BALITA DAN ANAK
14 Februari 2020

Begini Kronologis Balita yang Meninggal Digigit Ular Weling

Adila sempat alami koma 5 hari
Artikel ditulis oleh Amelia
Disunting oleh Dina Vionetta

Seorang balita usia 4 tahun bernama Adila Oktavia, meninggal karena dipatok ular pada Rabu (12/2). Adila merupakan warga Desa Pamengkang, Kecamatan Mundu, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat.

Ia meninggal setelah 5 hari mengalami koma karena digigit ular jenis Weling (Bungarus candidus) ketika ia sedang tidur pada Jumat (7/2/2020) sekitar pukul 23.30 WIB.

Kronologis Balita yang Meninggal Digigit Ular Weling

Ketahui fakta dan kronologis tentang Adila, balita 4 tahun yang meninggal karena dipatok ular jenis Weling berikut ini.

Baca Juga: Tips Mencegah Ular dan Binatang Melata Lainnya Masuk Rumah dengan 4 Cara Ini

1. Digigit Saat Sedang Tidur

balita meninggal dipatok ular Weling-1.jpg

Foto: wikimedia.org

Adila digigit ular Weling saat sedang tidur. Balita ini tinggal bersama kedua orang tuanya yaitu Mukmin (27) dan Rusmiati (24) di Desa Pamengkang, Kecamatan Mundu, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat.

Rusmiati, sang ibu, bercerita bahwa saat kejadian, anaknya terbangun dan menangis. Ketika diperiksa, ditemukan ular Weling yang sudah menempel di betisnya.

"Saya enggak tahu dia digigit atau tidak. Saya tidurkan lagi, tetapi dia merintih kesakitan. Setelah diperiksa, tumitnya ada bekas gigitan, ada darahnya. Saya enggak tahu penanganannya, cuma diikat kakinya dan disedot lukanya," kata Rusmiati mengutip Kompas.com.

2. Mengalami Sesak Napas, Muntah, dan Koma

balita meninggal dipatok ular Weling-2

Foto: Orami Photo Stock

Setelah digigit, Adila merintih kesakitan dan muntah terus menerus. Kedua orang tua panik dan langsung membawanya ke Rumah Sakit Puteras Bahagia pada Sabtu (8/2/2020) dini hari.

Namun, pihak rumah sakit merujuk Adila ke Rumah Sakit Daerah Gunung Jati. Ia pun sempat mengalami sesak napas dan tidak sadarkan diri.

Pada Sabtu pukul 06.00 WIB, tim RSD Gunung Jati menyatakan Adila mengalami koma dan dirawat di ruang Pediatric Intensive Care Unit (PICU). Namun, setiap hari kondisi Adila menurun.

Baca Juga: Pertolongan Pertama Anak Sesak Napas

3. Dimasukkan Serum Anti Bisa Tapi Tak Berhasil

balita meninggal dipatok ular Weling-3.jpg

Foto: mid-day.com

Adila sempat disuntikkan sepuluh VIAL Serum Anti Bisa Ular (SABU) ke tubuhnya selama lima hari perawatan. Hal ini disampaikan oleh Wakil Direktur Pelayanan Medik dan Perawatan RSUD Gunung Jati, Siti Maria.

Sayangnya, usaha ini tidak berhasil. Selain karena adanya ketidakcocokan pada anti serum, racun ular Weling tersebut juga telah menyebar ke tubuh Adila, termasuk saraf dan sel darah.

"Sebagian sel darah sudah pecah, dan trombositnya terus menurun," ujarnya. Lebih lanjut, Maria mengatakan, proses penanganan Adila dibantu dokter spesialis emergency dari WHO, yaitu dokter Tri Maharani.

Baca Juga: Cara Mengatasi Gigitan Ular dan Daftar Rumah Sakit yang Sediakan Serum Anti-Bisa

4. Meninggal Dunia Setelah 5 Hari Koma

balita meninggal dipatok ular Weling-4.jpg

Foto: theprobatepro.com

Dengan ragam perawatan yang sudah dilakukan, sayangnya Adila tidak terselamatkan. Ia dinyatakan meninggal dunia oleh dokter pada Rabu (12/2) malam, sekitar pukul 20.30 WIB.

Selama lima hari melakukan perawatan, keluarga Adila tidak memiliki BPJS Kesehatan. Diketahui, tagihan rumah sakit yang harus dibayar mencapai Rp37 juta.

"Semoga ada bantuan. Tagihannya tadi sudah sekitar Rp37 juta. Padahal, anak saya belum masuk BPJS Kesehatan. Kami baru mengurus dan bisa aktif 14 hari setelah berlaku," terang Rusmiati.

Sementara itu, Wakil Direktur Pelayanan Medik dan Perawatan RSUD Gunung Jati Siti Maria, mengatakan bahwa ia sedang melakukan koordinasi untuk bisa memberikan bantuan dana terkait biaya rumah sakit Adila.

"Kami sedang koordinasi dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Cirebon untuk dapat membiayai perawatan pasien," terangnya.

Itu dia Moms, kronologis tentang Adila, bayi yang meninggal karena digigit ular jenis Weling.

Artikel Terkait