PROGRAM HAMIL
28 November 2018

Waspadai 9 Kondisi Ibu yang Berisiko Melahirkan Bayi Prematur Ini!

Semakin dini diketahui, kelahiran prematur semakin bisa dicegah
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Intan
Disunting oleh Intan

Kelahiran prematur atau kelahiran sebelum usia kandungan mencapai 37 minggu punya cukup banyak risiko, terutama untuk bayi.

Organ bayi yang lahir sebelum usia 37 minggu belum terbentuk dengan sempurna.

Kondisi ini yang membuat bayi jadi harus mendapatkan penanganan ekstra setelah lahir.

Dokter Kandungan Brawijaya Hospital Duren Tiga dr. Fahruddin, Sp.OG mengatakan bahwa ada kondisi tertentu yang membuat ibu hamil jadi berisiko melahirkan sebelum waktunya. Apa saja? Berikut penjelasannya.

Ibu Kurang Gizi

risiko prematur (9)

Ibu hamil yang kurang gizi bisa memberikan dampak buruk pada janin. Janin menjadi terlambat berkembang, berat badan janin rendah, dan bisa lahir sebelum waktunya.

Ibu yang kekurangan nutrisi selama hamil juga berisiko bayinya meninggal dalam kandungan, mengalami cacat lahir, kerusakan otak, dan organ tidak berkembang dengan sempurna.

Peregangan Uterus Berlebihan

risiko prematur (8)

Peregangan uterus berlebihan biasanya terjadi karena air ketuban yang terlalu banyak.

Kondisi ini dikenal dengan istilah polihidramnion. Kondisi ini akan meningkatkan risiko terjadinya komplikasi pada persalinan, termasuk persalinan prematur.

Bayi Lebih dari Satu

risiko prematur (1)

Sebanyak 50 persen kehamilan lebih satu satu bayi alias kembar berakhir dengan kelahiran prematur.

Jumlahnya semakin meningkat dengan jumlah bayi yang lebih banyak lagi.

Baca Juga: Ini Peran Inkubator Bagi Bayi Prematur

Preeklamsia

risiko prematur (7)

Ibu hamil yang mengalami preeklamsia umumnya akan disarankan oleh dokternya untuk melakukan persalinan saat usia kandungannya tidak lebih dari 37 minggu.

Bayi akan dilahirkan lebih awal alias prematur jika terdapat tanda preeklamsia berat.

Persalinan merupakan pilihan aman untuk ibu yang mengalami preeklamsia yang membahayakan kesehatan ibu dan janin yang dikandungnya.

Menderita Penyakit Kronis

risiko prematur (6)

Ibu hamil dengan penyakit kronis seperti diabetes, hipertensi, anemia, asma, peradangan usus besar (IBS), penyakit ginjal, lupus, gangguan tiroid, pre-eklamsia, atau sindrom antifosfolipid/APS (gangguan autoimun) memiliki peningkatan risiko terhadap kelahiran bayi prematur.

Tumor/Miom

risiko prematur (5)

Tumor atau miom pada rahim yang menutupi jalan lahir bisa membuat bayi lahir prematur.

Miom akan semakin besar seiring dengan proses kehamilan karena produksi hormon estrogen yang semakin banyak.

Jika miomnya sudah semakin besar, apalagi menutup jalan lahir, bayi harus segera dilahirkan lewat operasi caesar.

Baca Juga: 5 Artis yang Melahirkan Bayi Prematur

Inkompetensi Serviks

risiko prematur (4)

Inkompetensi serviks merupakan kondisi di mana serviks tidak bisa bekerja dengan semestinya.

Salah satu kondisi yang termasuk inkompetensi serviks adalah kinerja otot-otot serviks yang tidak bagus. Kondisi ini dapat membuat bayi lahir prematur.

Infeksi Jalan Lahir

risiko prematur (3)

Infeksi yang mempengaruhi vagina, ginjal, kandung kemih, dan saluran kencing dapat meningkatkan risiko bayi lahir prematur.

Begitu pula dengan infeksi umum yang disertai dengan demam tinggi (lebih dari 38ºC) pada ibu hamil.

Gaya Hidup

risiko prematur (2)

Alkohol, merokok, dan narkotika alan meningkatkan risiko ibu melahirkan bayi prematur.

Rokok akan membuat pembuluh darah menyempit sehingga darah tidak bisa mengalir dengan baik ke otak dan janin. Kondisi ini memicu kelahiran prematur.

Itulah beberapa kondisi ibu hamil yang bisa memicu persalinan dini atau bayi lahir prematur.

Bayi lahir prematur sebetulnya bisa dicegah jika penyebabnya diketahui.

Jadi, Moms yang sedang hamil sebaiknya lakukan pemeriksaan rutin dan menyeluruh untuk mengetahui kondisi kehamilan Moms.

(AND)

Artikel Terkait