan ada banyak hal lain yang mungkin terjadi.

“Kurang tidur, terlalu banyak hal yang dipikirkan, hingga hal-hal pelik lainnya, membuat suami sulit mengatur emosi,” tambahnya.

Suami Depresi dan Putus Asa?

Suami Sering Marah Tanpa Alasan 02.jpg

Depresi tidak hanya kondisi ketika seseorang menangis sepanjang waktu dan tidak bangun dari tempat tidur.

Sering marah dan emosi tanpa alasan pun bisa jadi gejala suami depresi.

Suami mungkin saja mengalami kecemasan yang berlebihan. Individu dengan kecemasan tinggi sering merasa berada di ambang kewalahan karena mereka harus bekerja sangat keras untuk mengelola keadaan emosi diri mereka sendiri.

Jadi, ketika situasi yang menantang muncul maka emosi tersebut akan meledak-ledak dan tidak dapat terkontrol.

Psikoterapis Rebecca Wong, LCSW, melihat banyak individu dan pasangan yang marah karena masalah relasi atau hubungan.

Baca Juga: Kapan Anak Membutuhkan Terapi Kesehatan Psikis?

Artinya, mereka marah dengan pasangan, anak-anak, orang tua, teman, atau rekan kerja mereka. “Misalnya, mungkin mereka marah karena merasa orang lain tidak menganggap atau tidak peduli,” kata Wong.

Mungkin rasanya persis saat Moms mengharapkan teman terbaik mendukung Moms, tetapi ternyata tidak.

Mungkin saat suami mengharapkan Moms untuk membantu lebih banyak apa yang sedang dirasakan, Moms ternyata tidak membantu. Di sinilah sangat mungkin emosi tersebut meluap-luap.

“Kemarahan juga bermula dari keinginan untuk mengendalikan apa yang ada di luar kita," kata Michelle Farris, LMFT, seorang psikoterapis di San Jose, California.

Artinya, banyak orang yang marah tanpa alasan karena merasa tidak bisa mengendalikan sesuatu yang sebenarnya memang tidak bisa.

Bantu Suami Mengelola Emosinya

Suami Sering Marah Tanpa Alasan 03.jpg

Sekarang saatnya Moms membantu suami untuk mengelola amarahnya. Moms perlu menyadari tanda-tanda kemarahan awal peringatan. Artinya suami mungkin memiliki tanda ketika ia akan meluapkan marahnya.

Bantu suami untuk mengekspresikan emosi tanpa menyalahkan orang lain. Jangan lupa untuk membantunya merencanakan hal ke depan untuk menangani situasi sulit.

Baca Juga: Jangan Marah-Marah Saat Hamil, Ini Akibatnya!

Ketika tanda-tanda amarah itu muncul, ajak suami untuk mengambil napas dalam-dalam untuk tetap di saat ini.

Perhatikan pikiran negatif yang memicu kejengkelan suami dan bantu untuk menghilangkannya. Beristirahatlah ketika situasi mulai meningkat.

Jangan biarkan suami menghadapi hal tersebut dalam kondisi yang meledak-ledak sebab hal tersebut tidak dapat mengatasi masalah.

Ingatlah bahwa perasaan marah tidak sama dengan perilaku kekerasan. Jadi jangan buru-buru menganggap suami itu kasar karena suka marah-marah.

Sebab, kemarahan adalah emosi yang berharga dan vital. Mengakui perasaan marah dan menggunakan kesadaran ini untuk memahami sisi sensitif seseorang adalah hal yang tepat untuk mengelola emosi.

Baca Juga: Cara Mempelajari dan Melatih Emosi Batita Agar Tidak Jadi Pemarah

Adakah Moms yang menghadapi suami yang sering marah-marah? Apa yang Moms lakukan untuk menghadapinya?

(GSA)

Artikel Terkait