PASCA MELAHIRKAN
29 Desember 2019

Konsumsi Garam dan MSG Saat Menyusui, Ketahui 5 Hal Ini

Cek faktanya yuk, Moms!
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Orami
Disunting oleh Ikhda Rizky Nurbayu

Beberapa tahun belakangan, diet garam dan msg gencar dilakukan oleh semua kalangan karena dianggap memberikan dampak buruk terhadap kesehatan.

Mengetahui hal ini, sebagai Ibu menyusui mungkin Moms sangat khawatir jika konsumsi msg dan garam harian Moms mungkin akan berdampak buruk bagi Si Kecil.

Benarkah demikian? Haruskan Moms menghindari garam dan msg saat menyusui?

5 Hal Mengenai Konsumsi Garam dan MSG saat Hamil

1. Garam Tidak Mempengaruhi ASI

garam dan msg saat menyusui

Foto: huffingtonpost.co.uk

Berdasarkan studi yang dilakukan Departemen Nutrisi di University of California, telah terbukti bahwa tidak peduli seberapa sedikit atau banyaknya sodium yang dikonsumsi oleh Ibu menyusui, sama-sama tidak mempengaruhi ASI.

Oleh karena itu, Ibu menyusui tetap boleh mengonsumsi garam dengan jumlah yang sewajarnya atau tidak belerbihan.

Baca Juga: Ini Takaran Garam per Hari yang Direkomendasikan Ahli

2. Garam Melengkapi Kebutuhan Yodium Harian

garam dan msg saat menyusui

Foto: miamiherald.com

Dalam laman health.hovtz.nz dikatakan bahwa ibu menyusui membutuhkan 290 mikogram yodium setiap hari. Yodium dalam ASI berfungsi membantu tubuh bayi memproduksi hormon tiroid yang membantu tulang dan sarafnya berkembang.

Adapun beberapa cara yang dapat dilakukan untuk memenuhi kebutuhan yodium harian antara lain:

  • Makan makanan yang tinggi yodium seperti ikan, sereal, roti gandum, dan produk olahan susu.
  • Mengonsumsi suplemen beryodium atau iodida.
  • Menggunakan garam beryodium untuk masakan sehari-hari.

Sebuah penelitian yang diterbitkan dalam jurnal National Center of Biotechnology Information (NCBI) menunjukkan bahwa di negara-negara dengan program iodisasi garam yang efektif, status yodium bayi dalam semua kelompok yang diteliti menunjukkan kecukupan yodium selama tahun pertama kehidupan mereka.

Sehingga suplementasi yodium untuk Ibu menyusui tidak diperlukan.

Baca Juga: Pengganti Garam untuk MPASI, Coba Himalayan Pink Salt!

3. Batasi Konsumsi Garam untuk Busui dengan Kondisi Tertentu

garam dan msg saat menyusui

Foto: poolshopdubai.com

“Garam tidak seburuk yang dibicarakan banyak orang,” kata Steven Nissen, MD., Ketua Departemen Kardiovaskular di Robert and Suzanne Tomsich Department of Cardiovascular Medicine di Cleveland Clinic.

“Namun, beberapa individu perlu memonitor konsumsi garamnya. Misalnya, jika memiliki tekanan darah tinggi atau mengalami gagal jantung kongestif, diet rendah garam harus menjadi bagian dari rencana kesehatan secara keseluruhan.”

Baca Juga: Garam untuk Bayi, Apakah Perlu?

4. MSG Tidak Berdampak pada Bayi Melalui ASI

garam dan msg saat menyusui

Foto: lifehacker.com.au

Dalam sebuah penelitian yang dilakukan terhadap beberapa busui yang mengonsumsi MSG sebanyak 100 mg/ kg berat badan, telah terbukti bahwa tidak ada peningkatan kadar glutamat dalam ASI dan tidak berpengaruh terhadap asupan glutamat bayi.

Hal yang sama juga diungkapkan oleh American Academy of Pediatrics (AAP) bahwa baik konsumsi garam dan msg saat menyusui sama-sama terbukti tidak memiliki efek terhadap ASI dan tidak menimbulkan risiko pada bayi yang menyusui.

Baca Juga: Perlukah Menambah Garam Pada MPASI Bayi?

5. MSG Tidak Terbukti Sebagai Penyebab Utama Berbagai Penyakit

garam dan msg saat menyusui

Foto: thedailymeal.com

Tidak ada bukti yang meyakinkan bahwa msg adalah faktor signifikan yang menyebabkan reaksi sistemik yang mengakibatkan penyakit parah atau kematian, sebagaimana tertulis dalam sebuah laporan yang dipublikasikan dalam Food Standards Australia.

Jadi, itulah beberapa hal yang perlu Moms ketahui sebelum mengonsumsi garam dan msg saat menyusui. Meskipun tidak dilarang, sangat dianjurkan agar Moms dapat membatasi konsumsi garam dan msg harian. Selain itu, jangan lupa untuk selalu berkonsultasi dengan dokter.

RGW

Artikel Terkait