KELUARGA
17 Juni 2019

Kondisi Keuangan Tidak Stabil, Begini Cara Mengatur Dana Pendidikan Anak

Begini cara yang tepat untuk mengatur dana pendidikan anak
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Orami
Disunting oleh Carla

Mengatur keuangan rumah tangga pasti menjadi satu tantangan tersendiri bagi pasangan suami dan istri.

Banyaknya pengeluaran sehari-hari dan juga persiapan untuk masa depan membuat setiap pasangan harus pintar-pintar dalam mengatur keuangan rumah tangga.

Salah satu hal yang harus dipersiapkan adalah dana pendidikan anak.

Bukan tanpa alasan, setiap orangtua pastinya ingin yang terbaik untuk masa depan anak.

Nah, biaya pendidikan anak akan semakin tinggi semakin tahunnya.

Setiap sekolah, baik sekolah swasta atau sekolah negeri pastinya saling berlomba-lomba untuk memberikan fasilitas yang terbaik.

Alangkah sayangnya, jika nantinya berbenturan dengan biaya yang harus dikeluarkan oleh orangtua.

Baca Juga : Pentingnya Dana Pendidikan Anak Disiapkan dari Awal

Seorang konsultan perencana keuangan bernama Annissa Sagita, menyarankan agar setiap orangtua memiliki visi dan misi sebagai orangtua ingin memasukkan anak di sekolah seperti apa.

Hal ini menjadi dasar yang kuat untuk persiapan dana pendidikan berikutnya.

“Setelah itu, penting untuk melakukan survei atau riset yang berhubungan dengan sekolah tersebut, termasuk dengan rencana anggaran yang ingin dituju. Jangan lupa juga untuk memperkirakan kenaikan biaya," ungkap Annissa, lewat bincang-bincang melalui Kulwap Orami Community, Rabu (20/3) lalu..

Annisaa memberi contoh, misalkan saat ini Moms memiliki anak berusia 1 tahun, pasti biayanya akan berbeda ketika ia masuk sekolah di tahun-tahun yang mendatang.

Namun, masalahnya biasa terletak pada kondisi keuangan rumah tangga yang belum stabil.

Ingin berinvestasi, tapi untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga saja pas-pasan.

Kalau sudah begini, pasti akan memunculkan kekhawatiran sendiri, ya, Moms. Lalu, bagaimana cara menghadapi kondisi ini?

Yuk, simak di sini untuk penjelasannya.

Diskusi dengan Pasangan

Kondisi Keuangan Tidak Stabil, Begini Cara Mengatur Dana Pendidikan-2.jpg

Foto: verywellmind

Pada dasarnya, tidak ada rumusan yang tepat mana pengaturan keuangan rumah tangga terbaik karena setiap keluarga memiliki kebutuhan yang berbeda.

Kondisi keuangan yang tidak stabil pada setiap keluarga tentu saja juga berbeda.

Untuk itu, dalam merencanakan dana pendidikan, harus memiliki kesepakatan dengan suami terutama dalam membicarakan sumber dana untuk biaya investasi pendidikan anak.

“Bicarakan pada pasangan, sampai sejauh mana keuangan rumah tangga dapat dikatakan stabil," ungkap Annissa, yang juga aktif mengajar di kelas-kelas sosialisasi perencana keuangan pemula ini..

Hal ini dikarenakan dalam investasi, semakin kita menunda maka semakin tinggi hitungan angka yang harus diinvestasikan.

Baca Juga : Si Kecil Sudah Siap Sekolah? Atur Keuangan Dana Pendidikannya

"Dapat dikatakan kalau investasi dana pendidikan memang harus dipaksakan dan sebaiknya tidak ditunda-tunda,” tambahnya.

Menurut Annissa, waktu yang paling ideal untuk menyiapkan dana pendidikan anak sejak anak baru lahir sehingga akan semakin banyak waktu untuk mempersiapkan dana tersebut.

“Jika saat waktu berjalan investasi, keuangan tidak stabil maka bisa dilakukan pengiritan dalam pengeluaran rumah tangga bukan dengan mengambil bagian dari dana pendidikan tersebut,” lanjut Annissa.

Untuk itu, diperlukan keterbukaan dan kejujuran dalam berkomunikasi mengenai pengeluaran rumah tangga dan rencana yang matang tentang dana pendidikan anak.

Perencanaan dan kesepakatan tersebut tak hanya secara lisan, namun lebih baik lagi jika ditulis juga.

Baca Juga : Adakah Investasi Optimal untuk Menyiapkan Dana Pendidikan?

Perlindungan kepada Kepala Keluarga

Kondisi Keuangan Tidak Stabil, Begini Cara Mengatur Dana Pendidikan-3.jpg

Foto: thinkhealthmag

Hal yang sering dilupakan padahal tak kalah pentingnya adalah memberikan perlindungan kepada kepala keluarga.

Alasannya untuk menghindari hal ataupun kejadian yang tidak diinginkan terjadi dan memberikan dampak keuangan pada keluarga.

“Kepala keluarga wajib memiliki asuransi jiwa sehingga jika terjadi risiko meninggal maka rencana dana pendidikan anak bisa terus berjalan,” ujar Annissa.

Moms, tetapkan prioritas dalam mengatur keuangan rumah tangga dengan melihat segala kemungkinan yang akan terjadi di masa yang akan mendatang.

Siapkan dana pendidikan sejak dini agar masa depan anak dapat terjamin!

(DG/CAR)

Artikel Terkait