BALITA DAN ANAK
10 September 2020

Konstipasi Pada Anak: Ini yang Perlu Moms Tahu!

Kenali gejala, penyebab, dan cara mengatasi konstipasi pada anak
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Serenata Kedang
Disunting oleh Ikhda Rizky Nurbayu

Tak terasa Si Kecil telah semakin besar dan harus belajar untuk mengatur dan memahami kerja tubuhnya sendiri. Salah satu peralihan kebiasaan yang harus mereka pelajari adalah meninggalkan popok dan belajar menggunakan toilet sendiri.

Seiring bertambahnya umur, jumlah ASI yang mereka minum juga semakin sedikit dan jumlah menu makanan padat semakin banyak. Perubahan pola dan menu makanan ini ternyata dapat memicu masalah baru, lho Moms, salah satunya adalah konstipasi pada anak.

Konstipasi Pada Anak 1 Tahun

Dalam jurnal berjudul Constipation in Childhood, konstipasi biasanya memiliki karakteristik kurangnya frekuensi periodik untuk buang air besar, tinja yang besar, dan kesulitan atau kesakitan saat buang air besar.

Konstipasi adalah satu dari sepuluh masalah yang sering ditemui oleh dokter anak. Menurut kriteria diagnosis untuk konstipasi, pasien setidaknya mengalami kurang dari 3 kali buang air besar dalam seminggu. Jurnal penelitian dari Northern American Society of Gastroenterology, Hepatology and Nutrition (NASPGHAN), mendefinisikan konstipasi sebagai penundaan atau kesulitan buang air besar yang telah berlangsung selama dua minggu atau lebih.

Singkatnya, konstipasi terjadi ketika Si Kecil mengeluarkan feses yang keras, atau tidak pergi ke toilet secara teratur. Konstipasi adalah masalah yang cukup umum terjadi pada anak-anak yang baru belajar ke toilet atau baru belajar mengonsumsi makanan padat. Konstipasi pada anak 1 tahun juga dapat menjadi masalah yang lebih besar jika anak mengalami kesakitan atau takut untuk buang air besar.

Baca Juga: 4 Gejala Konstipasi Balita yang Sering Diremehkan Orang Tua

Tanda-Tanda Konstipasi pada Anak 1 Tahun

tanda Konstipasi Pada Anak 1 tahun.jpg

Foto: freepik.com

Tanda atau gejala konstipasi pada anak dapat bervariasi tergantung pada umurnya. Pada anak yang masih bayi, Si Kecil mungkin menunjukkan tanda seperti wajah yang memerah, menangis disertai mengejan.

Sedangkan pada anak 1 tahun, ada kemungkinan mereka akan kesulitan dan kesakitan mengeluarkan feses yang mengeras, ditandai dengan adanya darah yang ikut keluar akibat robekan kecil pada dubur.

Perasan tidak nyaman ini dapat saja menyebabkan Si Kecil semakin menahan buang air dan memperparah konstipasi. Lebih lanjut, konstipasi dapat menyebabkan gejala lain seperti:

  1. Kram perut yang sakitnya datang dan pergi tidak menentu
  2. Anak merasa tidak terlalu lapar, sehingga tidak mau makan
  3. Perasaan buang air yang tidak tuntas yang juga dapat menimbulkan mual
  4. Anak menjadi rewel karena merasa tidak nyaman
  5. Perut anak menggembung, jika ditekan perlahan, Moms bisa merasakan ada kotoran yang di dalam perut

Penyebab Konstipasi pada Anak 1 Tahun

penyebab konstipasi pada anak 1 tahun.jpg

Foto: freepik.com

Umumnya, bayi yang meminum ASI eksklusif mungkin tidak setiap hari buang air besar karena hampir seluruh nutrisi terserap di usus. Faktanya, anak-anak yang meminum ASI eksklusif hampir tidak pernah mengalami konstipasi.

Namun, bagi Si Kecil yang meminum susu formula, ia bisa buang air besar tiga hingga empat kali sehari atau malah buang air besar setiap beberapa hari. Pola buang air besar yang dianggap normal pada anak yang sehat dapat bervariasi tergantung pada jenis susu yang diminum, seberapa banyak makanan padat yang diperkenalkan, dan makanan tertentu yang dikonsumsi.

Baca Juga: Moms, Berikan 5 Makanan Ini Untuk Meringankan Konstipasi Pada Bayi

Mencegah atau Mengobati Konstipasi pada Anak 1 Tahun

mencegah konstipasi pada anak 1 tahun.jpg

Foto: freepik.com

Jangan panik apabila Si Kecil menderita konstipasi ya, Moms. Sebagian besar masalah konstipasi bisa diselesaikan di rumah melalui menu diet yang seimbang. Cobalah melakukan cara-cara mencegah atau mengobati konstipasi Si Kecil secara alami ini:

  1. Mengganti merek susu formula atau menyesuaikan asupan makan Moms. Salah satu penyebab konstipasi adalah ketidakcocokan atau sensitif terhadap salah satu bahan atau makanan yang terkandung dalam susu formula maupun ASI.
  2. Tambahkan menu makanan berserat tinggi. Beberapa makanan tinggi serat yang dapat dikonsumsi anak 1 tahun misalnya olahan gandum utuh dalam bentuk pasta atau oatmeal, beberapa jenis kacang-kacangan (kedelai, kacang merah, atau lentil), buah (apel, pir, jeruk, atau beri), serta sayuran (wortel, brokoli, dan kacang polong).
  3. Mengajak Si Kecil lebih banyak minum air, karena hidrasi yang cukup sangat penting untuk aktivitas rektum. Jika memungkinkan, puree atau jus buah pir dapat membantu kontraksi di usus besar dan merangsang buang air besar.
  4. Ajaklah Si Kecil lebih banyak bergerak atau berolahraga karena dapat berdampak pada percepatan organ pencernaan.
  5. Melakukan pijat yang lembut di area perut dan abdomen bawah untuk menstimulasi pergerakan usus. Lakukanlah beberapa kali dalam sehari hingga Si Kecil buang air.

Jika telah melakukan beberapa cara selama beberapa minggu namun Si Kecil masih konstipasi atau adanya darah setiap kali buang air besar, Moms bisa langsung berkonsultasi dengan dokter untuk mengetahui lebih jelas apa penyebab dan solusi untuk Si Kecil.

Konstipasi Pada Anak 5 Tahun

Pola gerakan usus pada setiap anak dapat berbeda, sama halnya pada orang dewasa. Apa yang normal bagi Si Kecil mungkin berbeda dengan anak lain. Umumnya, anak-anak buang air besar satu hingga dua kali dalam sehari. Namun, anak lain bisa saja pergi ke toilet setiap dua atau tiga hari sekali atau lebih.

Sebagai contoh, jika Si Kecil sehat dan mengeluarkan feses yang normal tanpa kesakitan atau ketidaknyamanan, buang air besar setiap dua hari sekali mungkin adalah pola yang normal untuknya.

Konstipasi pada anak 5 tahun tidak jauh berbeda dengan orang dewasa. Jika fesesnya keras, kering, dan sulit atau sakit ketika buang air besar, maka Si Kecil dapat dikatakan menderita konstipasi. Walaupun konstipasi dapat menyebabkan kesakitan dan ketidaknyamanan, konstipasi adalah masalah yang sering ditemui dan biasanya bersifat sementara serta mudah ditangani.

Gejala Konstipasi pada Anak 5 Tahun

gejala konstipasi pada anak 5 tahun.jpg

Foto: freepik.com

Berbeda dengan bayi, anak 5 tahun biasanya telah belajar untuk pergi ke toilet sendiri. Namun, jIka Moms memperhatikan tingkah laku dan kebiasaan Si Kecil, konstipasi pada Si Kecil biasanya akan diketahui dengan berkomunikasi dengan Si Kecil atau mengamati tanda-tanda berikut:

  1. Beberapa hari tanpa buang air besar
  2. Feses keras dan sulit atau sakit ketika dibuang
  3. Sakit pada area perut, merasa kram atau mual
  4. Ada pendarahan dari rektum yang terluka
  5. Soiling dan enkopresis, yaitu keluarnya feses tanpa disadari Si Kecil, sehingga mengotori celana dalam
  6. Tidak nafsu makan
  7. Perilakunya tidak ceria, mudah kesal akibat ketidaknyamanan
  8. Si Kecil mungkin akan menyilangkan kaki, mengencangkan bokong, atau raut mukanya tidak biasa.

Baca Juga: 9 Tanda Anak Siap untuk Toilet Training

Penyebab Konstipasi pada Anak 5 Tahun

penyebab konstipasi pada anak 5 tahun.jpg

Foto: freepik.com

Dalam jurnal Diet and Chronic Constipation in Children, anak-anak yang mengalami konstipasi memiliki asupan kalori dan nutrisi yang lebih rendah, berat badan/tinggi badan yang lebih rendah, dan laporan prevalensi anoreksia lebih tinggi.

Analisis menunjukkan bahwa serat makanan saja secara independen berkorelasi negatif dengan konstipasi kronis, terlepas dari usia anak dan usia timbulnya konstipasi. Risiko lain yang relatif juga menunjukkan hubungan negatif dengan asupan serat. Dengan kata lain, penyebab konstipasi sebagian besar dipengaruhi oleh jumlah serat yang dimakan oleh anak.

Selain asupan serat, penyebab konstipasi pada anak 5 tahun juga dapat disebabkan oleh:

  1. Kurang cairan, sehingga menyebabkan konstipasi.
  2. Sedang sakit yang mungkin menyebabkan Si Kecil jadi tidak nafsu makan. Dampaknya pola pencernaannya menjadi kacau dan menyebabkan konstipasi. Kemungkinan lain, obat yang dikonsumsi Si Kecil saat sedang sakit memiliki efek samping yang menyebabkan konstipasi.
  3. Si Kecil mengidap kondisi hipotiroidisme, yaitu gangguan pada hormon tiroid.
  4. Menahan buang air besar karena berbagai alasan. Misalnya untuk menghindari sakit dari feses yang keras, atau alasan sederhana seperti sedang tidak ingin waktu bermainnya terganggu untuk pergi ke toilet. Alasan lainnya yang sering ditemukan adalah ketika Si Kecil berada di luar rumah seperti sekolah, mereka malu untuk pergi ke toilet atau tidak nyaman menggunakan toilet umum.

Mencegah atau Mengobati Konstipasi pada Anak 5 Tahun

mencegah konstipasi pada anak 5 tahun.jpg

Foto: freepik.com

Ketika konstipasi pada anak 5 tahun tidak ditangani, kondisinya akan semakin memburuk. Semakin lama feses menetap di dalam usus, semakin kering, padat, dan besar bentuknya, kemudian akan semakin sulit dan sakit untuk dibuang. Karena ketidaknyamanan ini, Si Kecil akan sering menahan buang air besar dan membuat lingkaran yang tidak habis. Mengobati dan mencegah konstipasi secara alami pada anak 5 tahun dapat dengan cara berikut:

  1. Memperbanyak menu makanan berserat tinggi setiap hari yang biasanya terdapat pada buah dan sayuran, misalnya brokoli, wortel, kembang kol, apel, dan pir. Pada jurnal penelitian The Effects of Fiber Intake on Constipation, Obesity, and Diabetes in Children, American Academy of Pediatrics (AAP) memberikan rumus sederhana untuk menentukan jumlah serat minimum yang harus dikonsumsi setiap hari untuk menghindari konstipasi pada anak usia 2-19 tahun, yaitu dengan menambahkan angka usia anak dengan 5 gram serat. Jadi jika Si Kecil berumur 5 tahun, maka minimum serat yang dikonsumsi adalah 10 gram setiap hari.
  2. Mengajak Si Kecil minum air lebih banyak. Jika Si Kecil sulit diajak minum air, Moms bisa memberikan jus buah yang ditambah sedikit air untuk memberikan asupan cairan yang cukup.
  3. Membantu Si Kecil mengatur jadwal ke toilet dengan teratur dan mendengarkan tubuh sendiri.
  4. Mengajak Si Kecil lebih aktif berolahraga dan bergerak.
  5. Hindari atau kurangi makanan yang rendah serat walaupun biasanya disukai anak-anak, contohnya snack keripik, makanan cepat saji, daging, makanan siap saji yang dibekukan, dan makanan olahan lainnya.

Baca Juga: 5 Permainan yang Mama Bisa Lakukan Bersama Balita 4-5 Tahun

Disarankan untuk membawa Si Kecil ke dokter apabila gejala konstipasi terus berlanjut selama 2 minggu bahkan setelah dilakukan upaya pengobatan atau pencegahan alami di rumah. Namun, Moms tidak perlu ragu memeriksakan Si Kecil ke dokter apabila terdapat gejala yang lebih diwaspadai seperti darah yang keluar dari rektum atau di tinja, sakit perut terus menerus, muntah, dan berat badan turun.

Konstipasi pada anak tidak jarang ditemukan dan biasanya dapat ditangani di rumah. Pola dan menu makan di rumah berperan besar dalam hal ini. Usahakan Moms dan Dads juga menjadi contoh dengan ikut makan makanan yang bergizi dengan nutrisi seimbang, tinggi serat, dan disertai gaya hidup sehat, niscaya Si Kecil konstipasinya akan segera berlalu.

Artikel Terkait