BALITA DAN ANAK
1 Oktober 2019

Kronologis Meninggalnya Satia Putra, Bocah Obesitas Asal Karawang

Detik-detik terakhir sebelum meninggal, Satia sempat mengeluh sesak napas
placeholder

Sumber: suratkabar.id

placeholder
Artikel ditulis oleh Amelia Puteri
Disunting oleh Andra Nur Oktaviani

Beberapa waktu lalu mungkin Moms pernah mendengar berita tentang Satia Putra (7), bocah asal Karawang yang mengalami obesitas ekstrem.

Malang, Satia Putra menghembuskan napas terakhirnya pada Sabtu (28/9) sekitar pukul 21.00 WIB. Sampai sebelum ia menghembuskan napas terakhir, Satria memiliki berat 110 kilogram.

Satia Putra menarik perhatian publik sekitar dua bulan lalu, karena dikabarkan mengalami obesitas setelah operasi sunat di usia 3 tahun.

Mengutip Kompas.com, berikut ini kronologis tentang Satia Putra, bocah obesitas asal Karawang yang kini sudah meninggal dunia.

1. Berat Badan Naik setelah Disunat

bocah obesitas.jpg

Foto: pojoksatu.id

Putra dari pasangan Sarli (50) dan Komariah (40) ini memiliki kenaikan berat badan yang terus meningkat setelah ia disunat di usia tiga tahun. Kala itu, mencapai 97 kilogram.

Dari 97 kilogram, berat badan Satia pun mencapai 101 kilogram, saat ia diperiksa dan ditimbang di RSUD Karawang. Hingga sebelum Satia meninggal dunia, beratnya menjadi 110 kilogram.

Baca Juga: Jangan Panik, Ini 5 Cara Menangani Anak Obesitas

2. Makan Bisa 6-7 Kali Sehari

Kenaikan berat badan Satia tidak lepas dari keinginan makannya yang melonjak. Satia bisa makan sebanyak 6-7 kali dalam sehari, dan belum termasuk dengan makan camilan.

Bahkan di malam hari sebelum tidur, ia pun bisa merengek untuk meminta makan. Porsi makan Satia juga lebih banyak dibanding anak-anak seusianya.

"Kalau bangun, misalnya jam 12 malam dia (Satia) juga sering minta makan. Kalau enggak dikasih, marah-marah," kata Sarli, ayah Satia.

Satia juga ingin agar menu makanannya memiliki lauk, seperti ikan atau telur. Jika tidak ada, ia akan menjadi rewel.

3. Kurang Gerak Aktif

bocah obesitas-3.jpg

Foto: sajajar.id

Dibanding dengan anak-anak seusianya, Satia adalah anak yang cenderung jarang bergerak. Setiap harinya, ia hanya menonton televisi di warung.

Hal ini mungkin karena keluarga Sarli dan Komariah yang sudah lama memilih untuk tinggal di warung dekat pantai sembari mencari nafkah.

"Main kalau pulang ke kampung (masih Kampung Cilempung, tetapi di wilayah padat penduduk), di sana banyak temannya," ujar Sarli.

Baca Juga: Minum Susu dari Botol Sebabkan Bayi Obesitas?

4. Dilakukan Pemeriksaan dengan Pihak Medis

Karena kondisinya ini, Satia sempat dibawa ke RSUD Karawang pada Rabu (3/7) lalu. Satia pun sempat merengek tidak mau turun dari ambulans.

Namun setelah dirayu dan menuruti permintaan Satia untuk dibelikan mainan, Satia baru mau diperiksa oleh dokter untuk diobservasi.

Hasilnya, diungkapkan bahwa secara garis besar Satia hanya mengalami obesitas akibat pola makan yang tidak wajar.

"Hasil awal hanya mengalami kegemukan. Tensi dan lainnya wajar," kata Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Utama (Dirut) RSUD Karawang, Sri Sugihartati.

5. Sempat Ditawari Operasi Bariatrik

bocah obesitas-2.jpg

Foto: netz.id

Sarli menyabutkan, ia pernah ditawari operasi bariatrik untuk Satia. Namun, Sarli menolak karena merasa tidak tega.

"Saya tidak tega, dia (Satia) masih kecil," kata dia.

Berdasarkan hasil pemeriksaan dokter ahli RSUD Karawang saat itu, Satia dinyatakan sehat dan tidak ada gangguan pada organ dalamnya. Ia hanya kegemukan.

Sarli dan Komariah lalu meminta obat penurun nafsu makan. Tetapi tetap saja, keinginan makan Satia masih besar dan berat badannya semakin bertambah.

Baca Juga: Ini Dia Syarat dan Jenis Bedah Bariatrik

6. Ingin Minta Mainan dan Keluhan Sakit

Sebelum meninggal, Satia berulang kali merengek minta mainan. "Pa beli mainan, yuk. Ini yang terakhir," kata Sarli menirukan Satia pada Minggu (29/9/2019).

Selain minta dibelikan mainan, Satia juga mengeluhkan sakit. Pekan lalu, ia batuk dan dibawa ke puskesmas. Ia juga mengalami sesak napas. Oleh dokter, Satia disarankan dibawa ke rumah sakit.

"Pa, saya enggak kuat, soalnya sakit banget," kata Sarli, menirukan perkataan Satia.

7. Menghembuskan Napas Terakhirnya

bocah obesitas-4.jpeg

Foto: pasundanekspres.co

Ibunya, Komariah menyebutkan, sesuai pemeriksaan terakhir dari pihak medis, Satia menderita asma. Ia sempat dirawat dan dipasang alat bantu pernapasan.

Berdasarkan saran dokter, Satia akan dibawa ke RSHS Bandung pada Minggu (29/9/2019). Lalu, Sabtu (29/9/2019) sekitar pukul 12.00 WIB, Satia masih bermain. Namun, sore hari kondisinya menurun.

Keluarga bermaksud membawa Satia ke rumah sakit sekitar pukul 21.00 WIB. Sayangnya, Satia Putra sudah tiada.

"Saya pinjam cator ke Pak Lurah (Kades Pasirjaya). Baru beres-beres, catornya dibersihin, sudah enggak ada (meninggal)," terang Sarli.

Artikel Terkait