KEHAMILAN
8 Juli 2019

Kram saat Hamil, Berbahayakah?

Hati-hati akan bahaya persalinan prematur
Artikel ditulis oleh Adeline Wahyu
Disunting oleh Andra Nur Oktaviani

Meski terdengar sepele, mengalami kram di awal kehamilan bisa jadi hal yang menakutkan lho. Namun Moms harus tahu mengalami kram saat hamil adalah gejala yang umum di semua trimester.

Kram saat hamil bukanlah hal yang berbahaya karena ini menunjukkan respon rahim atas apapun yang diterimanya.

“Rahim merupakan otot dan hal yang diketahui oleh otot hanyalah melakukan kontraksi. Kontraksi yang terjadi terasa seperti kram,” kata Holly Puritz, direktur medis dari Sentara Lee Hospital Group for Women in Norfolk, Virginia.

Itu artinya setiap kali rahim berstimulasi, kram yang dirasakan adalah respon alami dari kontraksi yang terjadi. Menurut Dr. Puritz, yang terpenting adalah mengetahui kapan kram yang kita rasakan merupakan tanda dari masalah yang berbahaya atau tidak.

Beberapa hal di bawah ini dapat menyebabkan rahim berkontraksi atau mengalami kram selama kehamilan adalah saat kandung kemih penuh, orgasme, olahraga, atau infeksi saluran kemih. Dari trimester demi trimester, hal ini yang akan dirasakan. Yuk simak ulasannya di bawah ini

Baca Juga: Tanda Kehamilan Bisa Dideteksi Lewat Payudara?

Kram di Trimester Pertama

210142-1600x1067-pregnant-woman-feeling-stomach.jpg

Foto: Lovetoknow.com

Bagi beberapa perempuan, kram adalah tanda awal bahwa mereka hamil. Menurut Dr. Puritz, hal ini disebut juga sebagai kram implantasi, seperti kram yang dialami wanita tiap akan menstruasi.

“Pertumbuhan rahim yang cepat dalam dua trimester pertama kehamilan juga dapat menyebabkan kram,” kata Chad Klauser, asisten klinis profesor kebidanan dan kandungan di Fakultas Kedokteran Mount Sinai School of Medicine di New York City.

Ia menambahkan bahwa sebagian besar kehamilan akan mengalami sedikit kram ringan selama 16 minggu pertama kehamilannya.

Baca Juga: Ini 3 Fakta Mengenai Kehamilan Kembar

Kram di Trimester Kedua

iStock-887246352.jpg

Foto: Familyeducation.com

Di saat ini Moms paling tidak mungkin mengalami kram atau gejala kehamilan yang tidak nyaman lainnya. Kecuali Moms memiliki dua atau lebih bayi dalam satu kehamilan, karena rahim tumbuh dengan cepat dan akan mencapai trimester ketiga pada trimester kedua (risiko lebih besar untuk persalinan prematur).

Pengecualian umum lainnya adalah nyeri ligamen yang terjadi sekitar minggu ke-13, saat ligamen yang menopang rahim meregang. Nyeri ini biasanya berlalu dengan cepat. Infeksi saluran kemih juga menyebabkan kram pada kehamilan.

Penyebab kram yang lebih serius, tetapi jarang pada trimester kedua adalah fibroid rahim. Para wanita yang memiliki riwayat fibroid rahim harus waspada terhadap kram pada tahap kehamilan ini, karena mungkin perlu dirawat di rumah sakit untuk mengatasinya hingga sembuh.

Kram di Trimester Ketiga

images.jpg

Foto: Parents.com

Sangat wajar bagi para Moms untuk mengalami kram saat hamil di tahap kehamilan ini. Kram pada semester ketiga ini mirip dengan kontraksi yang akan dialami saat persalinan. Bedanya kram ini tidak akan berujung pasa persalinan.

Kram saat hamil yang terjadi pada trimester ketiga atau trimester kedua, penting untuk kita khawatir akan prematur. Solusinya, konsultasikan pada dokter untuk melihat apakah serviks telah membesar, yang bisa menjadi tanda persalinan dini.

Jika ini bukan proses persalinan dini, minum beberapa gelas air atau jus dan istirahat cukup akan membantu menenangkan kram kehamilan Moms. Namun, jika terus berlanjut, segera datangi dokter kandungan Moms.

Baca Juga: 3 Tips Tetap Sehat Bekerja Saat Hamil di Trimester Ketiga

Setelah Moms mengetahui tentang hal ini, tentu Moms sudah tidak bingung dan panik kan. Kram adalah hal yang umum terjadi saat hamil. Namun, jika terjadi lagi kram saat hamil tua, segera hubungi dokter kandungan ya.

Artikel Terkait