KESEHATAN
23 November 2019

Kolesterol Tinggi Sebabkan Asam Urat, Benarkah?

Penderita asam urat juga berisiko tinggi terhadap peningkatan kadar kolesterol jahat (LDL)
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Orami
Disunting oleh Andra Nur Oktaviani

Penelitian dalam Journal of Human Hypertension yang diterbitkan pada 2011 menemukan bahwa kolesterol tinggi berhubungan dengan asam urat tinggi dalam darah. Kolesterol tinggi sebabkan asam urat, begitu juga sebaliknya.

Meski demikian, hubungan sebab akibat antara keduanya masih membutuhkan penelitian lebih lanjut.

Sebenarnya, apakah kolesterol tinggi sebabkan asam urat atau sebaliknya? Simak ulasannya di bawah ini!

Baca Juga: Tak Hanya Menyerang di Usia Tua, Kolesterol Tinggi Juga Bisa Menyerang Generasi Muda

Kolesterol Jahat Menyebabkan Tekanan Darah Tinggi

Kolesterol Tinggi dan Asam Urat Memiliki Keterkaitan Loh - 1.jpg

Foto : health.harvard.edu

Pernyataan kolesterol tinggi sebabkan asam urat dan sebaliknya tidak sepenuhnya tepat. Namun, tidak bisa disalahkan juga.

Menurut American Heart Association, kadar kolesterol secara tidak langsung berkaitan dengan kadar asam urat dalam tubuh, karena kolesterol terkait langsung dengan tekanan darah.

Kolesterol "jahat" yang tinggi, atau LDL, meningkatkan penumpukan plak di arteri, yang menyisakan lebih sedikit ruang bagi darah untuk mengalir, sehingga menyebabkan tekanan darah tinggi.

Di sisi lain, tekanan darah tinggi merupakan salah satu faktor risiko utama penyebab asam urat. Studi yang diterbitkan pada 2011, Journal of Human Hypertension, menemukan bahwa tekanan darah tinggi secara langsung berkaitan dengan asam urat yang tinggi dalam darah. Studi tersebut dilakukan pada 8.415 orang di Tiongkok.

Hasilnya, tekanan darah tinggi berkaitan dengan asam urat yang tinggi dalam darah tanpa memandang usia, jenis kelamin atau faktor metabolisme lainnya.

Pada kondisi tersebut pengobatannya menjadi ‘rumit’, sebab obat diuretik yang digunakan untuk mengendalikan tekanan darah tinggi justru berkontribusi terhadap peningkatan kadar asam urat.

Kenneth Saag, MD, profesor kedokteran di divisi imunologi klinis dan reumatologi di University of Alabama, Birmingham mengungkapkan, obat-obatan diuretik mendorong ginjal untuk mengeluarkan cairan ekstra, yang dapat membantu menurunkan tekanan darah dengan mengurangi volume total darah yang bergerak melalui pembuluh darah dan arteri.

”Namun, efek sampingnya adalah memiliki sedikit cairan membuat ginjal lebih sulit untuk melarutkan zat, termasuk asam urat. Itulah sebabnya orang yang menggunakan diuretik menghadapi risiko asam urat yang lebih tinggi,” kata Dr. Saag.

Baca Juga: Hati-hati, 5 Komplikasi Mematikan Ini Disebabkan Oleh Kolesterol Tinggi

Penderita Asam Urat Memiliki Kadar Kolesterol Tinggi

Kolesterol Tinggi dan Asam Urat Memiliki Keterkaitan Loh - 2.jpg

Foto : businessinsider.sg

Meskipun secara tidak langsung, tetap saja kolesterol tinggi bisa sebabkan asam urat, begitu juga dengan sebaliknya.

Penderita asam urat memiliki risiko tinggi terhadap masalah kesehatan lainnya. Di antaranya, kelebihan berat badan, memiliki tekanan darah tinggi, dan kadar kolesterol tinggi.

Kondisi tersebut dikenal dengan sindrom metabolik, yaitu kesehatan berkaitan dengan peningkatan kadar asam urat terkait dengan obesitas, kadar kolesterol, dan tekanan darah tinggi yang terjadi secara bersamaan. Sindrom tersebut mengarah pada peningkatan risiko penyakit kardiovaskular.

Dalam sebuah penelitian yang diterbitkan pada 2007 di Clinical Journal of American Society of Nephrology para peneliti di University of Texas Southwestern Medical Center menemukan bahwa orang dengan sindrom metabolik juga cenderung memiliki kadar asam urat yang lebih tinggi.

Baca Juga: Penting! Ketahui Bahaya Asam Urat dari Sekarang agar Bisa Menghindarinya

Diperlukan lebih banyak penelitian tentang bagaimana kolesterol tinggi sebabkan asam urat dan sebaliknya. Perlu juga dilakukan penelitian mengenai hubungan LDL tinggi, HDL rendah, tekanan darah tinggi atau kombinasi ketiganya dikaitkan dengan hiperurisemia.

Namun, tidak ada salahnya mengontrol angka kolesterol untuk mencegah masalah kesehatan yang mungkin terjadi.

(SWN)

Artikel Terkait