BALITA DAN ANAK
16 Desember 2019

Vitilogo pada Anak, Penyakit yang Menyebabkan Warna Kulit Memudar

Meski tidak berbahaya, penyakit ini bisa menimbulkan trauma psikologis berkepanjangan
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Orami
Disunting oleh Andra Nur Oktaviani

Vitiligo adalah kondisi berupa belang putih pada kulit di bagian tubuh yang berbeda-beda. Sebab, sel pembuat pigmen di belang tersebut (melanosit) rusak. Seiring waktu, belang tersebut bisa melebar.

Prevalensi vitiligo sekitar 0,1-4 persen dari populasi dunia. Sekitar setengah sampai sepertiga penderita vitiligo mulai mengalami penyakit ini pada usia 20 tahun, sementara 25 persennya sebelum usia delapan tahun. Itu artinya, vitiligo pada anak terjadi sebanyak 25 persen dari semua kasus vitiligo.

Baca Juga: Mengenal Vitiligo, Penyakit yang Diderita Anak Diana Rikasari

Mengenal Vitiligo

6_CATERS_GIRL_EMBRACES_HER_VITILIGO_AFTER_BROTHERS_DEATH_08.jpg

Vitiligo punya beberapa gejala yang terlihat jelas. Mulai dari munculnya belang berbentuk pola tak beraturan pada kulit yang biasanya muncul di area tubuh yang terekspos sinar matahari, seperti tangan, kaki, lengan, wajah, dan bibir, uban prematur pada rambut kepala, bulu mata, alis, atau janggut, belang pada jaringan yang melapisi bagian dalam mulut dan hidung (membran mukus), hingga perubahan warna lapisan dalam bola mata (retina)

Ada tiga jenis vitiligo yang umumnya dialami. Berikut daftarnya.

  • Generalized vitiligo: kulit belang-belang terdapat di banyak bagian tubuh. Belang bisa berkembang di bagian tubuh yang sama secara simetris, misalnya di tangan kiri dan kanan
  • Segmental vitiligo: hanya satu bagian atau sisi tubuh, berkembang selama 1-2 tahun, lalu berhenti
  • Focal vitiligo: hanya di satu atau sedikit bagian tubuh.

Menurut artikel di situs mayoclinic.org, penyebab vitiligo belum diketahui, tapi kemungkinan berhubungan dengan penyakit autoimun, terjadi ketika tubuh memproduksi antibodi yang menyerang jaringannya sendiri.

Vitiligo bisa terjadi bersama penyakit autoimun lain seperti tiroid, diabetes tipe 1, dan penyakit Addison (insufisiensi adrenal kronis).

Kondisi Vitiligo jug bisa terjadi karena riwayat keluarga (keturunan) serta adanya pemicu seperti terbakar sinar matahari, stres, atau terkena zat kimia industri.

Penderita vitiligo bisa mengalami meningkatnya risiko, seperti tekanan sosial dan psikologis, kulit terbakar sinar matahari dan kanker kulit, masalah mata, misalnya inflamasi iris (iritis), dan kehilangan pendengaran.

Baca Juga: 3 Resep Alami untuk Atasi Kulit Belang

Vitiligo pada Anak

vitiligo pada anak.jpg

Foto: nbcnews.com

Penelitian yang diterbitkan National Center for Biotechnology Information, U.S. National Library of Medicine menyebutkan, vitiligo pada anak-anak berbeda dengan pada orang dewasa. Penyakit ini lebih banyak terjadi pada anak perempuan.

Belangnya biasanya tergolong segmental vitiligo. Selain itu, vitiligo pada anak kurang memiliki kaitan dengan gangguan endokrin dan autoimun sistemik lainnya.

Pada beberapa anak, belang vitiligo tidak menyebar, namun pada anak lain bisa menyebar. Biasanya vitiligo bukanlah kondisi yang menular maupun membahayakan nyawa.

Bagaimanapun juga, perubahan penampilan akibat vitiligo bisa memengaruhi emosi dan psikologis anak dan orang tua. Bahkan, bisa membuat anak sulit mendapatkan pekerjaan kelak.

Penderitanya bisa mengalami stres, terutama jika kulit belang-belang muncul di area yang terlihat seperti wajah, tangan, dan lengan. Karena itu, diperlukan perawatan yang tepat.

Baca Juga: Kulit Menghitam Saat Hamil, Tak Perlu Khawatir

Cara Mengatasi Vitiligo pada Anak

Morgan-vitiligo-beauty-kids-2015.jpg

Perawatan vitiligo bertujuan untuk mengembalikan penampilan, morfologi, dan fungsi kulit ke normal. Ada beberapa cara mengatasi vitiligo, umumnya dikelompokkan menjadi metode medis dan bedah.

Perawatan vitiligo pada anak terdiri dari dua fase, yakni menghentikan perkembangan penyakit dan repigmentasi belang. Dibanding metode bedah, terapi medis lebih banyak diterapkan pada pasien anak.

Dokter biasanya akan merekomendasikan pengobatan topikal (obat oles seperti krim dan salep) dulu karena mudah dan nyaman digunakan. Biasanya berupa kortikosteroid atau pendongkrak imunitas.

Terapi ini jadi pilihan pertama jika area tubuh yang terkena vitiligo kurang dari 20 persen dan penyakit ini tidak menyebar dengan cepat.

Jika area yang terkena lebih dari 20 persen, fototerapi (menggunakan cahaya) bisa dipertimbangkan untuk mengurangi inflamasi yang menyebabkan vitiligo.

Fototerapi menggunakan nbUVB lebih aman daripada yang memakai PUVA, sehingga bisa menjadi pilihan.

Itulah beberapa hal yang perlu diketahui tentang vitiligo pada anak. Semoga bermanfaat ya Moms.

(EMA)

Artikel Terkait