TRIMESTER 2
17 Januari 2020

Keputihan Saat Hamil: Penyebab, Jenis, dan Cara Mengatasi

Warna dan tekstur keputihannya bisa menandakan kondisi tertentu lho, Moms
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Amelia Puteri
Disunting oleh Intan Aprilia

Semua wanita, terlepas sedang menjalani masa kehamilan atau tidak, pernah mengalami keputihan. Kondisi dimulai di masa pubertas dan berakhir ketika menopause.

Bagi Moms yang sedang hamil, mungkin saat ini juga sedang mengalami keputihan saat hamil. Tetapi jangan khawatir, karena kondisi ini sebenarnya sangat normal terjadi.

Menurut National Health Service, pada semua wanita, keputihan yang sehat biasanya tipis, jernih atau berwarna putih susu, dan seharusnya tidak memiliki bau aneh.

Ketahui lebih lanjut dan rinci tentang keputihan saat hamil berikut ini.

Keputihan Normal Saat Hamil

keputihan saat hamil-keputihan normal

Foto: Orami Stock Photos

Mengutip American Pregnancy Association, disebutkan bahwa keputihan normal selama kehamilan yang disebut leukorea ini teksturnya tipis, berwarna putih, susu, dan berbau ringan.

Jika keputihan berwarna hijau atau kekuningan, berbau kuat, dan/atau disertai kemerahan atau gatal, ini mungkin merupakan infeksi vagina. Salah satu infeksi vagina paling umum saat kehamilan adalah kandidiasis, dikenal sebagai infeksi jamur.

Dalam jurnal Obstetrics and Gynecology International, disebutkan keputihan adalah hal yang normal terjadi pada wanita di usia subur.

Keputihan saat hamil yang abnormal lebih banyak dan memiliki bau tidak menyenangkan, biasanya disertai dengan gatal vulva atau vagina, ketidaknyamanan, dan/atau rasa sakit pada vagina ketika berhubungan seksual.

Baca Juga: Kenapa Muncul Keputihan Saat Hamil?

Penyebab Keputihan Saat Hamil

keputihan saat hamil-penyebab keputihan

Foto: Orami Stock Photos

Dalam jurnal sama, ditemukan bahwa wanita lebih muda dengan kondisi sosial ekonomi rendah, memiliki riwayat aborsi di masa lalu, mengalami keputihan di kehamilan sebelumnya, dirawat karena depresi, anemia, dan infeksi saluran kemih selama kehamilan, lebih cenderung memiliki keputihan saat hamil.

Selain itu, peningkatan kadar estrogen tubuh selama kehamilan juga meningkatkan aliran darah ke daerah panggul dan merangsang selaput lendir, membentuk keputihan saat hamil.

"Keputihan saat hamil merupakan "sistem pembersihan diri" pada vagina, membantu mencegah infeksi dengan membuang bakteri, menjaga vagina pada tingkat pH normal dan menyingkirkan sel-sel mati," jelas Kerry Harris, seorang bidan di Vancouver mengutip Today's Parent.

Membedakan Keputihan Normal dan Tidak Normal

keputihan saat hamil-cara bedakan dengan keputihan tidak normal

Foto: Orami Stock Photos

Meskipun normal terjadi, tetapi keputihan saat hamil juga bisa menandakan kondisi kesehatan tertentu, dengan melihat warna dan ciri-ciri keputihan yang tidak normal.

Menurut National Health Service, periksa jika keputihan yang dialami adalah normal. Keputihan yang terjadi saat hamil biasanya tidak perlu dikhawatirkan jika memiliki ciri-ciri berikut:

  • Tidak memiliki bau yang kuat atau tidak menyenangkan
  • Warna jernih atau putih
  • Tebal dan lengket
  • Licin dan basah

Banyaknya jumlah keputihan pada wanita hamil juga bervariasi. Biasanya, keputihan akan lebih banyak selama kehamilan, jika aktif secara seksual, atau bila menggunakan alat kontrasepsi.

Jika cairannya berubah dari segi aroma, warna atau tekstur, bisa jadi merupakan tanda dari infeksi pada vagina.

  • Bau amis, menandakan vaginosis bakteri
  • Tekstur yang tebal dan putih seperti keju cottage menandakan thrush
  • Warna hijau, kuning atau berbusa, menandakan trikomoniasis
  • Bila keputihan dibarengi dengan nyeri atau pendarahan panggul, menandakan klamidia atau gonore
  • Bila terjadi lepuh atau luka, menandakan herpes genital

Baca Juga: Keputihan saat Hamil, Ini 6 Cara Menghilangkannya

Jenis Keputihan Saat Hamil

keputihan saat hamil-jenis warna keputihan

Foto: Orami Stock Photos

Untuk lebih jelasnya, Moms bisa mengamati ciri-ciri keputihan yang dimiliki ketika hamil. Dokter kandungan Eric Grossman, MD, pada Virtua Health System menjelaskan jenis-jenis keputihan saat hamil berikut ini.

1. Warna Putih atau Putih Gading

Keputihan warna putih atau putih gading, bertekstur tipis, sebagian besar tidak berbau selama kehamilan. Ini disebut leukorea. Leukorea terjadi karena beberapa alasan, seperti:

  • Tingginya kadar estrogen yang dialami wanita saat hamil
  • Serviks menciptakan lebih banyak lendir untuk melindungi kehamilan
  • Peningkatan aliran darah ke dinding vagina

"Hampir setiap wanita hamil akan mengalami ini. Ini bisa mengganggu, tapi tidak berbahaya atau buruk," jelas dr. Eric.

2. Menggumpal, Warna Putih atau Putih Gading

Leukorea tidak tebal dan menggumpal. Jika keputihan yang Moms miliki ketika hamil memiliki ciri-ciri ini, bisa jadi mungkin disebabkan karena adanya pertumbuhan ragi.

"Sekitar 1 dari 4 wanita akan mengalami pertumbuhan berlebih ragi vagina selama kehamilan. Namun, tidak selalu berarti memiliki infeksi jamur, atau perlu perawatan medis," jelas dr. Eric.

3. Warna Kuning atau Hijau

Hubungi dokter jika Moms mengalami keputihan hamil yang berwarna kuning atau hijau lebih gelap, dengan bau kuat dan tidak menyenangkan, dan disertai rasa terbakar atau gatal.

Ini adalah tanda-tanda dari dua infeksi vagina yang umum: vaginosis bakteri (pertumbuhan berlebih dari bakteri umum yang menyebabkan peradangan vagina) atau trikomoniasis (infeksi menular seksual yang disebabkan oleh parasit trichomonas vaginalis).

"Keduanya dapat dengan mudah diobati dengan obat resep oral yang aman untuk dikonsumsi selama kehamilan," kata Dr. Grossman.

4. Warna Kecokelatan atau Merah

Jika keputihan saat hamil berwarna merah, atau keputihan yang kecokelatan, sebaiknya langsung konsultasikan ke dokter untuk pemeriksaan lebih lanjut.

"Secara umum, keputihan berdarah tidak dianggap 'normal' selama kehamilan. Kondisi seperti ini harus selalu dilaporkan ke dokter Anda," terang dr. Eric.

Ada banyak kemungkinan penyebab keputihan merah atau kecokelatan yang tidak ada hubungannya dengan komplikasi kehamilan.

5. Tekstur Berair dan Jelas atau Warna Kuning Muda

Jika cairan keputihan berwarna kuning berair atau jernih atau terus menerus muncul selama kehamilan, itu bisa berupa urin atau cairan ketuban.

Saat hamil, umum bagi wanita mengalami inkontinensia (kehilangan urin yang tidak disengaja), terutama ketika rahim yang sedang tumbuh dan menekan kandung kemih.

Namun, mungkin sulit untuk mengetahui perbedaan antara air seni dan cairan ketuban pada pakaian dalam. Jika merasa ragu, Moms bisa menghubungi dokter.

Baca Juga: Bagaimana Mengatasi Keputihan Pada Ibu Hamil?

Kapan Harus Menghubungi Dokter?

keputihan saat hamil-kapan harus ke dokter

Foto: Orami Stock Photos

Keputihan berwarna merah muda atau kecokelatan mungkin bisa terjadi akibat pendarahan ringan dari leher rahim yang terbentur saat berhubungan seks. Jika ragu, Moms bisa berkonsultasi ke dokter.

National Health Service menyebutkan beberapa ciri-ciri keputihan saat hamil yang menandakan risiko kesehatan tertentu dan perlu mengunjungi dokter.

  • Cairan keputihan berubah warna, bau atau tekstur
  • Menghasilkan lebih banyak dari biasanya
  • Merasa gatal atau sakit
  • Merasa sakit saat buang air kecil
  • Adanya rasa sakit di daerah antara perut dan paha (nyeri panggul)

Mengatasi Keputihan Saat Hamil

keputihan saat hamil-cara mengobati

Foto: Orami Stock Photos

Peningkatan volume keputihan selama kehamilan yang berbau ringan adalah kondisi normal, tetapi warna dan bau yang tidak biasa sering menunjukkan adanya infeksi.

Untuk pengobatan keputihan ketika hamil, dokter dapat meresepkan antibiotik atau obat lain untuk mengobati infeksi. Sementara, Moms dapat menjaga kesehatan vagina selama kehamilan dengan melakukan langkah-langkah berikut ini:

  • Menghindari penggunaan tampon.
  • Menghindari douching.
  • Memilih produk perawatan dan kesehatan tanpa aroma.
  • Mengenakan panty liner untuk menyerap kotoran berlebih.
  • Menyeka daerah genital dari depan ke belakang setelah buang air kecil atau buang air besar.
  • Mengeringkan alat kelamin secara menyeluruh setelah mandi atau berenang.
  • Mengenakan pakaian dalam yang terbuat dari katun.
  • Hindari mengenakan celana jins ketat dan stoking nilon, yang meningkatkan risiko infeksi.
  • Makan makanan sehat, dan hindari konsumsi terlalu banyak gula, yang dapat meningkatkan infeksi ragi.
  • Konsumsi suplemen probiotik yang aman selama kehamilan, agar dapat mencegah ketidakseimbangan bakteri di vagina.
Artikel Terkait