3-12 BULAN
24 Agustus 2020

Lacto B untuk Bayi, Berikut Manfaat dan Aturan Konsumsinya

Saat bayi alami diare, mungkin suplemen Lacto B bisa membantu meredakan gejalanya dengan cepat
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Rizky
Disunting oleh Intan Aprilia

Saat bayi mengalami diare, Moms pasti sangat khawatir. Pasalnya diare pada bayi bisa sebabkan ia tak bisa beraktivitas dengan normal karena mereka jadi lemas, lesu, dan rewel.

Parahnya lagi, diare juga bisa sebabkan dehidrasi yang kemudian bisa berakibat fatal.

Karena kondisi diare merupakan salah satu penyakit yang cukup sering terjadi, maka Moms perlu tahu langkah penanganan diare yang cepat dan tepat.

Nah, Moms bisa coba untuk memberikan suplemen Lacto B untuk bayi.

Namun, sebelum memberikan Lacto B untuk bayi, sebaiknya ketahui dahulu informasi lengkap mengenai suplemen Lacto B untuk melalui ulasan berikut!

Baca Juga: 4 Cara Mengatasi Diare dengan Bahan Alami

Lacto B untuk Bayi

Lacto B adalah salah satu suplemen probiotik yang sangat berguna untuk mengatasi diare, terutama untuk diare yang disebabkan oleh penggunaan antibiotik.

Tak hanya itu, Lacto B juga dikenal efektif untuk mengatasi gejala intoleransi laktosa dan sembelit.

Suplemen Lacto B umumnya berbentuk bubuk dan bisa digunakan untuk mengatasi diare pada anak usia satu hingga dua belas tahun.

Moms juga tak perlu khawatir karena di dalam Lacto B hanya terkandung probiotik, yakni bakteri baik yang bisa menjaga kesehatan sistem pencernaan anak. Namun, dosisnya juga harus tetap disesuaikan dengan petunjuk dokter.

Secara umum, diare yang terkait penggunaan antibiotik dan diare akibat bakteri dan virus memang sangat lazim terjadi pada bayi dan anak-anak.

Tak hanya itu, ada juga penyakit bernama necrotizing enterocolitis (NEC) yang lebih umum terjadi pada bayi.

Penyakit ini ditandai oleh peradangan usus yang menyebabkan pertumbuhan bakteri yang berlebihan, yang sangat merusak sel-sel usus dan usus besar. NEC juga tercatat sebagai kondisi serius dengan tingkat kematian setinggi 50 persen.

Salah satu gejala NEC adalah diare parah. Antibiotik pun sering digunakan untuk mengobati penyakit ini, padahal bisa saja diare terjadi akibat antibiotik yang dapat memperburuk kondisi anak.

Selain itu, dikutip dari jurnal Gastroenterology Clinics of North America berjudul Impact of antibiotics on necrotizing enterocolitis and antibiotic-associated diarrhea, beberapa ahli juga menyebutkan bahwa penggunaan antibiotik menjadi salah satu faktor yang menyebabkan NEC.

Penelitian juga telah menunjukkan bahwa probiotik dapat membantu mengurangi risiko NEC dan mortalitas pada bayi prematur.

Sebuah tinjauan terhadap 42 studi yang melibatkan lebih dari 5.000 bayi di bawah 37 minggu juga menemukan bahwa penggunaan probiotik mengurangi kejadian NEC dan menunjukkan bahwa pengobatan probiotik menyebabkan penurunan angka kematian bayi secara keseluruhan.

Studi lain juga telah menemukan bahwa strain probiotik tertentu, termasuk Lactobacillus rhamnosus GG, juga dapat mengobati diare yang menular pada anak-anak.

Oleh sebab itu, Lacto B untuk bayi sangat bermanfaat bagi kesehatan pencernaan Si Kecil, Moms.

Baca Juga: Mengenal Diare Persisten, Diare yang Dapat Mengancam Jiwa

Kandungan dalam Suplemen Lacto B untuk Bayi

Kandungan dalam Suplemen Lacto B untuk Bayi

Foto: Orami Photo Stock

Apabila dokter memberikan suplemen Lacto B untuk bayi dan anak, maka segera ikuti dosis yang ia berikan.

Tak perlu ragu karena suplemen ini juga tergolong aman karena mengandung bakteri seperti Lactobacillus acidophilus, Bifidobacterium longum, dan Streptococcus thermophilus yang terbukti baik untuk saluran pencernaan anak.

Dikutip dari MIMS Indonesia, dalam setiap kemasan Lacto B, terdapat sekitar 10 juta bakteri hidup yang akan segera langsung membantu meredakan gejala diare pada anak.

Tak hanya itu saja, Lacto B juga dilengkapi dengan berbagai nutrisi lain yang bermanfaat, misalnya:

  • 10 mg vitamin C,
  • 0,5 mg vitamin B1,
  • 0,5 mg vitamin B2,
  • 0,5 mg vitamin B6,
  • 2 mg niacin,
  • 0,02 gram protein,
  • 0,1 gram lemak,
  • 3,4 kalori.

Baca Juga: Berbagai Gejala Diare Pada Bayi yang Tak Boleh Diremehkan

Efek Samping Lacto B untuk Bayi dan Anak

Secara umum, suplemen jenis probiotik dianggap aman untuk diberikan kepada anak-anak atau bahkan untuk orang dewasa.

Efek samping yang serius juga jarang terjadi jika pada dasarnya anak tidak memiliki kondisi penyakit lain yang sedang ia alami. Sementara itu, beberapa efek samping lain akan lebih rentan terjadi pada populasi tertentu.

Mereka yang paling rentan alami efek samping merugikan dari penggunaan efek samping misalnya anak yang pulih dari operasi, bayi yang sakit kritis, dan mereka yang dipasangkan kateter atau mengidap penyakit kronis lainnya.

Sebagai contoh lain, konsumsi probiotik juga dapat menyebabkan efek samping seperti infeksi sistemik yang serius, diare, stimulasi sistem kekebalan tubuh yang berlebihan, kram perut, dan mual jika diberikan kepada anak yang mengalami gangguan kekebalan.

Namun, anak yang sehat juga sangat mungkin mengalami beberapa efek samping ringan, mulai dari perut kembung, cegukan, ruam kulit, dan sembelit.

Aturan Konsumsi Lacto B untuk Bayi dan Anak

Aturan Konsumsi Lacto B untuk Bayi dan Anak

Foto: Orami Photo Stock

1. Dosis Lacto B yang Tepat

Agar tidak salah, berikut aturan konsumsi Lacto B untuk bayi dan anak:

  • Anak usia di bawah 1 tahun, 2 sachet per hari
  • Anak usia 1 hingga 6 tahun, 3 sachet per hari

Moms juga bisa membaca aturan konsumsi Lacto B untuk bayi dan anak melalui keterangan yang tertera pada kemasan atau sesuai anjuran dokter.

2. Campuran Lacto B

Untuk memudahkan anak mengonsumsinya, Moms bisa mencampurkan Lacto B ke dalam susu, es krim, atau yoghurt kesukaan anak.

Namun, penting untuk segera meminta anak menghabiskan suplemen ini setelah kemasan dibuka dan setelah produk tercampur dengan bahan lain.

Penting juga untuk dicatat bahwa Lacto B tidak boleh dicampurkan ke dalam minuman bersoda atau minuman atau makanan yang panas. Dan jangan pernah menggandakan dosisnya pada jadwal konsumsi berikutnya.

3. Aturan Penyimpanan

Karena suplemen Lacto B mengandung beberapa jenis bakteri, maka ia perlu disimpan di tempat yang teduh, kering, dan sejuk, seperti misalnya di dalam kulkas.

Hindari menyimpan Lacto B di tempat dengan suhu panas nan lembap. Pasalnya, ini akan merusak atau membunuh bakteri baik yang terkandung di dalam kemasan Lacto B.

4. Jangan Konsumsi Bersama Antibiotik

Jangan pernah mengonsumsi Lacto B bersamaan dengan antibiotik.

Ini karena antibiotik bisa membunuh bakteri baik yang terdapat di dalam Lacto B sehingga efektivitas Lacto B akan berkurang.

Jika anak diresepkan antibiotik dan Lacto B, maka berikan jarak waktu minimal 2 jam antara konsumsi antibiotik dengan produk probiotik.

Hindari juga efek interaksi lain yang tidak diinginkan dengan cara memberi tahu dokter mengenai obat atau suplemen lain yang tengah dikonsumsi anak.

Terlebih jika obat tersebut adalah obat yang dapat menurunkan sistem imun seperti obat kemoterapi dan jenis lainnya.

Baca Juga: Ternyata Banyak Jenisnya! Ini 5 Macam Diare yang Dapat Menyerang Tubuh

Bagaimana Jika Lacto B untuk Bayi dan Anak Tak Memberikan Perubahan?

Meski sudah mengikut aturan penggunaan, bisa saja Lacto B tidak memberikan perubahan pada diare yang anak alami.

Jika sudah begini, sudah saatnya menghubungi dokter jika anak mengalami diare dengan gejala seperti:

  • Diare berkali-kali sehari atau berlangsung selama lebih dari 3 hari,
  • Anak muntah berulang dan tidak bisa atau tidak mau minum cairan,
  • Anak mengeluhkan sakit perut yang parah,
  • Diare disertai dengan darah,
  • Mulut yang kering atau lengket,
  • Sedikit atau tidak ada air mata saat menangis,
  • Mata yang terlihat cekung
  • Pipis lebih sedikit atau popok basah lebih sedikit,
  • Anak mengantuk atau pusing.

Beberapa Langkah Mencegah Diare

lacto b untuk bayi.jpg

Foto: Orami Photo Stock

Meski agak mustahil mencegah bayi dan anak terkena diare, namun ada beberapa langkah yang perlu Moms lakukan agar anak terhindar dari diare.

Dikutip dari Kids Health, ada beberapa caranya yang bisa dilakukan, antara lain:

  • Pastikan Si Kecil mencuci tangan dengan benar dan sering, terutama setelah ia menggunakan toilet dan sebelum makan. Mencuci tangan adalah cara terbaik untuk mencegah infeksi diare yang menular dari orang ke orang. Pasalnya, tangan yang kotor akan membawa kuman ke dalam tubuh saat anak-anak menggigit kuku, mengisap ibu jari, makan, atau memasukkan bagian tangan mereka ke dalam mulut.
  • Jaga permukaan kamar mandi seperti wastafel dan toilet agar selalu bersih,
  • Cuci buah dan sayuran dengan baik sebelum memberikannya pada anak,
  • Bersihkan meja dapur dan peralatan memasak dengan baik setelah mereka bersentuhan dengan daging mentah, terutama daging unggas,
  • Dinginkan daging sesegera mungkin setelah membelinya. Pastikan untuk memasak sampai warnanya sudah tidak merah muda lagi dan dinginkan semua sisa makanan sesegera mungkin.
  • Jangan membiarkan anak minum dari air sungai, mata air, atau danau kecuali kecuali pejabat kesehatan setempat telah memeriksa bahwa air tersebut aman untuk diminum,
  • Hindari mencuci kandang atau mangkuk hewan peliharaan di wastafel yang sama yang untuk menyiapkan makanan. Pastikan juga untuk selalu menjaga area pemberian makanan hewan peliharaan terpisah dari area makan keluarga.

Baca Juga: Apa Sebenarnya Penyebab Diare? Simak Penjelasannya di Sini, Yuk

Itulah anjuran penggunaan suplemen Lacto B untuk bayi dan anak serta cara yang tepat untuk mencegah diare.

Jangan lupa untuk selalu berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu sebelum memberikan suplemen apa pun untuk bayi demi mencegah efek samping yang tidak diinginkan ya Moms!

Artikel Terkait