BALITA DAN ANAK
8 September 2020

Kostokondritis, Penyebab Nyeri Dada pada Balita

Kostokondritis berbeda dengan serangan jantung
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Fitria Rahmadianti
Disunting oleh Ikhda Rizky Nurbayu

Ketika Si Kecil mengeluh sakit di dada, Moms mungkin akan panik karena mengira ia terkena serangan jantung. Padahal, penyebab nyeri dada pada balita bisa juga karena kostokondritis.

Kostokondritis adalah pembengkakan yang menyakitkan pada tulang rawan yang menempelkan rusuk ke tulang dada (sternum). Kondisi ini adalah penyebab paling umum nyeri dada pada anak-anak dan remaja, serta lebih sering dialami perempuan daripada laki-laki.

Tulang dada adalah tulang keras yang bisa Moms rasakan di bagian tengah dada, mulai dari dasar leher sampai ke perut. Tulang rusuk disambungkan ke tulang dada oleh tulang rawan dengan titik yang disebut sendi kostosternal.

Satu atau lebih sendi kostosternal bisa mengalami kostokondritis. Di sinilah nyeri dada terasa. Karena itu, kostokondritis kadang disebut nyeri dinding dada atau sindrom kostosternal.

Baca Juga: Moms, Ketahui 5 Penyebab Nyeri Dada Pada Anak

Penyebab Nyeri Dada pada Balita

Penyebab Nyeri Dada pada Balita.jpg

Foto: Orabay from Pixabay

Dokter seringkali tidak dapat memastikan penyebab kostokondritis. Namun, terkadang kondisi ini berhubungan dengan:

  • Cedera di rusuk atau tulang dada
  • Ketegangan fisik akibat mengangkat barang berat atau olahraga yang terlalu keras
  • Batuk berulang

Baca Juga: Ini Macam-Macam Nyeri Dada dan Gejalanya yang Harus Diketahui

Gejala Kostokondritis

Gejala Kostokondritis.jpg

Foto: Mladen Borisov on Unsplash

Gejala utama kostokondritis adalah sakit yang tajam dan menusuk. Biasanya nyeri terasa di bagian kiri tulang dada meski bisa juga di kedua sisi.

Menurut situs web KidsHealth, nyeri bisa memburuk ketika Si Kecil:

  • Mengambil napas dalam-dalam
  • Batuk
  • Menggerakkan tubuh bagian atas
  • Menekan area yang sakit

Sakit dada bisa berkurang sedikit jika Si Kecil berhenti bergerak atau mengambil napas yang tidak terlalu dalam. Namun, umumnya nyeri dada tidak hilang sepenuhnya.

Baca Juga: Selain Nyeri Dada, Ini 5 Gejala Lain Serangan Jantung

Perbedaan Kostokondritis dan Serangan Jantung

Perbedaan Kostokondritis dan Serangan Jantung.jpg

Foto: wate.com

Serangan jantung sangat jarang menjadi penyebab nyeri dada pada balita. Bagaimanapun, ini cara membedakan keduanya:

  • Nyeri akibat serangan jantung biasanya lebih meluas dan terasa di bagian tubuh lain, seperti lengan dan leher. Sakitnya juga terasa seperti datang dari bagian bawah tulang dada.
  • Sakit karena kostokondritis biasanya hanya terasa di area kecil di dada dan terasa datang langsung dari pertemuan tulang dada dengan tulang rusuk.

Baca Juga: Tak Selalu Serangan Jantung, Ini 4 Penyakit Lain yang Diawali dengan Nyeri Dada

Cara Menangani Kostokondritis

Cara Menangani Kostokondritis.jpg

Foto: fujikama from Pixabay

Kostokondritis biasanya hilang sendiri tanpa perawatan dalam 2-3 hari. Terkadang bisa berlangsung lebih lama, berminggu-minggu atau berbulan-bulan. Jika Moms khawatir karena nyerinya tidak kunjung hilang, hubungi dokter.

Untuk sementara, dokter akan merekomendasikan hal-hal sebagai berikut:

  • Obat yang dijual bebas seperti ibuprofen atau naproxen untuk membantu meredakan gejala
  • Menempelkan kompres hangat atau bantalan pemanas yang disetel rendah ke area yang sakit
  • Beristirahat yang cukup
  • Menghindari kegiatan yang memperparah rasa sakit

Baca Juga: Nyeri di Bagian Dada Saat Hamil, Ini 8 Penyebabnya

Menghindari Kostokondritis

Menghindari Kostokondritis.jpg

Foto: Austin Nicomedez on Unsplash

Karena penyebab kostokondritis tidak jelas, mencegahnya adalah hal mustahil. Namun, menurut situs web Johns Hopkins All Children’s Hospital, Moms bisa membantu Si Kecil menghindarinya.

Banyak kasus penyebab nyeri dada pada balita adalah karena mengangkat barang berat. Misalnya, membawa ransel yang terlalu penuh, terutama dengan satu bahu.

Jadi, jika Si Kecil harus membawa banyak buku, belikanlah ransel yang bisa membagi beban dengan rata di kedua pundak. Pastikan ransel dipakai di kedua bahu, ya, Moms.

Artikel Terkait