KESEHATAN
30 Maret 2020

Kontroversi Bilik Disinfektan. Aman atau Justru Membahayakan?

Pernahkah Moms melihat bilik ini?
placeholder

Foto: efotek.com

placeholder
Artikel ditulis oleh Adeline Wahyu
Disunting oleh Ikhda Rizky Nurbayu

Meningkatnya jumlah korban positif virus corona (COVID-19) setiap harinya,membuat masyarakat semakin kreatif melakukan berbagai cara upaya untuk mencegah penularan virus terebut, salah satunya dengan membuat bilik disinfektan.

Bilik disinfektan ini banyak ditemukan di tempat-tempat umum, seperti bandara dan masjid, juga di berbagai gerbang untuk masuk sebuah perumahan.

Baca Juga: Review 7 Masker Pelindung untuk Antisipasi Virus Corona, Mana yang Terbaik?

Bilik ini digunakan untuk menyemprot cairan disinfektan kepada manusia yang dipercaya mampu mematikan virus corona yang mungkin ada di permukaan pakaian atau badan seseorang.

Sayangnya cara ini mendapat tentangan dari berbagai pihak.

Penyemprotan Cairan Disinfektan Tidak Disarankan WHO

cairan disinfektan

Foto: Orami Photo Stock

Melalui laman Instagramnya, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan bahwa penyemprotan disinfektan ke seluruh tubuh seseorang tidak bisa membunuh virus yang terlanjur masuk ke dalam tubuh.

"Menyemprotkan zat-zat semacam itu justru dapat merusak pakaian atau selaput lendir seseorang (seperti mata, mulut)," tulis WHO menjelaskan tentang keamanan cairan disinfektan.

Menurut WHO, penggunaan alkohol dan klorin dalam disinfektan bisa digunakan untuk mensterilkan permukaan suatu benda, namun harus dalam rekomendasi yang tepat.

Tidak untuk Menyemprot Tubuh

cairan disinfektan

Foto: fox23.com

Jika mengunjungi laman resmi covid19.go.id, disebutkan bahwa cairan disinfektan efektif untuk membersihkan permukaan benda-benda yang berpotensial menyimpan banyak bakteri dan virus.

Namun, tidak disarankan untuk disemprotkan pada tubuh atau pakaian seseorang.

Baca Juga: Sosok dr. Handoko Gunawan, Dokter Spesialis Paru yang Berjuang Rawat Pasien COVID-19

Memang cairan disinfektan biasanya hanya digunakan untuk menyemprot benda-benda yang sering kita sentuh seperti sakelar lampu, gagang pintu, tempat tidur, meja, dan telepon.

“Pemakaian cairan disinfektan secara langsung ke tubuh dapat membahayakan diri Anda,” bunyi keterangan dalam laman resmi tersebut.

Bisa Menghasilkan Gas Beracun

cairan disinfektan

Foto: huffpost.com

Mengutip Occupational Safety and Health Branch Labour Department, disinfektan kimia bisa berbahaya bagi seseorang jika tidak ditangani dengan benar.

Beberapa disinfektan kimia mudah terbakar dan mudah meledak. Bahkan dapat menimbulkan reaksi dengan bahan kimia yang tidak kompatibel dengan keras dan menghasilkan gas beracun.

Semua disinfektan kimiawi, pada dasarnya, berpotensi berbahaya atau beracun bagi organisme hidup. Seperti zat beracun lainnya, desinfektan kimia bisa berbahaya bagi manusia saat memasuki tubuh.

Tergantung Kandungan dalam Disinfektan

cairan disinfektan

Foto: liputan6.com

Menurut Guru Besar Universitas Airlangga (Unair) Prof dr. Chairul Anwar Nidom, cairan disinfektan yang disemprotkan pada tubuh manusia akan aman, tergantung dari campuran yang digunakan.

Baca Juga: Hand Sanitizer vs Sabun, Mana yang Lebih Efektif Membunuh Kuman?

Menurutnya, benzalkonium chloride yang terkandung dalam disinfektan masuk dalam golongan ammonium quartener, dan itu aman untuk manusia karena levelnya tingkat rendah.

Mengutip Liputan 6, Ketua Departemen Farmasetika Fakultas Farmasi, Universitas Airlangga Surabaya (Unair), Retno Sari, juga mengatakan hal yang sama. Menurutnya cairan yang digunakan dalam bilik disinfektan merupakan kelompok senyawa ammonium quarterner yang bersifat surfaktan. Surfaktan artinya dia akan mempengaruhi permukaan.

Jadi bagaimana penggunaan cairan disinfektan untuk tubuh menurut Moms?

Artikel Terkait