BAYI
28 Mei 2019

Ternyata Ini 3 Penyebab Testis Anak Besarnya Tidak Sama

Penyebabnya ternyata cukup beragam
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Orami
Disunting oleh Carla Octama

Apakah Moms melihat bahwa testis si kecil besarnya tidak sama?

Sebenarnya testis bayi tidak sama besar adalah sesuatu yang normal.

Kebanyakan bayi laki-laki umumnya memang memiliki testis dengan ukuran yang berbeda, sebelah kanan sedikit lebih besar dari testis kiri.

Akan tetapi, ada juga beberapa penyebab lain yang memerlukan pemeriksaan dokter.

Beberapa penyebab tersebut dapat Moms baca dalam pembahasan di bawah ini.

1. Testis Tidak Turun (Undescended Testicles)

Kok Testis Si Kecil Besarnya Tidak Sama 1.jpg

Foto: theconversation.com

Testis tidak turun merupakan kondisi umum pada bayi laki-laki yang baru lahir, khususnya bayi prematur.

Kondisi ini terjadi karena testis tidak masuk ke dalam kantung testis.

Testis berkembang di dalam perut bayi saat bayi masih berada di dalam kandungan.

Testis yang tidak turun ke kantung testis tidak dapat tumbuh dengan baik, sehingga menyebabkan bayi laki-laki tumbuh dengan testis yang kurang berkembang (di salah satu sisi atau keduanya), testis terlalu kecil, hanya memiliki satu, atau tidak memiliki testis sama sekali.

Sekitar 50% dari semua bayi laki-laki yang baru lahir dengan undescended testicles, testisnya akan turun ke dalam kantung testis beberapa bulan kemudian.

Tetapi untuk bayi yang testisnya tidak turun sama sekali akan membutuhkan tindakan operasi.

Mengutip Sg.theasianparent.com, sebuah studi yang dilakukan oleh para peneliti University of Sydney, telah memperingatkan bahwa menunda operasi untuk memperbaiki masalah testis tidak turun dapat membuat bayi laki-laki berisiko lebih tinggi terhadap masalah kesehatan yang serius ketika mereka tumbuh dewasa.

Baca Juga : Cara Merawat Bayi Prematur

2. Epididimitis

Kok Testis Si Kecil Besarnya Tidak Sama 2.jpg

Foto: babyology.com.au

Epididimitis adalah infeksi yang terjadi di sekitar testis.

Kondisi ini sebenarnya sangat jarang ditemukan pada bayi dan anak-anak dan lebih mungkin terjadi pada remaja maupun pria dewasa.

Namun, infeksi virus pada saluran kemih pada bayi atau anak-anak dapat memicu kondisi ini.

Gejala epididimitis meliputi kemerahan, nyeri ketika ditekan, atau bengkak pada salah satu atau seluruh kantung testis (skrotum).

Selain itu, pada kondisi yang lebih serius biasanya disertai dengan rasa sakit ketika buang air kecil, demam, dan hematuria (kencing berdarah).

Baca Juga : Pentingnya Pemeriksaan Kesehatan Untuk Bayi

3. Hidrokel

Kok Testis Si Kecil Besarnya Tidak Sama 3.jpg

Foto: familydoctor.org

“Ketika saluran inguinalis bayi laki-laki gagal menutup, cairan dari perut dapat mengumpul di dalam kantung testis,” kata Steven Tennebaum, M.D., seorang ahli urologi pediatri di Rumah Sakit Anak Morgan Stanley di New York-Presbyterian Columbia University Medical Center, seperti dikutip dari Parents.com.

Akibat cairan yang menumpuk tersebut dapat menyebabkan kantung testis (baik salah satu atau keduanya) terlihat lebih besar dari biasanya, yang disebut dengan istilah hidrokel. Ini bukanlah kondisi yang menyakitkan, meskipun kantung testis bayi akan mengalami pembengkakan.

Meskipun begitu, hidrokel sebenarnya membawa risiko yang sama dengan hernia. Sehingga jika tidak membaik dengan sendirinya, Moms harus segera membawa anak ke dokter.

Umumnya dokter akan merekomendasikan operasi setelah usia Si Kecil minimal 12 bulan untuk mengeluarkan cairan dari dalam kantung testis dan menutup saluran inguinalis.

Demikianlah beberapa penyebab testis tidak sama besar pada bayi laki-laki.

Jika Moms mencurigai gejala yang ditunjukkan Si Kecil, pastikan untuk membawanya ke dokter.

(RGW/CAR)

Artikel Terkait