PROGRAM HAMIL
28 Mei 2020

Kolesterol Tinggi Berdampak Negatif Pada Kesuburan?

Seperti ini penjelasannya, Moms
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Reksita
Disunting oleh Dina Vionetta

Penyakit jantung dan stroke mungkin menjadi hal pertama yang Moms ingat ketika berbicara mengenai kolesterol tinggi.

Namun, jika saat ini sedang promil, memeriksa kadar kolesterol juga merupakan hal yang penting dilakukan untuk meningkatkan peluang keberhasilan.

Karena ternyata kolesterol tinggi berdampak pada kesuburan dan peluang hamil.

Baca Juga: 6 Makanan Penurun Kolesterol yang Aman untuk Ibu Menyusui

Penelitian Mengenai Pengaruh Kolesterol Tinggi Terhadap Kesuburan

Kolesterol Tinggi Berdampak Negatif Pada Kesuburan? 1

Foto: unsplash.com

Hingga saat ini, telah ada beberapa hasil penelitian yang menemukan bahwa kolesterol tinggi berdampak pada kesuburan pria maupun wanita.

Misalnya, penelitian yang diterbitkan di The Journal of Endocrinology and Metabolism yang menemukan bahwa kadar kolesterol tinggi dapat merusak kesuburan pada pasangan yang sedang berusaha untuk memiliki momongan.

Dalam hasil penelitian tersebut juga disebutkan bahwa pasangan yang sama-sama memiliki kadar kolesterol tinggi membutuhkan waktu paling lama untuk mencapai kehamilan.

Meskipun begitu, pasangan di mana hanya sang istri saja yang memiliki kadar kolesterol tinggi juga membutuhkan waktu yang lama untuk mencapai kehamilan jika dibandingkan dengan pasangan dengan kadar kolesterol normal.

“Selain perlu menjaga kesehatan, hasil penelitian kami menunjukkan bahwa pasangan yang ingin meningkatkan peluang hamil harus memastikan kadar kolesterol mereka berada dalam kisaran normal,” kata penulis utama penelitian di atas, Enrique Schisterman, Ph.D., ketua Epidemiology Branch di Eunice Kennedy Shriver National Institute of Child Health and Human Development (NICHD), seperti dikutip dari NIH.gov.

Sementara penelitian lain dalam jurnal Human Reproduction menemukan bahwa kadar kolesterol tinggi (lebih dari 200 mg / dl) juga berkaitan dengan penurunan fekundabilitas pada wanita hingga 24%.

Selain itu, penelitian dalam jurnal Andrology menemukan bahwa kolesterol total dan bebas serta fosfolipid memiliki dampak negatif terhadao parameter morfologi kepala sperma. Bahkan kolesterol tinggi juga berkaitan dengan penurunan volume semen dan jumlah sperma hidup atau total sperma.

Baca Juga: 7 Makanan yang Ampuh Menurunkan Kolesterol

Mengapa Kolesterol Tinggi Berdampak Pada Kesuburan?

Kolesterol Tinggi Berdampak Negatif Pada Kesuburan? 2

Foto: pixabay.com

Institute of Bernabeu menjelaskan bahwa tubuh menggunakan kolesterol untuk menghasilkan hormon seks seperti estradiol, testosteron, dan progesteron, yang sangat penting untuk reproduksi.

Oleh karenanya peningkatan atau penurunan kadar kolesterol yang terjadi secara drastis dapat menyebabkan perubahan hormon yang signifikan dan mengganggu reproduksi, yang pada akhirnya sangat berdampak pada kesuburan dan fekundabilitas atau peluang hamil.

Baca Juga: Kapan Harus Mengonsumsi Obat Kolesterol? Ini Penjelasan Ahli

Bagaimana Agar Kadar Kolesterol Selalu Berada Pada Kisaran Normal?

Kolesterol Tinggi Berdampak Negatif Pada Kesuburan? 3

Foto: pexels.com

Menurut Brian Kim, MD, dokter keluarga di Scripps Coastal Medical Center Hillcrest, beberapa cara di bawah ini dapat diterapkan untuk menurunkan sekaligus menjaga agar kadar kolesterol selalu berada dalam kisaran normal:

1. Mengurangi Konsumsi Makanan Yang Mengandung Lemak Jenuh

“Kurangi asupan mentega, keju, dan daging merah. Produk-produk ini sarat akan lemak jenuh yang meningkatkan kolesterol,” kata Dr.Kim.

2. Konsumsi Buah dan Sayur

“Semakin mendekati gaya hidup Anda seperti seorang vegetarian, semakin baik. Makan buah-buahan dan sayuran membantu menjaga selera makan Anda dan mencegah penyakit jantung koroner.”

3. Konsumsi Serat Larut

Serat larut dapat membantu menurunkan LDL dari tubuh. Dr. Kim merekomendasikan kacang, sereal gandum, prem, kacang-kacangan, biji rami, barley, polong-polongan, apel, jeruk, kecambah brussel, aprikot, dan brokoli sebagai sumber serat larut terbaik untuk menurunkan LDL.

4. Konsumsi Ikan Berlemak

Jenis ikan tertentu, seperti salmon dan sarden, kaya akan asam lemak omega 3 yang dapat membantu menurunkan kolesterol dan tekanan darah. “Konsumsi ikan yang tinggi lemak omega 3 dua kali seminggu,” kata Dr. Kim.

“Tetapi berhati-hatilah dengan cara menyajikannya, jangan gunakan saus yang mengandung lemak jenuh.”

5. Olahraga Teratur dan Mengelola Stres

Berolahraga secara teratur dan mengelola stres dengan meditasi serta cukup tidur, menurut Dr. Kim, juga dapat sangat membantu menjaga kadar kolesterol dalam kisaran normal.

Jadi, itulah penjelasan mengenai anggapan bahwa kolesterol tinggi berdampak pada kesuburan.

Meskipun masih dibutuhkan lebih banyak penelitian untuk mengonfirmasinya, pastikan agar kadar kolesterol Moms dan Dads selalu berada dalam kisaran normal. Baik untuk menjaga kesehatan ataupun kesuburan.

Artikel Terkait